Hari kedua di Hyderabad jadi the best day of all pokoknya. Kita mengunjungi 3 tempat: Salar Jung Museum, Qutb Shahi Tombs dan Golconda Fort. Aku seneng banget sama yang kuno-kuno bersejarah gitu. Seneng ngurek-ngurek cerita dibalik tempat-tempat tersebut, sambil ngebayang-bayangin gitu. Jadinya mohon maaf kalo ceritanya sedikit ngebosenin... ^_^
Salar Jung Museum
Museum ini di buka untuk umum sejak 16 Desember 1951 oleh perdana menteri India pada saat itu Jawaharhal Nehru.
Merupakan koleksi individual terbesar di dunia karena museum ini memamerkan benda-benda artistik koleksi dari Nawab Mir Yousuf Ali Khan atau Salar Jung III. Sebagian dari koleksi-koleksi tersebut adalah peninggalan dari ayahnya Nawab Mir Laiq Khan (Salar Jung II) dan kakeknya Nawab Mir Turab Ali Khan (Salar Jung I). Salar Jung adalah perdana menteri semasa pemerintahan Nizam. Salar Jung III menjadi perdana menteri pada saat umurnya baru 23 tahun.
Semasa hidupnya dia mengumpulkan beribu-ribu benda2 artistik dan kuno dari berbagai negara di dunia. Koleksinya kini berjumlah lebih dari 35.000 buah dan 50.000 buku dari berbagai negara. Namanya museum, bisa dibayangin deh isinya apa.. Lukisan-lukisan, baik lukisan India maupun Luar negeri, Patung, berbagai macam senjata, jam antik, permata, furniture, mobil dll. Sayang gak boleh difoto. Jadi ya silakan membayangkan sendiri.. :D Yang jelas, semuanya bikin kita berdecak kagum. Indah-indah. Ada pakaian perang besi prajurit eropa itu loh.. lengkap dengan pedang dan perisainya. Sampe beberapa menit aku berdiri menatap baju besi itu... ngebayangin gimana prajurit yang mengenakan baju perang itu bisa bergerak dsb... hehehe.


Ada yang menggelikan juga. Jadi di salah satu ruangan lantai dasar di aula terbuka gitu disimpan jam antik buatan Inggris dari abad ke 19. Katanya itu Musical Clock, yang setiap jamnya bakal berbunyi. Seorang tukang sepatu keliatan sedang mengetukan palunya. Setiap ketukannya menandakan detik. Jam itu diletakan di tengah. Di kedua sisinya dipasang layar yang lumayan besar buat menampilkan jam itu dalam ukuran yang lebih besar. Di depan jam itu di pasang puluhan kursi bagi para pengunjung yang mau menyaksikan 'keajaiban' jam itu. Pas banget waktu kita disana waktu menunjukan pukul 11.45. Jadilah kita ikut duduk menunggu. Sampe berebutan tempat duduk dan ngomel-ngomel sama orang yang dengan seenaknya bediri di depan kita. Dan apakah yang terjadi sodara-sodara.... ketika jam menunjukan pukul 11.59, semua mata tertuju pada jam tersebut dengan nafas tertahan.... Dan seorang prajurit kecil muncul dari sebuah pintu memukul lonceng sebanyak 12 kali. Itu saja.. hehehe. Penonton kecewa... Bukannya aku gak menghargai seni, tapi terus terang aja aku tadinya mengharapkan sesuatu yang spektakuler akan terjadi. Sebuah marching band akan keluar bermain musik misalnya (kan judulnya Musical Clock).. atau jam tersebut akan terbelah *ngayal terlalu jauh*. Ternyata biasa saja, mengingat penampilannya yang berlebihan, sampai-sampai dibuatkan ruangan khusus dengan berpuluh2 tempat duduk dan dua layar lebar. Mbok ya biasa aja gitu looo... Kan jadinya gak pada merasa tertipu begini. Yang ada kita ketawa-tawa geli abis itu...
Qutb Shahi Tombs
Tempat ini merupakan kompleks pemakaman dari dinasty Qutb Shahi yang memerintah Golconda, cikal bakal dari kota Hyderabad. Pemakaman ini merupakan bukti paling otentik peninggalan arsitektur Qutb Shahi. Walaupun ukurannya jauh lebih kecil, aku langsung teringat dengan Taj Mahal. Hanya saja, kompleks ini tidak terlalu terawat, sehingga kehindahannya berkurang. Tapi bangunan-bangunan ini, termasuk Charminar dan Mecca Masjid usianya lebih tua dari Taj Mahal.
klik untuk memperbesar gambar
Makam dari Sultan Quli Qutb Shah I (pendiri dinasty Qutb Shah) dan Jamsheed Quli Qutb merupakan yang paling sederhana. Sultan Quli Qutb membangun sendiri makamnya tersebut. Beliau memerintah Golconda pada tahun 1518 setelah menyatakan independen dari Bahmani. Memerintah selama 25 tahun. Pada tahun 1534 saat dia berumur 99 tahun, putranya Jamsheed, merencanakan pembunuhan ayahnya sendiri karena tidak sabar untuk naik tahta.

Jamsheed digantikan oleh adiknya yang termuda bernama Ibrahim Quli Qutb Shah yang memerintah tahun 1550-1580. Beliau ini yang memulai pendirian bangunan-bangunan besar di kota.


Makam raja terkahir adalah makam Abdullah Qutb Shah (1626-1672) putra dari Sultan Mohamed. Beliau memerintah sejak berumur 12 tahun.
Abdullah memiliki dua orang putra, Mirza Nizamuddin dan Abul Hasan Tana Shah VII yang memperebutkan tahta Golconda. Abul Hasan kemudian memenangkan pertarungan tersebut dan memerintah dari tahun 1672-1687. Namun kemudian ia takluk kepada Aurangzeb, raja terakhir dari Mughal Emperor. Beliau meninggal dunia 12 tahun kemudian sebagai tahanan. Makamnya kemudian terbengkalai tidak terselesaikan.

Di depan makam Muhamed Quli Qutb, terdapat tempat permandian bagi jenazah Raja-raja sebelum dikebumikan. Dinamakan Badhashi Hammam. Di dalamnya terdapat beberapa ruangan dan kolam. Sebuah lantai berbentuk bundar terdapat di ruangan utama. Disanalah jenazah Raja akan dimandikan. Permandian itu dibangun olehnya sendiri, pada saat beliau juga membangun makam beliau.
Bersambung ke Golconda Fort (Istana tempat dinasti Quth Shahi memerintah)
cape euy ngetiknya..
6 comments:
gini ini nih, model blogger yang aku demen, sharing the knowledge.. tapi ngomong2 kok itu poto bisa cuma bedua, si nasha dititipin kemana? *celingak celinguk*
wah gimana nggak cape toh bu...sepanjang itu,tapi yang seneng.
Itu yang jam pembaca juga kecewa tuh,iya dipikirnya bakal heboh jadinya kan percuma dah nahan nafas. Btw,itu taun2 sama sejarahnya dirimu ngapal atau ada bukunya meni detail banget. Hebat...coba cerita ini daku baca 12 th lalu (lagi SMA) ada tugas bikin tulisan sejarah Masjid Besar di India kan bisa tinggal jiplak dari cerita2mu. O,ya Lis mau dipublikasikan di koran indo nggak tuh cerita,kirimin coba kan ada yg muat ttg cerita perjalanan,dirimu kan sudah enak nulisnya. Saya pernah ditawarin tapi kan belum pergi kamana2.
huwahh..gw jg ampe terengah engah bacanya..puanjang neekkk...eniwei itu di poto uppa rada 'terang'? hasil photoshop? hehehe, kidding. hi uppa... *waving to uppa*
Lis, foto bareng Uppa kok malu-malu mode on hehehe (btw, bajunya warna ijo pas sama blognya...;-))
mau Lis..mau...ayo kita dagang pashminaaa hehehe
wah banyak makam2 megah dan gede di sana ya lis...
sayang jam inggrisnya gak boleh di foto ya...pengen liat padahal...jadi ikutan penasaran..:)
nasha diajak ke sana gak rewel ya???kan liat liat bangunan tua..juga museum kan buat dia mungkin belum fun banget...;)
-ari-
Nah tuh photo sama Uppanya mesra...cihuy...benera kan? slowly but sure..ha.ha..
Post a Comment