Merupakan koleksi individual terbesar di dunia karena museum ini memamerkan benda-benda artistik koleksi dari Nawab Mir Yousuf Ali Khan atau Salar Jung III. Sebagian dari koleksi-koleksi tersebut adalah peninggalan dari ayahnya Nawab Mir Laiq Khan (Salar Jung II) dan kakeknya Nawab Mir Turab Ali Khan (Salar Jung I). Salar Jung adalah perdana menteri semasa pemerintahan Nizam. Salar Jung III menjadi perdana menteri pada saat umurnya baru 23 tahun.
Semasa hidupnya dia mengumpulkan beribu-ribu benda2 artistik dan kuno dari berbagai negara di dunia. Koleksinya kini berjumlah lebih dari 35.000 buah dan 50.000 buku dari berbagai negara. Namanya museum, bisa dibayangin deh isinya apa.. Lukisan-lukisan, baik lukisan India maupun Luar negeri, Patung, berbagai macam senjata, jam antik, permata, furniture, mobil dll. Sayang gak boleh difoto. Jadi ya silakan membayangkan sendiri.. :D Yang jelas, semuanya bikin kita berdecak kagum. Indah-indah. Ada pakaian perang besi prajurit eropa itu loh.. lengkap dengan pedang dan perisainya. Sampe beberapa menit aku berdiri menatap baju besi itu... ngebayangin gimana prajurit yang mengenakan baju perang itu bisa bergerak dsb... hehehe. klik untuk memperbesar gambar
Makam dari Sultan Quli Qutb Shah I (pendiri dinasty Qutb Shah) dan Jamsheed Quli Qutb merupakan yang paling sederhana. Sultan Quli Qutb membangun sendiri makamnya tersebut. Beliau memerintah Golconda pada tahun 1518 setelah menyatakan independen dari Bahmani. Memerintah selama 25 tahun. Pada tahun 1534 saat dia berumur 99 tahun, putranya Jamsheed, merencanakan pembunuhan ayahnya sendiri karena tidak sabar untuk naik tahta.
Jamsheed kemudian memerintah Golconda dari tahun 1534-1550. Dalam makamnya terdapat juga makam putranya Subhan Qutb Quli Shah yang hanya memerintah selama 7 bulan.
Makam dari pendiri pendiri kota Hyderabad, Muhamed Quli Qutb Shah (1580-1612) merupakan makam yang paling menarik. Terdiri dari dua lantai. Untuk memasuki makamnya, kita harus menaiki tangga... karena ruang utamanya berada dilantai atas. Makamnya ditutupi oleh sebuah kain berwarna merah. Sebenarnya makam itu adalah makam palsu. Karena di ruangan itu terdapat tangga rahasia yang kecil, curam dan gelap menuju ruangan bawah yang lebih sederhana. Disanalah makam sang pendiri Hyderabad berada. Mereka sengaja meletakan makam yg seseungguhnya di bawah karena kuatir akan dihancurkan oleh musuh.
Muhamed Quli Qutb Shah digantikan oleh keponakannya yang juga menantunya bernama Sultan Mohamed Qutb Shah V dari tahun 1612-1626. Beliaulah yang membangun Mecca Masjid.
Selain makam keenam raja diatas, terdapat sebuah makam berwarna putih indah dengan sebuah kolam air mancur didepannya. Makam tersebut adalah milik Hayath Bakhsi Begum, putri satu-satunya dari Muhamed Quli Qutb Shah IV, istri dari Sultan Muhamed Qutb Shah, dan ibu dari Abdullah Qutb Shah. Beliau terkenal sebagai wanita yang arif dan bijaksana. Segala peristiwa dan keputusan Raja, selalu dikonsultasikan dulu kepada beliau.
Kalo di keralakan panasnya bikin kita keringetan, tapi di Hyderabad sebegitu panasnya keringet gak keluar banyak. Tapi badan berasa 'ngelekeb' gak nyaman.
Menurut sejarah, konon dahulu di Hyderabad terjadi wabah pes yang besar. Setelah wabah itu berhasil diatasi, dibagunlah monumen ini untuk mengenang kejadian itu.
Cuma pemandangan dari atas bagus. Gak sia-sia gitu bersempit-sempit di tangga. Bukan pemandangan kota modern tetapi pemandangan kota India yang sering aku liat di buku-buku tourist guide. Panas, ramai, semrawut.. pokoknya semarak banget. Di lantai paling atas, terdapat masjid yang dulu di pakai oleh Mohamed Quli Qutb Shah dan pengikutnya untuk sholat. Charminar ini letaknya pas banget di perempatan.... Di salah satu sisinya menghadap ke jalan Laad Bazaar yang dipenuhi pedagang yang umumnya menjual bridal wear, gelang-gelang khas Hyderabad, mutiara dll.
Suasananya katanya mirip bazaar tua di badgad. Suasana di Charminar bisa dilihat di 
Kita baru dari Gujarat..? Hehehe... gak kok. Jauh banget. Foto lelaki Gujarat berkumis panjaaang itu kita ambil waktu hari minggu kemaren ke Seemati, toko bahan gede di sini. Bukan mo belanja bahan sih, cuma mo nonton pertunjukan. Hehehe. Ceritanya buat ngerayain Vishu mereka mendatangkan seniman-seniman dari gujarat. Macem2 yang ditampilkan.
Ada sandiwara, tari-tarian, pertunjukan boneka. Kita sih gak ngerti ceritanya.. orang pake bahasa Gujarat. Seneng aja ngeliatin kostumnya yang full colour. Lumayanlah, gak perlu jauh-jauh ke Gujarat kan jadinya.
Kemaren sepulang liburan week end ke rumah mertua sekalian kondangan, aku langsung ngecek blog (can't live without blog hehehe...). Terharu banget pas nemuin udah ada beberapa ucapan selamat di sb. Padahal tadinya mo diumumin gitu... Gak tau malu banget emang nih mamanya Nasha... hehehe.
Waduh, judulnya bikin panas... hehehe. Nggak kok, ini bukan ngomongin konflik politik dan perbatasan India Pakistan yang gak selesai-selesai. Basi banget. Ini soal pertandingan Cricket yang jadi favorit di India juga di Pakistan. Sabtu minggu lalu, di Jawaharhal Nehru Stadium, stadion internationalnya Cochin, digelar pertandingan bergengsi taraf internasional antara India dan Pakistan. Pertandingan itu merupakan pertandingan pertama dari seri kunjungan Pakistan di India piala Pepsi (kalo gak salah :D). Pertandingan selanjutnya akan diadakan di kota-kota lain. 

Seneng... Setelah mendapat kiriman bumbu-bumbu cina dari 




Nah, disepanjang jalan antara Synagogue dan Dutch palace itu banyak banget toko suvenir buat turis. Kebanyakan mereka menjual patung, ukiran-ukiran dari kayu, batu, atau logam. Ada segala penak-pernik kecil. Agak-agak mirip lah sama sovenir di Indonesia. Modelnya macem yang di Pasaraya itu. Tapi disini lebih tua dan alami kayaknya.
Yang paling aku seneng adalah toko tekstilnya. Wah, bagus-bagus sekali. Ada selendang-selendang panjang khas India. Ini yang aku naksir banget. Harganya emang rada mahal kalo kita belinya disini. Kan konsumennya biasanya turis luar negeri. Tapi kalo dibandingin sama beli di Indonesia (dulu kan di Jakarta pernah ada festival India ya) ya masih murah banget. Trus disana juga ada karpet-karpet yang indah banget. Lagi-lagi MAHAL. Bahan Saree sama
Lebih murah, dan pilihannya macem-macem. Trus aku ngliat ada yang jual boneka-boneka tradisional. Modelnya mirip banget sama wayang golek di Jawa Barat. Cuma yang ini wajahnya ya India dan berbusana India. Bagus banget buat yang pengen mendekor rumah bernuansa India. Selebihnya, layaknya tempat wisata, banyak yang menjual kartupos dan buku-buku tentang india.
Dari situ, sekitar 10 menit bermobil ada pantai dan pelabuhan buat para nelayan. Terkenal dengan China Fishing Net-nya. Konon diperkenalkan oleh nelayan cina pada masa Kaisar Kublai Khan. Bentuknya berupa jala besar yang digantung dengan bambu, dan dibenamkan kedalam air.
Tujuan kita berikutnya adalah St.Francis Church yang merupakan gereja protestan. Dibangun oleh Pendeta Portugis yang datang bersama Albuquerque pada tahun 1503. Dipercaya sebaai gereja pertama yang dibangun oleh orang eropa di India.
Pada tahun 1524 Vasco Da Gama meninggal di India, dan jenazahnya dimakamkan di gereja ini. Lalu 14 tahun kemudian, dipindahkan ke negara asalnya di Portugis. Batu nisan bekas makannya masih bisa disaksikan di dalam gereja.
Gak sempet online deh. Ditambah lagi kemaren hari senin sambungan internetnya rada bermasalah.
Waduh... seneng banget nih aku... Kiriman 