Friday, May 06, 2005

Golconda dan Sejarah Hyderabad

Sebelum cerita tentang Golconda Fort silakan dilihat dulu panorama tembok luar dari Golconda Fort, pelataran dalam yang merupakan level terendah yang kita temui begitu memasuki gate utama, dan panorama dari atas fort. Maksudnya biar bisa ikut ngebayangin gitu pas aku cerita ^_^

Golconda merupakan ibukota dan pusat pemerintahan kerajaan yang kuasai oleh dinasti Qutb Shahi sebelum dipindahkan ke tempat yang sekarang bernama Hyderabad. Pusat pemerintahan ini dikelilingi oleh 7 lapis tembok batu yang digunakan sebagai benteng pertahanan pada masa itu. Kota Hyderabad sekarang bahkan masih berada di dalam benteng terluar. Yang mau kita ceritakan kali ini adalah benteng terdalam yang juga merupakan tempat tinggal Raja-raja Golconda dan keluarganya.

Suasana Fort sudah terasa sejak sebelum kita memasuki kompleks utamanya. Saat kita dalam perjalanan menaiki autorickshaw, beberapa kali kita melewati tembok batu dan gerbang tinggi yang dahulu adalah bagian dari Fort. Walau aku sendiri gak sempet ngitung, tempat ini memeliki 8 gates sebelum kita benar-benar masuk ke tempat tinggal Raja.

Setelah kita melewati counter untuk membeli ticket masuk. Dari situ aja kita udah bisa ngerasain suasana yang mirip dongeng (paling gak aku.. heheh). Pemandangan tembok luarnya bener-bener sama dengan yang sering digambarkan buku-buku cerita anak tentang sebuah kastil. Lengkap dengan lubang-lubang kecil tempat para prajurit menembakan senjatanya ke arah musuh sementara mereka bersembunyi dibalik benteng. Aku jelas saja langsung mengkhayalkan kejadian-kejadian itu... hehehe. Tepat diatas gate terdalam diletakan sebuah wadah besar yang dahulu diisi minyak panas, yang kemudian disiramkan ke musuh yang mencoba masuk ke dalam. Waduh, serem banged yak.

Hal pertama yang menarik perhatian kita begitu melewati gate adalah sebuah kotak di lantai batu. Jika kita berdiri di dalam kotak itu dan bertepuk dengan tangan, suaranya akan terdengar sampai ke puncak Fort diatas bukit yang jaraknya tentu saja sangat jauh dan tinggi. Denagn cara inilah mereka berkomunikasi dan menyampaikan pesan dari bawah ke puncak secara cepat, terutama saat-saat genting. Kita langsung secara bergantian berdiri di atas kotak batu tersebut dan bertepuk tangan. Tentu saja kita tidak bisa membuktikan kebenarannya karena kita masih sangat jauh dari puncak.. hehehe.

Bahkan suara gemerisik daun di tempat ini pun akan terdengar dari atas. Hal inilah yang membuat kagum para arsitek-arsitek jaman sekarang mengenai tehnik pembuatannya.

Di level terendah ini terdapat banyak sekali taman dan bangunan-bangunan, termasuk masjid yang hampir semuanya berdinding batu dan berlangit-langit tinggi. Ditempat inilah para keluarga kerajaan beserta para pembatunya tinggal. Di sisi lain terdapat aula terbuka yang digunakan untuk menampilkan tarian-tarian dan hiburan. Selain itu ada juga sebuah kolam besar tempat menampung air yang akan disalurkan menuju puncak bukit. Mereka sudah memiliki sistem pengairan yang sangat baik pada saat itu. Sampai sekarang sisa-sisa pipa saluran air masih terlihat disana-sini.

Pemandangan ke arah Fort diatas bukit dari tempat ini sangat menakjubkan. Lagi-lagi buat aku, mirip sama kastil-kastil dongeng. Berdinding batu, bertingkat-tingkat dan letaknya menjulang diatas bukit. Lagi-lagi pula aku mengkhayalkan prajurit Golconda berlalu lalang di sana ^_^ Untuk naik ke puncaknya sendiri kita harus melewati tangga yang seakan gak ada ujungnya. Capek banget pokoknya. Tapi banyak yang bisa kita lihat sepanjang perjalanan ke atas. Dianataranya sebuah Kolam yang jauh lebih besar dan dalam untuk keperluan penampungan air. Kita juga melewati sebuah Penjara yang digunakan untuk menahan seorang menteri pada masa pemerintahan Abul Hasan Tana Shah yang menggunakan dana publik untuk pembangunan Temple bagi Rama. Ia dipenjarakan selama 12 tahun. Di dinding ruangan itu bisa kita lihat, pahatan dan ukiran yang ia kerjakan sendiri semasa di tahanan.

Setelah beberapa kali istirahat, sampailah kita di puncak bukit. Ada sebuah Masjid kecil di sana. Dan ternyata..... kita benar-benar bisa mendengar suara tepukan-tepukan yang dilakukan para pengunjung di bawah sana...!!!! Hebat. Kita juga bisa melihat kompleks Makam Raja (Qutb Shahi Tombs) yang sudah diceritakan sebelumnya. Selain itu di kejauhan tampak reruntuhan benteng ke dua dan ketiga dari Golconda. Pemandangan yang aduhaiiii......
Untuk menuruni puncak bukit, kita melewati jalan lain yang lebih banyak melewati ruangan-ruangan tertutup. Dalam perjalanan turun ini bisa terlihat jelas tempat tinggal keluaraga kerajaan. Ditempat itu pula sekarang setiap sorenya setelah matahari terbenam diadakan light show. Acaranaya sendiri adalah pembacaan drama tentang kehidupan dinasti Qutb Shah, disertai dengan lampu yang secara bergantian menyala di berbagai bagian kastil. Memberikan efek sangat dramatis.... Indah.

Golconda sendiri dibangun oleh Kakatiya's King pada abad ke 13 menggunakan tanah (mud). Kemudian Golconda diambil alih oleh Bahmani's King. Setelah Sultan Quli Qutb Shah menyatakan merdeka dari Bahmani, beliau menjadikan Golconda sebagai pusat pemerintahannya. Merekalah yang kemudian menggantinya dengan batu granit yang pembangunannya memakan waktu 62 tahun.

Pada masa Mohamed Quli Qutb Shah, beliau merasa suply air ke Golconda semakin sedikit dan sulit. Karenanya beliau memindahkan ibukota kerajaan ke tempat di tepi sungai Musi (kayak di Sumatra yah) yang selanjutnya disebut Hyderabad

Asal muasal nama Hyderabad, menurut legenda (saya mendapatkan cerita ini dari pembacaan drama light show juga pada saat menonton laser show di taman kota, tapi tidak menemukannya di brosur ataupun di internet) karena pada saat itu pangeran dari kerajaan (aku kurang jelas yang mana, tapi kemungkinan Mohamed Quli Qutb Shah, pendiri Hyderabad sendiri) jatuh cinta pada seorang penari kerajaan yang cantik bernama Bhagmati yang beragama Hindu. Sang Raja sangat marah dan melarang putranya untuk berhubungan dengan Bhagmati. Kemudian beliau mengeluarkan Bhagmati dari kerajaan, dan memutuskan jembatan sungai Musi untuk mencegah putranya menemui Bhagmati. Namun karena cintanya yang besar kepada sang kekasih, sang pangeran pun meninggalkan kerajaan di malam berbadai dan mempertaruhkan nyawanya untuk menyebrangi sungai yang pada saat itu sangat dalam dan deras. Melihat kegigihan sang putra, raja pun luluh dan menikahkan keduanya. bhagmati kemudian memeluk agama Islam dan menjadi ratu. Namanya pun diganti menjadi Hyder Mahal. Untuk mengenangnya, disebutlah ibukota kerajaan yang baru sebagai Hyderabad. Hmmmm... ceritanya mirip film India ya...... hehehee. Sungai Musi ini masih ada sampe sekarang hanya saja penampilannya jauh berubah. Mirip Ciliwung lah, sembit, kotor, hitam dan bau... :(

Owiya, hampir lupa. Golconda ini merupakan tempat asal permata Kohinoor, permata terbesar di dunia yang saat ini berada di Mahkota ratu Inggris. Pada saat itu mereka tidak menyadari nilai dari batu tersebut, dan mereka menggunakannya untuk mendapatkan cahaya, karena batu itu sangat besar dan memantukan cahaya. Pemerintah Briish yang tau pasti bahwa kohinoor sangat berharga kemudian membawanya ke Inggris. Sampai sekarang menjadi pertanyaan, mengapa Inggris tidak mengembalikan permata yang menjadi milik rakyat India tersebut.

PS : Cerita dan Uraian yang aku tuliskan tentang Charminar, Mecca Masjid, Salar Jung, Qutb Shahi Tombs, dan Golconda Fort, adalah hasil menterjemahkan brosur yang di dapat saat mengunjungi tempat-tempat tersebut dan ngurek-ngurek di internet. Ini aku rangkumkan dari berbagai cerita... Buat sharing ajah. Maaf ya kalo ngebosenin... ^0^

Wednesday, May 04, 2005

Hyderabad hari ke- 2

Hari kedua di Hyderabad jadi the best day of all pokoknya. Kita mengunjungi 3 tempat: Salar Jung Museum, Qutb Shahi Tombs dan Golconda Fort. Aku seneng banget sama yang kuno-kuno bersejarah gitu. Seneng ngurek-ngurek cerita dibalik tempat-tempat tersebut, sambil ngebayang-bayangin gitu. Jadinya mohon maaf kalo ceritanya sedikit ngebosenin... ^_^

Salar Jung Museum
Museum ini di buka untuk umum sejak 16 Desember 1951 oleh perdana menteri India pada saat itu Jawaharhal Nehru. Merupakan koleksi individual terbesar di dunia karena museum ini memamerkan benda-benda artistik koleksi dari Nawab Mir Yousuf Ali Khan atau Salar Jung III. Sebagian dari koleksi-koleksi tersebut adalah peninggalan dari ayahnya Nawab Mir Laiq Khan (Salar Jung II) dan kakeknya Nawab Mir Turab Ali Khan (Salar Jung I). Salar Jung adalah perdana menteri semasa pemerintahan Nizam. Salar Jung III menjadi perdana menteri pada saat umurnya baru 23 tahun. Semasa hidupnya dia mengumpulkan beribu-ribu benda2 artistik dan kuno dari berbagai negara di dunia. Koleksinya kini berjumlah lebih dari 35.000 buah dan 50.000 buku dari berbagai negara. Namanya museum, bisa dibayangin deh isinya apa.. Lukisan-lukisan, baik lukisan India maupun Luar negeri, Patung, berbagai macam senjata, jam antik, permata, furniture, mobil dll. Sayang gak boleh difoto. Jadi ya silakan membayangkan sendiri.. :D Yang jelas, semuanya bikin kita berdecak kagum. Indah-indah. Ada pakaian perang besi prajurit eropa itu loh.. lengkap dengan pedang dan perisainya. Sampe beberapa menit aku berdiri menatap baju besi itu... ngebayangin gimana prajurit yang mengenakan baju perang itu bisa bergerak dsb... hehehe.

Ada yang menggelikan juga. Jadi di salah satu ruangan lantai dasar di aula terbuka gitu disimpan jam antik buatan Inggris dari abad ke 19. Katanya itu Musical Clock, yang setiap jamnya bakal berbunyi. Seorang tukang sepatu keliatan sedang mengetukan palunya. Setiap ketukannya menandakan detik. Jam itu diletakan di tengah. Di kedua sisinya dipasang layar yang lumayan besar buat menampilkan jam itu dalam ukuran yang lebih besar. Di depan jam itu di pasang puluhan kursi bagi para pengunjung yang mau menyaksikan 'keajaiban' jam itu. Pas banget waktu kita disana waktu menunjukan pukul 11.45. Jadilah kita ikut duduk menunggu. Sampe berebutan tempat duduk dan ngomel-ngomel sama orang yang dengan seenaknya bediri di depan kita. Dan apakah yang terjadi sodara-sodara.... ketika jam menunjukan pukul 11.59, semua mata tertuju pada jam tersebut dengan nafas tertahan.... Dan seorang prajurit kecil muncul dari sebuah pintu memukul lonceng sebanyak 12 kali. Itu saja.. hehehe. Penonton kecewa... Bukannya aku gak menghargai seni, tapi terus terang aja aku tadinya mengharapkan sesuatu yang spektakuler akan terjadi. Sebuah marching band akan keluar bermain musik misalnya (kan judulnya Musical Clock).. atau jam tersebut akan terbelah *ngayal terlalu jauh*. Ternyata biasa saja, mengingat penampilannya yang berlebihan, sampai-sampai dibuatkan ruangan khusus dengan berpuluh2 tempat duduk dan dua layar lebar. Mbok ya biasa aja gitu looo... Kan jadinya gak pada merasa tertipu begini. Yang ada kita ketawa-tawa geli abis itu...

Qutb Shahi Tombs
Tempat ini merupakan kompleks pemakaman dari dinasty Qutb Shahi yang memerintah Golconda, cikal bakal dari kota Hyderabad. Pemakaman ini merupakan bukti paling otentik peninggalan arsitektur Qutb Shahi. Walaupun ukurannya jauh lebih kecil, aku langsung teringat dengan Taj Mahal. Hanya saja, kompleks ini tidak terlalu terawat, sehingga kehindahannya berkurang. Tapi bangunan-bangunan ini, termasuk Charminar dan Mecca Masjid usianya lebih tua dari Taj Mahal.

klik untuk memperbesar gambar

Makam dari Sultan Quli Qutb Shah I (pendiri dinasty Qutb Shah) dan Jamsheed Quli Qutb merupakan yang paling sederhana. Sultan Quli Qutb membangun sendiri makamnya tersebut. Beliau memerintah Golconda pada tahun 1518 setelah menyatakan independen dari Bahmani. Memerintah selama 25 tahun. Pada tahun 1534 saat dia berumur 99 tahun, putranya Jamsheed, merencanakan pembunuhan ayahnya sendiri karena tidak sabar untuk naik tahta.


Jamsheed kemudian memerintah Golconda dari tahun 1534-1550. Dalam makamnya terdapat juga makam putranya Subhan Qutb Quli Shah yang hanya memerintah selama 7 bulan.

Jamsheed digantikan oleh adiknya yang termuda bernama Ibrahim Quli Qutb Shah yang memerintah tahun 1550-1580. Beliau ini yang memulai pendirian bangunan-bangunan besar di kota.

Makam dari pendiri pendiri kota Hyderabad, Muhamed Quli Qutb Shah (1580-1612) merupakan makam yang paling menarik. Terdiri dari dua lantai. Untuk memasuki makamnya, kita harus menaiki tangga... karena ruang utamanya berada dilantai atas. Makamnya ditutupi oleh sebuah kain berwarna merah. Sebenarnya makam itu adalah makam palsu. Karena di ruangan itu terdapat tangga rahasia yang kecil, curam dan gelap menuju ruangan bawah yang lebih sederhana. Disanalah makam sang pendiri Hyderabad berada. Mereka sengaja meletakan makam yg seseungguhnya di bawah karena kuatir akan dihancurkan oleh musuh.

Muhamed Quli Qutb Shah digantikan oleh keponakannya yang juga menantunya bernama Sultan Mohamed Qutb Shah V dari tahun 1612-1626. Beliaulah yang membangun Mecca Masjid.

Makam raja terkahir adalah makam Abdullah Qutb Shah (1626-1672) putra dari Sultan Mohamed. Beliau memerintah sejak berumur 12 tahun.

Abdullah memiliki dua orang putra, Mirza Nizamuddin dan Abul Hasan Tana Shah VII yang memperebutkan tahta Golconda. Abul Hasan kemudian memenangkan pertarungan tersebut dan memerintah dari tahun 1672-1687. Namun kemudian ia takluk kepada Aurangzeb, raja terakhir dari Mughal Emperor. Beliau meninggal dunia 12 tahun kemudian sebagai tahanan. Makamnya kemudian terbengkalai tidak terselesaikan.

Selain makam keenam raja diatas, terdapat sebuah makam berwarna putih indah dengan sebuah kolam air mancur didepannya. Makam tersebut adalah milik Hayath Bakhsi Begum, putri satu-satunya dari Muhamed Quli Qutb Shah IV, istri dari Sultan Muhamed Qutb Shah, dan ibu dari Abdullah Qutb Shah. Beliau terkenal sebagai wanita yang arif dan bijaksana. Segala peristiwa dan keputusan Raja, selalu dikonsultasikan dulu kepada beliau.

Di depan makam Muhamed Quli Qutb, terdapat tempat permandian bagi jenazah Raja-raja sebelum dikebumikan. Dinamakan Badhashi Hammam. Di dalamnya terdapat beberapa ruangan dan kolam. Sebuah lantai berbentuk bundar terdapat di ruangan utama. Disanalah jenazah Raja akan dimandikan. Permandian itu dibangun olehnya sendiri, pada saat beliau juga membangun makam beliau.
Panorama Kompleks Makam bisa dilihat di sini dan sini

Bersambung ke Golconda Fort (Istana tempat dinasti Quth Shahi memerintah)
cape euy ngetiknya..

Sunday, May 01, 2005

Hyderabad hari ke-1

Alhamdulillah... akhirnya update juga. Ditungguin dari hari Kamis moodnya gak dateng-dateng buat posting. Sekarang juga belum, sebenernya.. tapi takut keburu basi ceritanya...hehehe.

Perjalanan kita minggu lalu dimulai pada hari Selasa malem tanggal 19 April. Gak langsung ke Hyderabad, tapi besoknya kita mau menghadiri perkawinan seorang kerabat dulu. Nah hari Kamis jam 2 siang, berangkatlah kereta kita menuju Hyderabad. Selain kita bertiga, ada dua temennya Uppa bersama istri dan anak mereka yang ikut. Jadinya rame-rame nih. Alhamdulillah, perjalannan lancar-lancar aja. Nasha gak serewel yang aku bayangkan. Ada lah nangis-nangis dikit kalo dia ngantuk, cape atau kepanasan.

Ngomong2 soal panas, weeeh gak tanggung-tanggung deh. Begitu masuk Andhra Pradesh keesokan harinya, yang berasa emang panas doang. Katanya sih Andhra Pradesh ini daerah yang paling panas di India. Di beberapa bagian dari State ini setiap tahunnya puluhan orang meninggal akibat gelombang panas. Sebelum berangkat sebenernya aku juga udah rada kuatir, abis sekarang kan summer. Takut gak kuat panasnya. Sepanjang jalan di kereta juga jarang banget keliatan ada rumah. Yang paling menarik perhatian adalah kebun cabe merahnya... wuih... Asli rimbun banget itu cabe. Yang udah dipanen ditumpuk menggunung di beberapa bagian. Sebelnya kok susah banget yak cari cabe seger di India sini. Sebejibunnya itu cabe merah, semuanya bakal jadi bubuk...

Charminar
Setelah hampir 25 jam di dalam kereta, akhirnya hari Jumat jam 2.30 siang kita nyampe di Hyderabad. Bener... panasnya... minta ampun. Berasa gak enak di badan. Kalo di keralakan panasnya bikin kita keringetan, tapi di Hyderabad sebegitu panasnya keringet gak keluar banyak. Tapi badan berasa 'ngelekeb' gak nyaman.

Sesampainya disana kita menuju hotel kecil tempat kita menginap. Bersih-bersih, mandi menyegarkan badan dan istirahat sebentar. Gak buang-buang waktu, jam 4 kita mulai keluar. Karena udah sore, kita perginya yang deket-deket aja... Yaitu ke Charminar.

Charminar ini landmarknya Hyderabad. Terkenal juga dengan sebutan Arch of Triumph of the East. Dibangun oleh Mohammed Quli Qutub Shah (Raja pada saat itu - sejarahnya menyusul yah) pada tahun 1591, segera setelah dia memindahkan ibukota dari Golkonda ke daerah yang sekarang di kenal sebagai Hyderabad. Menurut sejarah, konon dahulu di Hyderabad terjadi wabah pes yang besar. Setelah wabah itu berhasil diatasi, dibagunlah monumen ini untuk mengenang kejadian itu.

Bangunan berarsitektur Islam ini berbentuk bujursangkar dengan 4 menara di setiap sudutnya. Panjang setiap sisinya 20 meter. Menaranya sendiri tingginya 48,7 meter. Kalo kita mau menuju keatas, kita harus melewati 149 buah anak tangga melingkar, sempit dan curam yang terdapat didalam 4 menaranya. Saking sempitnya cuma bisa dilewati oleh satu orang saja. Cuma pemandangan dari atas bagus. Gak sia-sia gitu bersempit-sempit di tangga. Bukan pemandangan kota modern tetapi pemandangan kota India yang sering aku liat di buku-buku tourist guide. Panas, ramai, semrawut.. pokoknya semarak banget. Di lantai paling atas, terdapat masjid yang dulu di pakai oleh Mohamed Quli Qutb Shah dan pengikutnya untuk sholat. Charminar ini letaknya pas banget di perempatan.... Di salah satu sisinya menghadap ke jalan Laad Bazaar yang dipenuhi pedagang yang umumnya menjual bridal wear, gelang-gelang khas Hyderabad, mutiara dll. Suasananya katanya mirip bazaar tua di badgad. Suasana di Charminar bisa dilihat di SINI

Mecca Masjid
Di sisi sebelah barat Charminar terdapat Mecca Masjid. Mesjid ini merupakan yang tertua dan terbesar di kota Hyderabad. Mohamed Quli Qutb Shah mulai membangun Masjid ini pada tahun 1617, yang kemudian diselesaikan oleh Mughal Emperor, Aurangzeb tahun 1694. Dinamakan Mecca Masjid karena batu pertama pembangunannya di bawa dari Mekkah. Ruangan utama Masjid yang dindingnya terbuat dari batu granit ini berukuran panjang 220 kaki, lebar 180 kaki dan tingginya 75 kaki. Mampu menampung 10.000 jemaat.

Mohamed Quli Qutb Shah sendiri yang meletakan batu pertama pembangunan Masjid ini karena pada saat itu dia tidak berhasil menemukan seseorang yang tidak pernah meninggalkan sholat walaupun hanya satu kali saja. Beliau menjadi satu-satunya orang yang tidak pernah meninggalkan sholat sejak beumur 12 tahun.

Di depan masjid, setelah kita memasuki gerbangnya, terdapat kolam air mancur. Di ujungnya terdapat dua batu dan sebuah lempengan besi yang menurut legenda, siapapun yang duduk di atasnya, suatu hari akan kembali duduk di sana. Dan yang paling menarik perhatian adalah ribuan burung dara yang memadati plaza dan kolam di depan Masjid. Burung burung itu cuek aja walau kita berdiri didekat mereka. Sebuah bangunan kecil konon tempat disimpannya potongan rambut Nabi Mohamad SAW. Di sebelah kiri Masjid terdapat bangunan lain yang digunakan sebagai makam dari Penguasa Asaf Jahi mulai dari Nizam Ali Khan hingga Mehboob Ali Khan dan keluarganya. Panorama dari Mecca Masjid bisa di lihat di SINI. Tepat berseberangan dengan Mecca Masjid adalah Jami Masjid yang lebih baru.


Tuesday, April 19, 2005

Puter-puter India...?

Kita baru dari Gujarat..? Hehehe... gak kok. Jauh banget. Foto lelaki Gujarat berkumis panjaaang itu kita ambil waktu hari minggu kemaren ke Seemati, toko bahan gede di sini. Bukan mo belanja bahan sih, cuma mo nonton pertunjukan. Hehehe. Ceritanya buat ngerayain Vishu mereka mendatangkan seniman-seniman dari gujarat. Macem2 yang ditampilkan. Ada sandiwara, tari-tarian, pertunjukan boneka. Kita sih gak ngerti ceritanya.. orang pake bahasa Gujarat. Seneng aja ngeliatin kostumnya yang full colour. Lumayanlah, gak perlu jauh-jauh ke Gujarat kan jadinya.

Malam ini kita berangkat ke Hyderabad. Jaraknya dari Cochin gak tau pasti. Yang jelas 24 jam naek kereta....!!! Balik lagi ke Cochin minggu depan hari Rabu. Jadi, see you next week yah... Doain perjalanan kami lancar dan selamat sampai tujuan.

Monday, April 18, 2005

Cara lain mngolah Singkong.

Karena aku juga lagi bingung mo apdet apa... hehehe, jadi ikut-ikutan deh mempersembahkan menu dari dapur kami. Menu ini baru aku pelajari sesampai di India. Patut dicoba lho..

Kappa Indiahe...

Bahan:
1 kg Singkong yang bagus
1/2 butir kelapa parut
3 siung bawang putih
2-3 buah cabe hijau (sesuai selera)
2 spring daun kari (gak tau deh, gantinya apa)
1 sdt/secukupnya garam
1/2 sdt kunyit bubuk
daun ketumbar secukupnya

Cara membuat:
  1. Kupas, cusi dan potong kecil-kecil singkong. Kemudian direbus dengan air secukupnya. Jangan sampe singkongnya berenang. Cukup sampe semua singkong terendam aja. Tutup panci selama merebus.
  2. Sementara itu haluskan kelapa parut, bawang putih, daun kari, cabe hijau, garam dan kunyit bubuk dengan blender. Tambahkan air sedikit saja.
  3. Setelah singkong empuk dan air rebusan berkurang, masukan kelapa mix. Rebus kembali hingga meresap dan agak kering (api kecil).
  4. Matikan api, selagi panas hancurkan singkong dengan menggunakan sendok. Taburi dengan daun ketumbar cincang.

Nah, biasanya Kappa ini di makannya sama Beef Curry atau Fish Curry. Tapi kemaren aku pasangin sama Prawn Curry, kata Uppa rasanya okeh banget. Walau menurut aku sih rada lain aja gitu... Tapi kalo mo nyoba makan ala Kerala.. boleh kok dicoba...


Thursday, April 14, 2005

Apologies Accepted..

Minggu lalu waktu aku blogwalking dan mampir di blognya Miss L, ada postingan menarik dan cukup mengetuk hati.. (duilaaa). Seorang mahasiswa Amerika bernama James Zetlen mempublikasikan foto dirinya dengan tulisan "Sorry World (we tried) - Half of America" setelah pengumuman kemenangan Goerge W Bush pada pemilu Amerika November tahun lalu. Aksi ini kemudian diikuti oleh beribu-ribu rakyat Amerika lainnya yang mengirimkan pesan permintaan maaf mereka kepada dunia. Pesan-pesan mereka bisa dilihat di site ini.

Seorang dari Belanda kemudian membuat sebuah site sebagai jawaban atas permintaan maaf tersebut. Karena ini site Jawaban, sudah pasti isinya juga foto-foto penerimaan maaf yang dikirimkan dari berbagai sudut dunia.

Aku males komentar soal kemenangan Goerge W. Bush. Duh gak demen deh sama orang ini... hehehe. Tapi melihat ketulusan rakyat Amerika dan penduduk dunia... rasanya seneng dan terharu banget. Betapa sesungguhnya kita amat mendambakan perdamaian... Sebagai salah satu penduduk dunia yang pengen dunia ini selalu damai tanpa perang, tiada kata yang bisa aku katakan selain... APOLOGIES ACCEPTED.

Monday, April 11, 2005

Ultah niiiy...

Kemaren sepulang liburan week end ke rumah mertua sekalian kondangan, aku langsung ngecek blog (can't live without blog hehehe...). Terharu banget pas nemuin udah ada beberapa ucapan selamat di sb. Padahal tadinya mo diumumin gitu... Gak tau malu banget emang nih mamanya Nasha... hehehe.

Thanks buat Andar yang pagi-pagi udah mampir di blog dan ninggalin ucapan selamat di sb. Kapan punya blog sendiri, Ndar..? Thanks juga buat V3 di Blogfam yang buka thread di forum Blogfam buat aku... hiks terharu banget. Rasanya semakin jadi family nih. Blogfam emang oke ^_^

Buat temen-temen semua... Thank's banget ucapannya ya....

Wednesday, April 06, 2005

India VS Pakistan

Waduh, judulnya bikin panas... hehehe. Nggak kok, ini bukan ngomongin konflik politik dan perbatasan India Pakistan yang gak selesai-selesai. Basi banget. Ini soal pertandingan Cricket yang jadi favorit di India juga di Pakistan. Sabtu minggu lalu, di Jawaharhal Nehru Stadium, stadion internationalnya Cochin, digelar pertandingan bergengsi taraf internasional antara India dan Pakistan. Pertandingan itu merupakan pertandingan pertama dari seri kunjungan Pakistan di India piala Pepsi (kalo gak salah :D). Pertandingan selanjutnya akan diadakan di kota-kota lain.

Cricket ini emang ngetop banget di India (kalo di kita, sepakbola kali ya). Kalo ada pertandingan di TV, udah bisa dipastikan jalanan jadi sepi. Semua pada nongkrong di depan TV. Kerja juga gak konsen, bolak-balik ngecek di internet, skor berapa... (aku tau pasti, karena Uppa juga gitu... hehehe). Kalo kita ke pusat pertokoan atau perkantoran.. biasanya orang pada bejibun ngeliatin TV gede di toko elektronik yang sengaja dipasang pemiliknya buat memuaskan hasrat pencinta cricket. Yang paling sering ya kalo lawannya Pakistan atau Australia.

Makanya pas Cochin mendapat 'kehormatan' untuk jadi venue pertama seri ini (terakhir kali tahun 1987) semua pada antusias. Tiket udah sold out jauh-jauh hari. Bahkan banyak yang dateng dari jauh naek kereta semaleman demi hadir di stadion. Kapan lagi bisa melihat jagoan nasional mereka bertarung secara live..!!! Histeria dimulai di Airport pada hari kedatangan kedua team. Penuh, semua pengen melihat langsung Sachin Tendulkar & Sourav Ganguly Cs, serta Inzamam Ul-Haq Cs. Hotel tempat mereka nginep juga rame. Para penggemar mulai dateng ke stadion pas team mengadakan latihan menjelang pertandingan. Pas hari H, seluruh kota sepi... Semua penduduk kota, kalo gak di stadion ya di depan TV.

Bagaimana dengan Keluarga Najid? hehehehe... ternyata kita tenang-tenang aja di rumah. Selain emang gak beli tiket karena udah sold out (padahal karena mahal ;-p) kita juga gak punya tipi... hehehee. Udah gitu Uppa juga harus ngantor. Tapi tetep aja dia bolak-balik ngecek skor. Dan sorenya pas kita keluar jalan-jalan sebisa mungkin menjauhi area stadion karena udah pasti macet abis pertandingan.

Aku sendiri gak ngerti peraturan permainan Cricket. Udah di jelasin berulang kali tetep gak mudeng. Satu-satunya yang aku tau pasti Cricket itu lamaaaaa banget. Dimulai jam 9.30 pagi dan selesai 6.30 sore. Mana tahaaaaan. .

Eniwei, Stadion Cochin emang konon stadion keberuntungan India. Pertandingan Sabtu kemaren akhirnya dimenangkan dengan gemilang oleh India. Ini kemenangan terbesar dengan perbedaan wicket yg cukup gede (jangan tanya wicket itu apaan yah, gak ngerti!) dalam sejarah India melawan Pakistan saat India jadi tuan rumah.

Ternyata cricket juga bisa menurunkan ketegangan antara India-Pakistan lho. Para anggota team kedua negara udah terkenal sebagai duta perdamaian kedua belah pihak. Pas tahun lalu India bertanding di Pakistan, kedua anak Rajiv dan Sonia Gandhi yaitu Priyanka dan Rahul datang ke Pakistan buat nonton. Tahun ini giliran Bilal putra dari Presiden Pakistan Pervez Musharraf yang berkunjung ke India buat nonton pertandingan. Lets Make Peace not War !!!

Thursday, March 31, 2005

Baksooooo.....

Semangkok bakso lengkap dengan kerupuk sampai di emailku kemaren. Bakso Jenggot ini bakso terpopuler di Bumiayu dan konon rasanya paling okeh. Inget deh terakhir kali ke sana (berapa tahun yang lalu yah?) yang ngantri sampe panjang. Yang belum kebagian tempat duduk pada nungguin disamping pengunjung yang kira-kira isi mangkoknya hampir abis. Begitu pantat lepas dari kursi (belum sempet berdiri sikap sempurna) pengunjung berikut dengan kecepatan melebihi kilat langsung menyambar kursi, takut kesambar duluan ama yang laen. Kalo lagi mo jahat, biasanya kita makannya di lama-lamain, sambil ngobrol bakso di belah empat, dimakan satu-satu... hehehe. Firman.... makasih ya udah bikin aku ngiler. Teganya... teganya... teganya...

Tuesday, March 29, 2005

Gempa lagi..

Semalam sekitar jam 11.45 kita dapet sms dari salah satu kerabat yang mengabarkan telah terjadi gempa bumi di perairan Sumatra dengan kekuatan 8,7 skala Ritcher. Hati langsung tersentak... cemas. Masih terasa sedihnya gempa dan tsunami 26 Desember lalu... Ya Allah, cobaan apalagi yang Engkau berikan kepada kami. Semoga bencana yang lalu tak lagi terulang....

Monday, March 28, 2005

English man in New York

Hehehe.. judulnya keren yah... Aku memang bukan English man, apalagi di New York. Tapi pernah gak sih ngerasa jadi alien (Ooo..itu to maksudnya...). Pengalaman yang bikin kesel hati.. kadang bikin ketawa... kadang bikin heran.

Hidup dalam lingkungan yang berbeda, apalagi beda negara emang butuh kesabaran yang gede ya. Dulu sebelum nikah sempet mikir... ah, India kan gak beda-beda banget sama Indonesia. Budaya Indonesia apalagi Jawa kan banyak terinspirasi dari budaya hindu yang dibawa dari India. Kayaknya gak bakalan susah-susah banget buat adaptasi sama kebiasaannya. Taunya... duh, sampe sekarang kadang masih bikin aku stress.... Padahal udah mau dua tahun nih Agustus nanti. Tapi tetep aja susahnya... Atau akunya aja ya yang gak bisa beradaptasi...

Yang bikin aku suka gak tahan banget-banget itu keinginan mereka untuk sesegera mungkin meng-india-kan aku. Sejauh pengalaman aku selama ini, sepertinya orang di sini rada susah nerima perbedaan. Semua harus sama dengan mereka dan kalo ada yang beda sedikit bisa dianggap sesuatu yang salah. Kalo di Cochin sendiri gak terlalu bermasalah sih. Mereka lebih open minded, dan gak segan berbahasa inggris buat ngobrol. Lain cerita kalo pas kita pulang ke rumah mertua. Dulu jaman aku baru dateng, ke mana pun aku pergi semua mata bakal memandang. Gak tanggung-tanggung, dari ujung rambut sampe ujung kali gak berkedip dan terang-terangan pula. Walau aku udah pasang senyum semanis dan seramah mungkin, gak pernah terbalas. Yang ada tatapan curiga seakan aku ini makhluk aneh dari planet lain. Rasanya jengaaaah sekali... Sampe-sampe mertua dulu pernah ngelarang aku keluar rumah karena bakal jadi tontonan. Padahal tampang cuma beda idung doang... hehehe. Baju aja sama pake shalwar khameez. Jauh-jauh hari Uppa dah ngelarang pake baju "Indonesia"-ku selama di tempat asal dia. Padahal aku ngerasa gak ada yang salah sama baju-baju itu. Semuanya nutup aurat.

Ada kejadian lucu, nyebelin dan bikin kesel juga waktu dulu aku sholat di Mesjid. Waktu itu aku pake mukena 2 pieces yang bentuknya tas kecil itu. Yang ada itu satu mesjid semua pada ngeliatin ke aku. Pertamanya sih bingung napa ini pada ngeliatin semua... Masa lagi di mesjid mau ibadah, sempet-sempetnya rese kaya gitu. Eh bener aja... mukena itu yang beda. Abis sholat semuanya pada ngerubung. Serasa topeng monyet banget....

Trus ada lagi... yang complain ke kita karena waktu nyebrang jalan kita gandengan. Sampe disindir... takut apaan sih, kok pake gandengan. Duduh, bukan maksud mo show off, kan reflek aja yah... orang mo nyebrang. Lagian ini suami sendiri yang aku gandeng. Gak ngerti deh... Nah yang paling baru.... Kemaren pas pulang sama Nasha, seperti biasa kan aku pake gendongan yang didepan itu. Eh, ada yang bilangin lagi. Kalo kesini jangan pake gendongan gitu. Katanya kesannya seperti mau diliat orang aja. Disini orang kalo gendong bayi ya pake tangan. Aduuuuuuh... mau marah rasanya. Sumpah bukan mau pamer (lagian apa juga yang mau dipamerin) . Kita kan pake gitu karena supaya gampang aja. Bayangin harus gendong Nasha sementara harus nenteng Tas bayi juga. Naek kereta, bis dll.... Pleaseeeee... Hanya demi memuaskan selera orang lain, terpaksa aku harus gendong pake tangan sementara Nasha gak berhentinya bergerak-gerak.

Aduh, mohon maaf kalo postingan ini kesannya curhat banget. Abis hati lagi kesel. Kenapa sih, gak bisa liat yang beda-beda. Bukannya Allah juga menciptakan manusia berbeda-beda?

Tuesday, March 22, 2005

Pahlawan tanpa tanda jasa

Ada cerita menarik buat aku pas week end kemarin kita ke Trichy, tempat kuliahnya Uppa dulu. Sebelum kita balik ke cochin, dalam perjalanan ke Stasiun kita mampir ke tempat Uppa dulu ambil kursus VC++ sambil kuliah. Gedungnya kecil dan sempit. Ruang kursusnya ada di lantai 3. Cerita Uppa, kursus itu seharunya cuma 4-6 bulan. Tapi karena dulu Uppa suka badung, bolak balik absen dan pulang kampung melulu... akhirnya dia selesai dalam jangka waktu... 2,5 tahun. Makanya gurunya jadi sebel banget. Setiap liat muka Uppa langsung ilfil.. maunya naek darah melulu. Kalo Uppa ngerjain tugas, kertasnya langsung diterbangin ke jendela. Trus dia suka bilang didepan kelas, kalo mo kursus harus yang serius, jangan kayak Najid... Pas Uppa mau ambil kelas lain dia daftar bareng temennya, dia langsung bilang "kalo buat kamu bisa ambil, tapi gak buat Najid". Duh, kebayang kan gimana sebelnya dia sama Uppa. Tapi Uppa tau, kalo sebetulnya dia ini baik dan suka sama Uppa secara personally. Makanya dia pengen banget ketemu lagi sama gurunya ini.

Dia keliatan kaget dan seneng banget didatangin mantan muridnya. Sikap dia jadi hormat banget sama Uppa, termasuk sama aku. Sampe2 dipanggil 'Maam'. Duh, jadi gak enak deh kita. Trus dia dengan sopan sedikit maksa ^_^ minta kesedian Uppa untuk mampir ke kelasnya dan berbagi pengalaman. Kasih masukan pentingnya apa yang diajarkan dia disini. Soalnya dia bilang, muridnya suka gak percaya sama apa yang dia sarankan. Pas akhirnya Uppa bersedia (sambil agak-agak cemas ketinggalan kereta) dia keliatan sangat gembira. Jadi deh kita di bawa ke kelasnya. Sampe aku juga diminta maju kedepan kelas sambil gendong Nasha. Malu-maluin banget deh.

Aku jadi mikir... betapa berjasanya sebetulnya seorang guru itu. Murid dia udah banyak yang berhasil, dapet kerjaan bagus, Gaji yang gede. Ada yang kerja di US, atau Eropa. Tapi dia, tahun demi tahun berganti... masih setia mengajarkan materi yang sama kepada murid-murid baru yang datang silih berganti... tetap di ruangan sama, yang sempit dan panas itu.

Jadi inget cerita Mbak Lia, kakakku waktu dia pulang ke Bumiayu (kota kecil di Jawa tengah) tahun lalu. Disana dia ketemu dengan guru Bahasa Inggris yang dulu ngenalin aku dan Mbak Lia pertama kali sama bahasa Inggris. Metode yang beliau pakai ini kena banget deh sama kita Walau sumpe sampe sekarang bhs. Inggrisku masih belepotan kemana-mana grammarnya... hehehe (aku sebetulnya gak gitu tertarik belajar bhs asing... gak seperti mbak Lia). Pas ketemu, yang gembira banget justu beliau. Dan juga meminta kesediaan Mbakku buat kasih 'presentasi' di depan kelas dia... betapa pentingnya belajar Bahasa Inggris. Mbakku sampe terharu banget lho..

Mungkin kalo dipikir-pikir, yang beliau ajarkan ke murid-muridnya, belum tentu dipake sendiri. Maksudku... seberapa besar sih kemungkinan memakai English dikota kecil, kalo nggak pas pelajaran. Malahan mungkin murid-murid beliau sekarang lebih jago berbicara dalam bhs. Inggris.... Hmmm...

Gak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang guru, selain melihat keberhasilan murid-muridnya. Dan mengetahui bahwa apa yang pernah diajarkannya berguna bagi masa depan mereka.. Bener gak.. :)

Thursday, March 17, 2005

Tuesday, March 15, 2005

Berkah Blogging

Seneng... Setelah mendapat kiriman bumbu-bumbu cina dari Susan, dapur keluarga Najid kembali mendapat pasokan tak terduga dari Mumbai. Kali ini Lily gak tanggung tanggung mengirimkan kardus seberat 9 kilo berisi bumbu-bumbu instant. Walaupun Saos Tiramnya pecah (hicks, sedih deh...), aku sangat berbahagia (duileee) dengan 4 pack kulit lumpianya. Kebangetan banget kan di Cochin gak ada kulit lumpia, mo bikin sendiri gak sempet *alesan*. Langsung malem itu juga tersedia nasi goreng indofood beserta krupuk di meja...

Lily ini sodara sekampung (Duuuh, abis dikirimin aja langsung diaku sodara...hehehe). Kenalnya lewat blogfam. Pas udah ngobrol-ngobrol, ternyata ketahuan kita hampir sekampung. Kota asal Lily dan aku cuma 1 jam perjalanan. Aku dulu sering banget maen ke purwokerto, yang bagi orang bumiayu pada waktu itu kota banget.... hehehehe. Kenalnya malah pas udah sama-sama di India...

Trus ada yang laen nih. Sekitar 2 mingguan yang lalu juga aku ketemu (tanpa sengaja) temen lama semasa jadi anggota YISC Al-Azhar dulu gara-gara blog juga. Dia sih gak inget aku, tapi aku inget betul sama dia... Dia liat blog aku di muslimblog. Baru deh, ketahuan kita pernah kenal... 8 tahun yang lalu...
Siapa lagi yang punya pengalaman menarik gara-gara nge-blog..?

Friday, March 11, 2005

Fitnah oh fitnah....

Duh... duh...
Baru dua hari yang lalu aku maen-maen ke forum blogfam dan baca kasusnya Dayu yang difitnah sama orang yang gak bertanggung jawab.... memakai account Dayu di blogspot yang kebetulan sudah kosong untuk kasih komentar di blog lain. Waktu itu aku gak bisa ngebayangin, gimana keselnya Dayu difitnah kayak gitu.

Taunya, kemarin aku malah mengalami hal yang sama. Difitnah. Memang medianya lain. Kebetulan aku member dari sebuah milist yang anggotanya adalah teman-teman mahasisiwa yg berasal dari kota asalku. Dua minggu terakhir ini kita berdiskusi tentang sebuah topik. Layaknya sebuah diskusi, perbedaan pendapat pasti ada. Dan Insha Allah, pendapat yang aku sampaikan sebisa mungkin menggunakan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung orang lain. Dan pada saat itu aku yakin banget, bahwa diantara kita amat sangat terbuka menerima segala masukan yang ada.

Ternyata oh ternyata, di balik kebersamaan yang (aku kira) kita miliki, ada yang tidak setuju dengan aku. Insidennya dimulai ketika pagi hari aku mengecek email di milis tersebut, dalam inbox-ku ada seseorang bernama Agus Suhendar yang mengirim email dengan subject "Lisa...pa kabar" sebayak kira-kira 15 emails. Ketika aku coba delete email-email itu, jumlahnya malah berlipat-lipat. Terakhir aku cek.... totalnya mencapai lebih dari 1150 emails...!!! Bener deh, gak ngerti apa maksudnya... Sebelnya lagi, alamat 'sender' dari emails itu alamat aku sendiri.

Sorenya aku chatting dengan moderator milist yang kebetulan adalah teman sekelas waktu SMA dulu. Aku ceritakan insiden pagi hari itu. Aku tanya kok bisa sih ngirim emails beratus-ratus gitu cuma dalam hitungan detik doang. Dia yang kebetulan orang IT bilang mungkin saja karena ada programnya. Yang jelas bagiku... ada yang berniat gak baik nih...

Saat itu juga beliau ini membeitahukan bahwa ada email yang aku kirimkan di milis bernada sangat tidak sopan dan menggunakan kata-kata kotor. Aku jelas kaget. Aku gak merasa pernah mengirim email semacam itu. Semuanya jadi terang deh... kemungkinan besar pelakunya sama juga dengan yang mengirim 1150 emails. Mungkin maksud dia adalah memenuhi inbox-ku jadinya aku gak bisa menerima email fitnah yang dikirimkannya atas namaku. Dengan begitu akan menghalangi aku untuk tau soal ini dan membuat klarifikasi. Alhamdulillah, Allah tidak suka dengan orang yang punya niat buruk yaaa... Hanya 7 jam dari saat email itu dikirim, toh akhirnya aku tau dan bisa memberikan klarifikasi. Dan akhirnya email tersebut dihapus oleh moderator, dan aku membuat account baru.

Aku sama sekali gak tau maksud dia ini apa... Apa karena sebagian besar anggota yang ikut berdiskusi sependapat dengan aku...? Gak ada yang bisa aku lakukan selain beristighfar. Ya Allah mohon ampun kalau diri ini pernah menyinggung orang lain. Manusia itu tempatnya salah, walau aku pikir aku sudah berbicara sebenar dan sesopan mungkin, tetap saja mungkin ada orang yang tidak suka atau tidak setuju... Tambah pelajaran hari ini :-)

Duh, jadi rada-rada ngeri nih beraktifitas di dunia maya. Abis kejahatan dunia maya ini juga beragam sih. Jadi takut nge-blog hehehe... Takut ada postingan yang aku bikin menyinggung pihak lain, walau Insya Allah, gak ada sama sekali niat aku berbuat begitu. Jadi sebelum telambat ah... dengan kerendahan hati, kalo selama ini aku punya salah... mohon dimaafkan yah :-)

Wednesday, March 09, 2005

Like father like daughter

Kayaknya foto ini udah cukup menjawab pertanyaan di blog Nasha, lebih mirip siapa dia ;-p (beda warna dikit lah...hehehe). Kenapa ya, anak cewe' kebanyakan lebih mirip bapaknya...

Monday, March 07, 2005

Saree

Pengen upadate, tapi bingung mo nulis apa.... Hehe, abis hari-hari rasanya berjalan biasa-biasa aja. Gak ada yang menarik buat ditulis. Eh, kebetulan kemaren sempet chatting sama seorang teman yang tidak mau disebut namanya ;-p. Dia nanya cara make saree gimana. Doooh, serasa aku ini master segala sesuatu yang berbau India. Padahal baru satu setengah tahun jadi nyonya India. Sok taunya......hehehehe

Aku jadi browsing gambar nih, karena gak mungkin aku ambil foto diri sendiri atau minta Uppa meragain.. (hehehe..). Aku sih kepengen sekali pake saree, abis cantik dan feminin sekali. Cuma perut kan jadi kemana-mana... tak mungkin la yaaah... Punya bahan saree aja aku nggak. Setiap mo beli sama Uppa ditanyain, mo buat apa... sari itu susah banget makenya. Sama susahnya belajar malayalam. Kalo udah bisa bahasa malayalam, baru deh bisa make saree.... Duh, si Uppa, kan kepengen punya... masa' tinggal di India saree aja gak punya....

Nah, temanku sayang, cara makenya gini nih. Aku sendiri belum bisa rapi sih... Repotnya setengah mati. Bikin badan keringetan...
  1. Pake dalemannya dulu, atasan (kalo muslim yg pake saree disini biasanya lengan panjang dan perut gak keliatan) sama petticoat/rok daleman yang diikat kuat bagian pinggangnya. Jangan pake yang karet, karena kalo ntar melorot kan gak lucu. Ambil ujung dalam saree (pastikan panjangnya saree sampe lantai) trus diselipkan di petticoatnya biasanya bagian depan tapi suka-suka aja sih.
  2. Putarkan kain saree mengelilingi badan satu putaran. Ambil ujung yang lain. (jadinya lingkaran longgar gitu)
  3. Biar mudah, mendingan ujung yang bakal disampirin dipundak langsung ditaro di pundak, sesuaikan panjangnya sesukanya.
  4. Ambil sisa kain dan tarik ke bagian depan, trus yang bagian pinggang, rapatkan.
  5. Mulai lipat kain seperti bikin wiru kalo di indonesia, cuma ukuranny lebih lebar. Sekitar 5 inci. Lakukan sampe kain habis.
  6. Pastikan arah lipatan yang paling luar munghadap ke kiri, trus rapikan.
  7. Selipkan seluruh lipatan kedalam petticoat bagian depan.
  8. Selesailah step by step memakai saree. Bagian yang dipundak dibiarkan menjuntai ke bagian lengan seperti memakai selendang. Atau supaya lebih rapi dan nggak ngeribetin, biasanya kainnya diwiru juga trus disampirkan. Biasanya cara ini yang dipake buat sehari-hari.

Yak begitulah teman, mudah-mudahan bisa langsung di praktekin. Keliatannya gampang. Tapi bener deh... susahnya minta ampun. Tapi hasilnya.... cantik.


klik gambar untuk memperbesar

Thursday, March 03, 2005

Getting around Cochin

Kali ini mo cerita tentang kota tempat tinggalku sekarang. Cochin ini letaknya di Kerala State, di South India. Berbeda dengan North India yang cenderung panas dan kering, Kerala ini beriklim tropis, mirip sama Indonesia. Yang jadi ciri khas (dan bener-bener bikin aku 'heran') adalah pohon kelapa. Bejuta-juta aku rasa. Sejauh mata memandang, pohon kelapa semua. Sampe di kotanya kalo kita liat dari atas, hijau oleh pohon kelapa.

Cochin sendiri terbagi jadi dua. Bagian kota tuanya (beneran semua yang ada di sana tua banget) yang biasa disebut Fort Cochin, dan kota modern yang lebih sering disebut Ernakulam. Makanya Cochin dan Ernakulam sering disebut 'twin city'. Kedua bagian ini dibatasi oleh backwaters. Apa yah backwaters itu, kayak danau tapi nyambung ke laut. Walaupun nyambung dan gak ada pembatasnya, airnya tetep tawar ( Allahu Akbar).

Seperti umumnya kota-kota di negara berkembang, sebagian besar bagian kota berserakan sampah. Nyamuk juga jadi masalah gede disini. Dulu aku pikir Jakarta udah keterlaluan nyamuknya, taunya disini lebih-lebih. Mungkin karena disini banyak airnya yah. Pernah gak nangis gara-gara digigit nyamuk...? Maksudku bener-bener nangis dan keluar air mata kaya anak kecil..?

Cochin juga temasuk kota tujuan wisata di Kerala. Alhamdulillah, hampir semua tourism places disini udah pernah aku singgahi. Dulu waktu belum punya Nasha, aku sama Uppa kerjaannya keliling naek motor kalo week end.

Nah berikut ini sedikit kilasan tempat-tempat wisata di Cochin yang udah kita singgahi.....

Hill Palace adalah museum yang paling deket dengan rumah kita. Merupakan Museum Arkeology terbesar di Kerala. Didalamnya menyimpan koleksi dari raja-raja di Cochin (Royal Family of Cochin), patung, lukisan, perhiasan, senjata, etc... Tiket masuknya cuma 10 rupees (sekitar Rp.2000).

Bolghatty Palace terletak di Bolghatty Island. Dibangun oleh Pemerintah Belanda tahun 1744, kemudian menjadi British Resident of Cochin. Sekarang udah difungsikan sebagai hotel yang di maintain oleh pemerintah. Didepannya ada lapangan golf dan pemandangan ke pelabuhan alam.


Hill Palace (kiri) & Bolghatty Palace (kanan)

Forth Cochin jadi obyek utama turis di Cochin. Disana biasanya dipenuhi oleh wisatawan mancanegara. Biasanya dari US, Eropa dan Asia timur. Tempat pertama yang bisa dikunjungi adalah Jewish Synagogue yang dibangun tahun 1568. Merupakan Synagogue tertua di India. Kalo kita masuk ke alam biasanya ada petugas yang bakal menjelaskan sejarah Synagogue. Para turis duduk berkeliling didalam.

Sekitar 50 meter dari Synagogue ada museum Dutch Palace atau Mattanchery Palace. Dibangun oleh portugis tahun 1555 sebagai pemberian untuk Maharaja Cochin Veera Kerala Varma. kemudian diambil alih oleh Belanda yang kemudian memperbaiki dan memperluasnya, makanya disebut Dutch Palace.

Synagogue (kiri) & & Dutch Palace (kanan)

Nah, disepanjang jalan antara Synagogue dan Dutch palace itu banyak banget toko suvenir buat turis. Kebanyakan mereka menjual patung, ukiran-ukiran dari kayu, batu, atau logam. Ada segala penak-pernik kecil. Agak-agak mirip lah sama sovenir di Indonesia. Modelnya macem yang di Pasaraya itu. Tapi disini lebih tua dan alami kayaknya. Yang paling aku seneng adalah toko tekstilnya. Wah, bagus-bagus sekali. Ada selendang-selendang panjang khas India. Ini yang aku naksir banget. Harganya emang rada mahal kalo kita belinya disini. Kan konsumennya biasanya turis luar negeri. Tapi kalo dibandingin sama beli di Indonesia (dulu kan di Jakarta pernah ada festival India ya) ya masih murah banget. Trus disana juga ada karpet-karpet yang indah banget. Lagi-lagi MAHAL. Bahan Saree sama Shalwar Khameez sudah tentu ada. Cuma kalo emang niatnya mau beli saree atau shalwar, mendingan di kotanya, Ernakulam. Lebih murah, dan pilihannya macem-macem. Trus aku ngliat ada yang jual boneka-boneka tradisional. Modelnya mirip banget sama wayang golek di Jawa Barat. Cuma yang ini wajahnya ya India dan berbusana India. Bagus banget buat yang pengen mendekor rumah bernuansa India. Selebihnya, layaknya tempat wisata, banyak yang menjual kartupos dan buku-buku tentang india.



Dari situ, sekitar 10 menit bermobil ada pantai dan pelabuhan buat para nelayan. Terkenal dengan China Fishing Net-nya. Konon diperkenalkan oleh nelayan cina pada masa Kaisar Kublai Khan. Bentuknya berupa jala besar yang digantung dengan bambu, dan dibenamkan kedalam air.


Tujuan kita berikutnya adalah St.Francis Church yang merupakan gereja protestan. Dibangun oleh Pendeta Portugis yang datang bersama Albuquerque pada tahun 1503. Dipercaya sebaai gereja pertama yang dibangun oleh orang eropa di India. Pada tahun 1524 Vasco Da Gama meninggal di India, dan jenazahnya dimakamkan di gereja ini. Lalu 14 tahun kemudian, dipindahkan ke negara asalnya di Portugis. Batu nisan bekas makannya masih bisa disaksikan di dalam gereja.

Masih banyak tempat-tempat lain yang bisa dikunjungi. Cuman aku udah pegel ngetiknya...hehehe. Insya Allah bersambung, soalnya belom ada fotonya. Yang diatas itu kebetulan minggu lalu kita baru kesana... jadi sempet ambil foto. Sekalian mo posting tempat wisata di Kerala

Btw, postingan kali ini juga sebagai postingan 'iklan' buat Lily(Nurman Family) di Mumbai. Supaya dia memilih liburan ke Kerala dari pada Taj Mahal (gak imbang yak pilihannya, hehehe). Pan kalo elo ke sini Ly, sekalian bawain Kecap Bango...






Tuesday, March 01, 2005

Ketemu teman sekampung...

Akhirnya bikin update juga... kangen banget nge-blog. Eit, jangan salah sangka dulu. Lama gak nongol bukan karena peraturan barunya Uppa kok. Kebetulan minggu lalu kita pada pulang dan nginep di rumah mertua. Gak sempet online deh. Ditambah lagi kemaren hari senin sambungan internetnya rada bermasalah.

Hari Jumat minggu lalu kita berangkat pagi-pagi bener naek kereta. Nyampe di Tirurangadi siang jam 11-an. Langsung lah Nasha dikerubutin. Abis terakhir ke sana Nasha masih kecil dan bobo melulu. Sekarang badannya udah gede... udah bisa macem-macem pula... Cuma tetep aja, tukang molor. Di sana banyakan tidurnya dari pada maen. Biasanya pagi jam 7 dia udah bangun, ini ditunggu sampe jam 10 masih nyenyak. Bangun sebentar buat minum susu sama mandi, gak nyampe 2 jam, udah tidur lagiiii...

Senengnya, hari sabtunya ada yang ngasih tau ada cewe' indonesia juga yang lagi tinggal di deket situ. Dia nikah sama orang India juga. sebetulnya mereka tinggalnya di Kuwait, cuma 4 bulan terakhir dia di rumah mertuanya di Valancheri buat ngelahirin. Babynya baru 15 hari. Langsung deh, aku telpon. Ternyata dia juga sama senengnya kayak aku. Karena katanya dia kesepian banget. Trus hari minggu sebelum balik ke Cochin, kita ketemuan. Duh, senengnya setengah mati... ini pertama kalinya aku ketemu saudara sekampung halaman sejak aku pindah ke sini. Seneng bisa ngobrol pake bahasa sendiri lagi....

Hari Senin karena gak ada internet (heran, sekarang jadi gak bisa hidup tanpa internet ;-p) bete banget. Abis kerjaan selesai semua bingung aja mau ngapain. Akhirnya cuma bengong aja nungguin Nasha bangun. Sorenya kita keluar, nonton pameran. Aku sama Uppa emang hobi banget ke pameran. Gak ada satupun pameran yang terlewat...hehehe. Dari pameran ikut Uppanya meeting. Macem-macem aja, ikut kok ke meeting yaaach... Tapi lumayan, sambil dinner... menunya Chili Chicken sama Naan. Abis meeting kita ke Indiavision, stasiun TV. Uppa harus ketemu seseorang disana. Sampe sana malah kita tur, keliling ngeliat studio, dan syutingnya. Ketemu sama pembawa berita yang ngetop di sini... tapi tetep aja aku sih gak ngeh ketemu artis sama orang top sini. Abis buat aku mereka sama semua... kumisan gitu...hehehe.

San, kirimannya udah sampe..

Waduh... seneng banget nih aku... Kiriman Susan udah nyampe. Ceritanya sekitar 2 mingguan lalu kita ngomongin soal makanan china. Aku bilang di India sini susah banget nyari bumbu buat makanan cina, padahal cuma saos tiram sama kecap asin doang.. Eh, jeng Susan ini terharu.... trus dia bela-belain buat ngirimin aku bumbu chinese food dari US. Belum 2 minggu udah nyampe loh San... (Sampenya minggu kemaren hari Jum'at). Giliran aku yang terharu nih. Makasih ya, San....

Cuma San... aku gak berani asal make nih. Maklum, gak tiap hari aku dapet beginian. Barang berharga sekali nih. Jadi tolong kasih tau dong the best way buat make bumbu2 itu. Terutama cincaunya... aku bingung mo diapain. Trus yang stir fry itu... saucenya mending pake apa.. Ketchup juga make yang mana... biar rasanya enak. Kan sayang kalo salah bikin. Jauh-jauh dikirim dari US ke India buat dinikmati orang Indonesia yang kangen masakan Cina ;-p

Sekali lagi thank's a lot San.....