Wednesday, June 22, 2005

Dowry Sytem di India

Boy meets girl, boy falls in love with girl, boy and girl gets married…. Begitulah kira-kira gambaran ideal kita tentang sebuah pernikahan yang jadi awal terbentuknya rumah tangga. Tapi cerita macam itu sepertinya sangat sulit ditemui di India. Di tengah maraknya modernisasi di berbagai bidang, masyarakat India masih berpegang teguh pada tradisi perjodohan (arranged marriage). Orang tua menjadi pihak yang paling berhak menentukan dengan siapa anak-anak mereka akan menikah. Yang terpenting bagi mereka adalah hubungan antara kedua keluarga, bahkan terkadang menjadi lebih penting dari hubungan pasangan yang akan dinikahkan itu sendiri. Pertimbangan yang umum adalah kedua keluarga berasal dari latar belakang social dan pendidikan yang sama, persamaan budaya, kebiasaan dan agama, serta memiliki reputasi yang baik.

Dahulu, seringkali pernikahan dilangusngkan ketika sang anak masih di usia sangat muda. Dengan alasan tersebut, mereka menganggap anak mereka belum mampu memilih sendiri pasangan yang tepat. Alasan lain adalah untuk mecegah sang anak memilih sendiri pasangannya yang dikhawatirkan tidak sederajat, atau dianggap bukan dari keluarga yang baik. Perkembangannya sekarang, walau sang anak telah berada di usia yang mapan dan dewasa, perjodohan tetap menjadi keharusan di India.

Masalah selanjutnya berkaitan dengan ‘Arranged Marriage” di India adalah dowry. Berbeda dengan yang biasanya terjadi di Indonesia (Muslim) dimana pihak lelaki akan menyerahkan mas kawin kepada wanita, di India pihak wanitalah yang memberikan mas kawin kepada calon suami. Walau ini dilakukan pemeluk hindu di India ini, saya pribadi tidak menganggap itu tradisi hindu, karena saya rasa, umat hindu di Indonesia tidak melakukan system dowry ini (-mohon diralat kalo salah-).

Sebetulnya awal mula dilakukan sistem dowry ini memiliki tujuan yang baik. Dowry dimaksudkan sebagai hadiah atau bekal dari orang tua kepada anak perempuannya yang akan memasuki kehidupan rumah tangga. Kekayaan hadiah ini kemudian bisa disimpan atau digumnakan untuk kebutuhan sang anak, jika saja dia tidak bekerja, atau sewaktu-waktu terjadi sesuatu pada sang suami. Selanjutnya fungsi dowry ini berkembang sebagai bantuan biaya pernikahan. Belakangan fungsinya makin disalahgunakan oleh pihak suami beserta keluarganya. Seringkali tuntutan mereka atas dowry menjadi tak terkira. Dan pihak istri jarang sekali mendapatkan bagian dari dowry tersebut.

Biasanya jika pihak pria meberikan mas kawin sejumlah harta, ia mengharapkan mas kawin balasan sebanyak sepuluh kali lipat dari apa yang sudah ia belanjakan (misal 10 gram emas berarti akan mendapatkan paling tidak 100 gram emas). Semakin berkualitas sang pria (misalnya: dokter, insinyur, lulusan luar negeri, tampan dan kaya) maka harganya pun akan semakin mahal.

Yang jadi masalah, walau mas kawin udah dilunasi, kadang pihak suami... dan biasanya melibatkan seluruh anggota keluarga... masih menuntut ini itu dari pihak Istri. Domestic Abused secara fisik dan mental sering terjadi. Istri yang tidak kuat biasanya melakukan bunuh diri (tingkat bunuh diri di India termasuk tinggi) atau yang paling seram untuk dibayangkan…. si suami membakar Istri hidup-hidup bahkan ada juga yang dibakar bersama anaknya (jika anaknya perempuan). Tahun lalu bahkan ada kasus, si suami yang notabene adalah dokter dan seluruh keluarganya yg dokter semua menyuntikan virus aids ke istri dan bayi perempuannya (mereka positif HIV setelah 6 bulan sebelumnya test hasilnya negatif). Walaupun masih dalam penyelidikan benar atau tidak virus HIV bisa disuntikan... karena sampai sekarang suami dan keluarganya raib entah kemana.. Alasannya karena sang suami tidak cinta kepada istri dan ingin menikah dengan wanita lain. Dia menikahi istrinya dulu semata-mata karena dowry yang ditawarkan ayah sang istri.

Sebetulnya praktek dowry ini sudah dilarang oleh undang-undang di India sejak tahun 1961, tapi pada prakteknya tetap saja berlangsung hampir di setiap perkawinan, termasuk yang well educated.

Masalah dowry ini juga yang membuat tingkat aborsi bayi perempuan di sini tinggi. Kebanyakan orang tidak mau punya anak perempuan karena memang biayanya mahal. Makanya menanyakan jenis kelamin bayi saaat USG adalah tindakan yang melanggar undang-undang. Tapi sayangnya seperti juga sistem dowry, hal itu masih sering terjadi. Sensus tahun 2001 menyebutkan hanya terdapat 933 orang perempuan dari 1000 orang lelaki. Kasus Dowry Death sendiri konon mencapai 7000 kasus per tahun. Termasuk di dalamnya adalah kasus bunuh diri, pembakaran, kekerasan rumah tangga, dan beberapa ‘kecelakaan’ lainnya.

Percaya atau tidak selain penjara yang dikhususkan untuk menampung ibu-ibu mertua pelaku kejahatan dowry, disini ada lho Bank yang menyediakan fasilitas tabungan buat bekal anak perempuan menikah kelak. Jadi orang tua bisa mulai menabung sejak anaknya masih bayi.

Sebuah kisah menarik… Nisha Sharma, seorang mahasiswa komputer programing di New Delhi, Pada awal tahun 2003 pada saat umurnya menginjak 21 tahun akan menikah dengan seorang guru. Kedua belah pihak (dalam hal ini keluarga) bertemu melalui jasa matrimonial. Sebagai hadiah, sang ayah telah menyiapkan sebuah mesin cuci, dua buah kulkas, dua buah home theater system dan sebuah mobil sedan yang telah dikirim ke kediaman calon menantu, hasil dari menabung selama 10 tahun. Pada hari pernikahan, tepat sebelum ikrar pernikahan dimulai, ibu dari sang pria menuntut 25.000 USD. Mereka mengancam akan membatalkan pernikahan jika tuntutannya tidak dipenuhi. Ketika pihak orang tua Nisha menolak permintaan tersebut, mereka memukul ayah Nisha. Hal inilah yang membuat keberanian Nisha muncul… Pada saat itu juga dia menelpon polisi dan melaporkan tindakan calon keluarganya itu. Mempelai pria beserta orangnya akhirnya dipenjarakan. Nisha Sharma kemudian menjadi pahlawan karena keberaniannya menolak system dowry.

Tampaknya India memerlukan banyak Nisha Sharma yang berani menolak sistem yang telah mendarah daging ini. Jika tidak… mungkin Angka Dowry Death akan tetap tinggi.

Dikumpulkan dari berbagai sumber.


PS:
  1. Postingan ini special buat Ari di Jerman. Maap yak, lama….nulis serius ternyata susah bener… hehehe
  2. Yang ini tentang kawin paksa, baru baca cerita miris ini di Kompas : Kisah Kawin Balita Ala India

Wednesday, June 15, 2005

Musical Baton...

Hore... saya kebagian juga operan Musical Baton, hehehe... Setelah Wendy melempar baton ke saya, ternyata Yanti juga... Dobel deh (Jangan-jangan masih ada timpukan lain yang belum kena..?). Gimana Yan, dioper ke yang lain..?
- Total file musik di komputer saya : 1,49 GB (banyak apa dikit tuh..?) . Itu yang kemaren sempet ketemu pas dikulik-kulik. Keknya masih ada yang nyelip...
- CD/Kaset yang terakhir dibeli : waduh, apaan yah... gak inget, udah lama banget gak beli sejak (sama seperti yg lain) bisa copy dan download. Yang terakhir dibeli beberapa tahun yang lalu kalo gak salah Angelo Blu - Neri Per Caso. Trus yang terkahir minta dikirim dari Jakarta Musik Mulut - Jamaican Cafe.
- Lagu yang sekarang lagi diputer : Allah Turunkan Hujan - Album A Ba Ta Tsa Neno Warisaman (weeeeh, lama banget yak...)
- Lima lagu yang paling sering diputer :
  1. Pretty Woman - Soundtracknya Kal Ho Na Ho buat ndiemin Nasha, karena dia anteng banget kalo denger lagu ini *alesan, padahal saya suka juga*
  2. Mother - Yusuf Islam
  3. Big Yellow Taxi - Counting Crows ft Vanessa Carlton
  4. Le Ragazze - Neri Per Caso
  5. Se Non E Amore - Neri Per Caso

- Selanjutnya Musical Baton ini saya lempar ke : Chichi, Rahmi, Dwi, Lily, Wiwit

Friday, June 10, 2005

Campur-campur deh....

Weeits, nggak terasa taunya udah lewat 10 hari sejak terakhir kali apdet. Lama yak... Akhir-akhir ini emang kita rada sibuk (^0^ sok sibuk banget). Rasanya susah banget nyari waktu buat apdet dan nongkrong depan komputer rada lamaan. Palingan cuma blogwalking aja. Udah hampir dua minggu ini kita lagi kedatangan tamu terus dan nginep di rumah. Yang satu pergi yang lain dateng... Kan gak enak ya masa punya tamu di tinggal online sama tuan rumah... hehehe. Dan ternyata mereka juga kepingin online... hehehe, yah terpaksalah ngalah dikit.

Soal komputer kita di pake orang lain, rada susah juga ya. Maksud saya, susah memprotect kompie pribadi dari hal-hal yang gak diinginkan. Dua minggu lalu Uppa baru aja re-install desktop. Soalnya kompi terasa semakin lama aja loadingnya. Desktop udah penuh sama file-file yang gak jelas apa aja dan punya siapa aja. Yasud, dibuang-buangin semuanya. Termasuk Photoshop modal nge-blog juga ikut ilang. Ngambek deh gak mau apdet..hehehe. Alhamdulillah sekarang udah balik lagi.

Eh, baru aja dibersihin... belum ada seminggu kompi kerasa enteng dipake... udah keburu kena virus. Emang kita belum sempat install ulang McAfee-nya. Pikirnya kan kita cukup hati-hati sama file2 yang gak jelas. Tapi apa mau dikata, namanya banyak yang make, gak bisa diliatin pada nge-download apa aja. Tau-tau kompie lelet lagi, setiap dinyalain, shutdown dengan sendirinya... Tau deh kita, udah terkena virus. Kemaren seharian scan virusnya. Gile... dari pagi sampe sore gak berhenti2 itu McAfee kerja. Nonstop... saking banyaknya file yang terinfeksi. Sebelnya ini virus pindah-pindah. Di satu folder udah terdeteksi... eh mereka pindah ke folder laen... gitu terus, berulang-ulang. Mau tau berapa file terdeteksi terinfeksi virus...? 31.578 files..!!! Mau marah banget. Langsung deh aku pasang pengumuman di desktop gede-gede. Biar semua yang make bisa baca. Abis kesel... soalnya pas aku cek kapan virus itu masuk, ternyata tanggal 4 juni. Pas kita sekeluarga lagi keluar kota. Waktu itu emang di rumah ada orang laen yang lagi pada nginep.


Ngomong-nomong soal week end, hehehe... minggu kemaren kita plesiran lagi. Aduh, mudah-mudahan gak bosen dengernya. Kalo waktu itu kita ke Hyderabad yang panasnya minta ampun, kali ini kita ke Munnar yang dingiiiiiin. Munnar itu mirip-mirip puncak lah. Perkebunan teh. Sebetulnya gak gitu jauh dari tempat kita tinggal. Cuma sekitar 3 jam naek mobil.

Waktu itu pas temennya Uppa dan keluarganya nginep dirumah, trus mereka ngajak jalan-jalan. Ya udah deh kita milih ke Munnar karena relatif deket dan bagus. Beda sama Puncak Pass, Munnar ini jauh lebih asli dan natural. Maksudnya, gak terlalu komersil gitu. Jangan harap di sana kita bakal nemuin vila-vila megah, hotel atau restoran mahal. Tempatnya asli perkebunan teh yang gedenya beberapa kali Puncak Pas saya rasa. Sluruh perbukitan yang teramat sangat luas itu tertutup pohon teh. Perkebunan ini seluruhnya dimiliki oleh TATA, kebayang gak sih kayanya ini orang... hehehehe.

Tujuan turis adalah Top Station yang menurut saya bukan puncak tertinggi di Munnar. Tau kenapa dinamakan Top Station. Tapi emang dinginnya minta ampun. Mengigil sekali. Selain itu ada Echo Point berupa danau yang seberangnya hutan. Ditempat itu kalo kita buat suara yang nyaring bakal bergema. Pas disini juga kita jajan jagung bakar. Weleh, udah berapa tahun yak gak pernah makan jagung bakar. Tapi pas pesenan kita mateng... kerasnya minta ampun. Sampe sakit gigi karena ngunyahnya. Trus, trus... ada danau yang pemandangannya sumpah bagus banget. Di danau itu kita bisa boating juga.

Malemnya kita nginep di sana. Asli itu dinginnya minta ampun. Menusuk tulang... tulang berasa sakit gitu. Sampe gak bisa tidur semaleman. Nasha saya buntel serapet-rapetnya, itupun tetep dia tidurnya gak nyenyak. Air juga sedingin es. Mo mandi air anget keluarnya kecil banget karena semua kamar pada make. Gak sabaran akhirnya cuma cuci muka... hehehe. Hari berikutnya kita mengunjungi Wildlife Sanctuary. Di Munnar ini habitatnya Tahr, sejenis kambing gunung yang langka. Selain itu juga masih ada gajah liar di sini. Kadang2 itu gerombolan gajah kesasar ke kebun teh.

Ini kali kedua saya ke Munnar yg jadi puncak tertinggi di South India. Pertama dulu pas masih manten baru berduaan Uppa doang. Naek bajaj pula naek gunungnya..hehehe. Hebat banget bajaj sini bisa naek gunung. Yang jelas tahun depan kita harus balik lagi ke sana. Kepengen liat Neelikurunji Sejenis bunga yang munculnya sekali dalam 12 tahun...!!! Kalo Neelikurunji ini mekar, seluruh bukit (top station) bakal ketutup sama bunga ini. Waduh, kebayang gak sih indahnya.... Tahun depan adalah tahun berikut Nelelikurunji bakal muncul... Pokoknya aku harus berada disana pengen liat langsung. Insha Allah. Kalo gak kan bakal 12 tahun lagi nunggunya.... Mana Tahaaaaan....

Tuesday, May 31, 2005

Online lagi...

Alhamdulillah, bisa online lagi... Kangen banget nge-blog. Minggu lalu aku sama Nasha nginep di rumah mertua. Biasalah kalo disana jadi gak bisa online. Ada internetnya di rumah, tapi gak bisalah dibuat ngapdet apalagi blogwalking. Jadi buat temen-temen yang udah mampir ke sini, mohon maaf kalo aku belum sempat balas berkunjung. Insha Allah besok udah normal lagi aktifitas nge-blog-nya... hehehe.

Karena belum nemu ide buat apdet, cerita tentang Nasha aja kali ya... Sejak bisa berdiri, rada menguras keringat juga buat jagain dia. Pas banget waktu umur dia 6 bulan, dia udah bisa angkat badan ke posisi berdiri. Tadinya aku sempet was-was takut tulang dia belum kuat buat menopang seluruh berat tubuhnya. Jadinya setiap dia nyoba-nyoba berdiri selalu aku dudukin lagi atau kalo nggak, di bantu biar kakinya gak terlalu di bebani. Tapi setelah seminggu lebih, jadi susah juga. Soalnya dia bakal berdiri di setiap kesempatan. Dan kayaknya udah mantap banget gitu dirinya gak pake goyang-goyang. Makanya sekarang udah aku diemin aja. Mungkin memang perkembangan motorik kasarnya Nasha bagus. Nasha emang udah bisa tengkurep sendiri waktu umurnya baru 2 bulan 1 minggu. Alhamdulillah...

Yang susah sekarang malah makannya. Solidnya udah aku mulai pas umur 5 bulan, melenceng dari rencana semula mau sampe 6 bulan. Berhubung pas dia masuk bulan ke-6 kita traveling ke Hyderabad tempo hari, takut asi gak cukup. Sebulan pertama sih lancar-lancar aja kasih bubur susu. Sekarang malah susah banget, baru 5 suapan udah dilepehin lagi. Jadi sekarang Nasha rada kurusan. Abis dia banyak bergerak tapi makannya dikit...

Hmm.. cerita lain, minggu lalu baru dapet indomie goreng satu kardus, kecap manis satu botol dan sekilo emping. Alhamdulillah.... Ada temen Uppa yang dateng dari Kalimantan, sempet beliin buat aku. Trus ada juga temen Uppa yang lain beliin Kecap manis dari Singapore. Duh, pas gak ada, gak ad... Pas ada malah 2 botol sekalian.. Hm.. Enaknya bikin apaan ya pake kecap... Ada ide..?

Monday, May 16, 2005

Sisa-sisa Hyderabad

Udah basi banget ini sebetulnya cerita, tapi sayang kalo gak di posting, hehehe. Hari ke-3 dan ke-4 diisi mengunjungi tempat-tempat non-history. Demi memuaskan hasrat anak-anak (kita ke Hyderabad sama 2 keluarga lain) kita mengunjungi Nehru Zoological Park. Mirip banget suasananya seperti Ragunan. Luas dan banyak taman-taman. Saking luasnya sampe rasanya susah banget untuk nyari binatangnya... hehehe. Karena itu juga akhirnya kita naek kereta berkeliling Bonbin, daripada cape jalan sana-sini. Ikutan Safari Tour... kayak Taman Safari gitu, cuma binatangnya hanya Harimau, Singa dan Beruang. Yah... lumayanlah. Panasnya itu yang gak tahan...

Trus abis dari Bonbin kita ke Museum Mobil. Disini menyimpan mobil, berbagai bentuk. Burger, Toilet, Kasur, Komputer dll. Katanya sih semua mobil itu bisa berfungsi selayaknya mobil. Duh, yang ini basi banget deh. Mana tiket masuknya mahal banget, gak sebanding sama yang kita liat di dalem. Akhirnya disana kita cuma 15 menitan trus cabut... hehehe

Tujuan selanjutnya Snow World. Waduh, tiket masuknya 330 rupees... Mahal banget untuk ukuran India. Snow Wold ini dibangun untuk memuaskan orang-orang yang kepengen tau gimana rasanya berada di salju... hehehe. Di dalamnya ada ruangan super besar yang suhunya minus sekian (gak tau berapa tepatnya) dan berisikan salju (kristal2 es). Sempet kuatir Nasha juga, soalnya jelas dia gak boleh ikutan masuk. Akhirnya aku sama Uppa gantian jagain Nasha di luar. Pas setengah jam terakhir ada mbak-mbak penjaganya yang bersedia nungguin Nasha yang tidur sementara emak sama bapaknya bersenang-senang mainan salju..hehehe. Gila ya... dingin bener. Mengigit. Pas di dalem 'salju' turun pula.. Wah... beku rasanya kaki. Gak kebayang gimana rasanya hidup di negara yang suhunya minus tiap hari. Tapi kalo selang seling seminggu panas seminggu salju... mau tuh.. Huhuhu, gak mungkin banget.

Abis dari Snow World. kita menuju Lumbini Park di tengah kota, buat nonton Laser Show. Wah, taman penuh sesak oleh orang-orang yang mau bersantai. Tapi walau sesak, tepatnya tetap bersih lho. Sambil nunggu show di mulai, kita duduk-duduk di rumput sambil ngemil. Shownya dimulai sekitar jam 7 malem begitu matahari terbenam. Buat aku yang baru pertama kali nonton Laser Show, jelas terkagum-kagum. Bagus banget yak.. hehehe. Ada ceritanya juga.. tentang sejarah terbentuknya kota Hyderabad. Ya yang cerita Muhamed Qutb Shah yang jatuh cinta sama Bhagmati itu lho...


Besoknya kita ke Ramoji Film City. Berangkat dari penginapan lumayan pagi karena letak Film City agak di luar kota. Gerbang depannya letaknya berkilo-kilo meter dari Fil City-nya sendiri. Dari gerbang itu kita beli tiket yang harganya cuma 200 rupee. Trus dari situ kita naik bis yang udah disediakan khusus oleh Film City. Trus nonton pembukaanya, berupa tari-tarian. Di dalam Film City ada bis-bis terbuka buat tour disertai guide-nya. Udah deh kita keliling liat-liat setting film. Ada Mumbai Hospital yang bagian belakangnya International Airport ^_^ Ada Stasiun kereta yang depan belakang udah beda kota, replica kota london, replica taman jepang, replica Taj Mahal, kota mumbai, pasar tradisional india dll. Ada tempat syuting Shah Rukh Khan di Kuch Kuch Hota Hai, tempat syutingnya Amitabh Bachan di salah satu filmnya.. dst--dst. Tempatnya emang bagus banget. Kita disana sampe sore. Baru keluar dari Film City jam 6.30 sore... (foto banyak, tapi males ngeditnya..hehehe)

Abis dari Film City kita ke mall... Belanja itu perlu kan... Tapi sampe sana malah gak beli apa-apa.. selain baju buat Nasha. Abis gak kepingin apa-apa. Pas nunggu temen yang masih belanja iseng ke tempat jual assesoris... Eh nemu gelang-gelang India yang cantik-cantik banget. Murah pula. Waduh, langsung kalap.. hehehe. Beli deh lumayan banyak. Walau aku sendiri gak tau itu mau diapain gelang segitu banyak. Kali nanti kan bisa buat oleh-oleh kalo pulkam. Ayo.. ayo siapa yang mau... hehehehe.

Hari berikutnya kita gak kemana-mana karena jam 12 siang kita harus balik lagi ke Cochin naek kereta Another 26 hours journey... Hmm... Tapi alhamdulillah, segala rintangan dapat diatasi... Nyampe ke Rumah hari berikutnya sekitar jam 2.30 siang. Kota selanjutnya yang mau dikunjungi... Delhi-Agra... Waduh, kapan yak... ^_^

Friday, May 06, 2005

Golconda dan Sejarah Hyderabad

Sebelum cerita tentang Golconda Fort silakan dilihat dulu panorama tembok luar dari Golconda Fort, pelataran dalam yang merupakan level terendah yang kita temui begitu memasuki gate utama, dan panorama dari atas fort. Maksudnya biar bisa ikut ngebayangin gitu pas aku cerita ^_^

Golconda merupakan ibukota dan pusat pemerintahan kerajaan yang kuasai oleh dinasti Qutb Shahi sebelum dipindahkan ke tempat yang sekarang bernama Hyderabad. Pusat pemerintahan ini dikelilingi oleh 7 lapis tembok batu yang digunakan sebagai benteng pertahanan pada masa itu. Kota Hyderabad sekarang bahkan masih berada di dalam benteng terluar. Yang mau kita ceritakan kali ini adalah benteng terdalam yang juga merupakan tempat tinggal Raja-raja Golconda dan keluarganya.

Suasana Fort sudah terasa sejak sebelum kita memasuki kompleks utamanya. Saat kita dalam perjalanan menaiki autorickshaw, beberapa kali kita melewati tembok batu dan gerbang tinggi yang dahulu adalah bagian dari Fort. Walau aku sendiri gak sempet ngitung, tempat ini memeliki 8 gates sebelum kita benar-benar masuk ke tempat tinggal Raja.

Setelah kita melewati counter untuk membeli ticket masuk. Dari situ aja kita udah bisa ngerasain suasana yang mirip dongeng (paling gak aku.. heheh). Pemandangan tembok luarnya bener-bener sama dengan yang sering digambarkan buku-buku cerita anak tentang sebuah kastil. Lengkap dengan lubang-lubang kecil tempat para prajurit menembakan senjatanya ke arah musuh sementara mereka bersembunyi dibalik benteng. Aku jelas saja langsung mengkhayalkan kejadian-kejadian itu... hehehe. Tepat diatas gate terdalam diletakan sebuah wadah besar yang dahulu diisi minyak panas, yang kemudian disiramkan ke musuh yang mencoba masuk ke dalam. Waduh, serem banged yak.

Hal pertama yang menarik perhatian kita begitu melewati gate adalah sebuah kotak di lantai batu. Jika kita berdiri di dalam kotak itu dan bertepuk dengan tangan, suaranya akan terdengar sampai ke puncak Fort diatas bukit yang jaraknya tentu saja sangat jauh dan tinggi. Denagn cara inilah mereka berkomunikasi dan menyampaikan pesan dari bawah ke puncak secara cepat, terutama saat-saat genting. Kita langsung secara bergantian berdiri di atas kotak batu tersebut dan bertepuk tangan. Tentu saja kita tidak bisa membuktikan kebenarannya karena kita masih sangat jauh dari puncak.. hehehe.

Bahkan suara gemerisik daun di tempat ini pun akan terdengar dari atas. Hal inilah yang membuat kagum para arsitek-arsitek jaman sekarang mengenai tehnik pembuatannya.

Di level terendah ini terdapat banyak sekali taman dan bangunan-bangunan, termasuk masjid yang hampir semuanya berdinding batu dan berlangit-langit tinggi. Ditempat inilah para keluarga kerajaan beserta para pembatunya tinggal. Di sisi lain terdapat aula terbuka yang digunakan untuk menampilkan tarian-tarian dan hiburan. Selain itu ada juga sebuah kolam besar tempat menampung air yang akan disalurkan menuju puncak bukit. Mereka sudah memiliki sistem pengairan yang sangat baik pada saat itu. Sampai sekarang sisa-sisa pipa saluran air masih terlihat disana-sini.

Pemandangan ke arah Fort diatas bukit dari tempat ini sangat menakjubkan. Lagi-lagi buat aku, mirip sama kastil-kastil dongeng. Berdinding batu, bertingkat-tingkat dan letaknya menjulang diatas bukit. Lagi-lagi pula aku mengkhayalkan prajurit Golconda berlalu lalang di sana ^_^ Untuk naik ke puncaknya sendiri kita harus melewati tangga yang seakan gak ada ujungnya. Capek banget pokoknya. Tapi banyak yang bisa kita lihat sepanjang perjalanan ke atas. Dianataranya sebuah Kolam yang jauh lebih besar dan dalam untuk keperluan penampungan air. Kita juga melewati sebuah Penjara yang digunakan untuk menahan seorang menteri pada masa pemerintahan Abul Hasan Tana Shah yang menggunakan dana publik untuk pembangunan Temple bagi Rama. Ia dipenjarakan selama 12 tahun. Di dinding ruangan itu bisa kita lihat, pahatan dan ukiran yang ia kerjakan sendiri semasa di tahanan.

Setelah beberapa kali istirahat, sampailah kita di puncak bukit. Ada sebuah Masjid kecil di sana. Dan ternyata..... kita benar-benar bisa mendengar suara tepukan-tepukan yang dilakukan para pengunjung di bawah sana...!!!! Hebat. Kita juga bisa melihat kompleks Makam Raja (Qutb Shahi Tombs) yang sudah diceritakan sebelumnya. Selain itu di kejauhan tampak reruntuhan benteng ke dua dan ketiga dari Golconda. Pemandangan yang aduhaiiii......
Untuk menuruni puncak bukit, kita melewati jalan lain yang lebih banyak melewati ruangan-ruangan tertutup. Dalam perjalanan turun ini bisa terlihat jelas tempat tinggal keluaraga kerajaan. Ditempat itu pula sekarang setiap sorenya setelah matahari terbenam diadakan light show. Acaranaya sendiri adalah pembacaan drama tentang kehidupan dinasti Qutb Shah, disertai dengan lampu yang secara bergantian menyala di berbagai bagian kastil. Memberikan efek sangat dramatis.... Indah.

Golconda sendiri dibangun oleh Kakatiya's King pada abad ke 13 menggunakan tanah (mud). Kemudian Golconda diambil alih oleh Bahmani's King. Setelah Sultan Quli Qutb Shah menyatakan merdeka dari Bahmani, beliau menjadikan Golconda sebagai pusat pemerintahannya. Merekalah yang kemudian menggantinya dengan batu granit yang pembangunannya memakan waktu 62 tahun.

Pada masa Mohamed Quli Qutb Shah, beliau merasa suply air ke Golconda semakin sedikit dan sulit. Karenanya beliau memindahkan ibukota kerajaan ke tempat di tepi sungai Musi (kayak di Sumatra yah) yang selanjutnya disebut Hyderabad

Asal muasal nama Hyderabad, menurut legenda (saya mendapatkan cerita ini dari pembacaan drama light show juga pada saat menonton laser show di taman kota, tapi tidak menemukannya di brosur ataupun di internet) karena pada saat itu pangeran dari kerajaan (aku kurang jelas yang mana, tapi kemungkinan Mohamed Quli Qutb Shah, pendiri Hyderabad sendiri) jatuh cinta pada seorang penari kerajaan yang cantik bernama Bhagmati yang beragama Hindu. Sang Raja sangat marah dan melarang putranya untuk berhubungan dengan Bhagmati. Kemudian beliau mengeluarkan Bhagmati dari kerajaan, dan memutuskan jembatan sungai Musi untuk mencegah putranya menemui Bhagmati. Namun karena cintanya yang besar kepada sang kekasih, sang pangeran pun meninggalkan kerajaan di malam berbadai dan mempertaruhkan nyawanya untuk menyebrangi sungai yang pada saat itu sangat dalam dan deras. Melihat kegigihan sang putra, raja pun luluh dan menikahkan keduanya. bhagmati kemudian memeluk agama Islam dan menjadi ratu. Namanya pun diganti menjadi Hyder Mahal. Untuk mengenangnya, disebutlah ibukota kerajaan yang baru sebagai Hyderabad. Hmmmm... ceritanya mirip film India ya...... hehehee. Sungai Musi ini masih ada sampe sekarang hanya saja penampilannya jauh berubah. Mirip Ciliwung lah, sembit, kotor, hitam dan bau... :(

Owiya, hampir lupa. Golconda ini merupakan tempat asal permata Kohinoor, permata terbesar di dunia yang saat ini berada di Mahkota ratu Inggris. Pada saat itu mereka tidak menyadari nilai dari batu tersebut, dan mereka menggunakannya untuk mendapatkan cahaya, karena batu itu sangat besar dan memantukan cahaya. Pemerintah Briish yang tau pasti bahwa kohinoor sangat berharga kemudian membawanya ke Inggris. Sampai sekarang menjadi pertanyaan, mengapa Inggris tidak mengembalikan permata yang menjadi milik rakyat India tersebut.

PS : Cerita dan Uraian yang aku tuliskan tentang Charminar, Mecca Masjid, Salar Jung, Qutb Shahi Tombs, dan Golconda Fort, adalah hasil menterjemahkan brosur yang di dapat saat mengunjungi tempat-tempat tersebut dan ngurek-ngurek di internet. Ini aku rangkumkan dari berbagai cerita... Buat sharing ajah. Maaf ya kalo ngebosenin... ^0^

Wednesday, May 04, 2005

Hyderabad hari ke- 2

Hari kedua di Hyderabad jadi the best day of all pokoknya. Kita mengunjungi 3 tempat: Salar Jung Museum, Qutb Shahi Tombs dan Golconda Fort. Aku seneng banget sama yang kuno-kuno bersejarah gitu. Seneng ngurek-ngurek cerita dibalik tempat-tempat tersebut, sambil ngebayang-bayangin gitu. Jadinya mohon maaf kalo ceritanya sedikit ngebosenin... ^_^

Salar Jung Museum
Museum ini di buka untuk umum sejak 16 Desember 1951 oleh perdana menteri India pada saat itu Jawaharhal Nehru. Merupakan koleksi individual terbesar di dunia karena museum ini memamerkan benda-benda artistik koleksi dari Nawab Mir Yousuf Ali Khan atau Salar Jung III. Sebagian dari koleksi-koleksi tersebut adalah peninggalan dari ayahnya Nawab Mir Laiq Khan (Salar Jung II) dan kakeknya Nawab Mir Turab Ali Khan (Salar Jung I). Salar Jung adalah perdana menteri semasa pemerintahan Nizam. Salar Jung III menjadi perdana menteri pada saat umurnya baru 23 tahun. Semasa hidupnya dia mengumpulkan beribu-ribu benda2 artistik dan kuno dari berbagai negara di dunia. Koleksinya kini berjumlah lebih dari 35.000 buah dan 50.000 buku dari berbagai negara. Namanya museum, bisa dibayangin deh isinya apa.. Lukisan-lukisan, baik lukisan India maupun Luar negeri, Patung, berbagai macam senjata, jam antik, permata, furniture, mobil dll. Sayang gak boleh difoto. Jadi ya silakan membayangkan sendiri.. :D Yang jelas, semuanya bikin kita berdecak kagum. Indah-indah. Ada pakaian perang besi prajurit eropa itu loh.. lengkap dengan pedang dan perisainya. Sampe beberapa menit aku berdiri menatap baju besi itu... ngebayangin gimana prajurit yang mengenakan baju perang itu bisa bergerak dsb... hehehe.

Ada yang menggelikan juga. Jadi di salah satu ruangan lantai dasar di aula terbuka gitu disimpan jam antik buatan Inggris dari abad ke 19. Katanya itu Musical Clock, yang setiap jamnya bakal berbunyi. Seorang tukang sepatu keliatan sedang mengetukan palunya. Setiap ketukannya menandakan detik. Jam itu diletakan di tengah. Di kedua sisinya dipasang layar yang lumayan besar buat menampilkan jam itu dalam ukuran yang lebih besar. Di depan jam itu di pasang puluhan kursi bagi para pengunjung yang mau menyaksikan 'keajaiban' jam itu. Pas banget waktu kita disana waktu menunjukan pukul 11.45. Jadilah kita ikut duduk menunggu. Sampe berebutan tempat duduk dan ngomel-ngomel sama orang yang dengan seenaknya bediri di depan kita. Dan apakah yang terjadi sodara-sodara.... ketika jam menunjukan pukul 11.59, semua mata tertuju pada jam tersebut dengan nafas tertahan.... Dan seorang prajurit kecil muncul dari sebuah pintu memukul lonceng sebanyak 12 kali. Itu saja.. hehehe. Penonton kecewa... Bukannya aku gak menghargai seni, tapi terus terang aja aku tadinya mengharapkan sesuatu yang spektakuler akan terjadi. Sebuah marching band akan keluar bermain musik misalnya (kan judulnya Musical Clock).. atau jam tersebut akan terbelah *ngayal terlalu jauh*. Ternyata biasa saja, mengingat penampilannya yang berlebihan, sampai-sampai dibuatkan ruangan khusus dengan berpuluh2 tempat duduk dan dua layar lebar. Mbok ya biasa aja gitu looo... Kan jadinya gak pada merasa tertipu begini. Yang ada kita ketawa-tawa geli abis itu...

Qutb Shahi Tombs
Tempat ini merupakan kompleks pemakaman dari dinasty Qutb Shahi yang memerintah Golconda, cikal bakal dari kota Hyderabad. Pemakaman ini merupakan bukti paling otentik peninggalan arsitektur Qutb Shahi. Walaupun ukurannya jauh lebih kecil, aku langsung teringat dengan Taj Mahal. Hanya saja, kompleks ini tidak terlalu terawat, sehingga kehindahannya berkurang. Tapi bangunan-bangunan ini, termasuk Charminar dan Mecca Masjid usianya lebih tua dari Taj Mahal.

klik untuk memperbesar gambar

Makam dari Sultan Quli Qutb Shah I (pendiri dinasty Qutb Shah) dan Jamsheed Quli Qutb merupakan yang paling sederhana. Sultan Quli Qutb membangun sendiri makamnya tersebut. Beliau memerintah Golconda pada tahun 1518 setelah menyatakan independen dari Bahmani. Memerintah selama 25 tahun. Pada tahun 1534 saat dia berumur 99 tahun, putranya Jamsheed, merencanakan pembunuhan ayahnya sendiri karena tidak sabar untuk naik tahta.


Jamsheed kemudian memerintah Golconda dari tahun 1534-1550. Dalam makamnya terdapat juga makam putranya Subhan Qutb Quli Shah yang hanya memerintah selama 7 bulan.

Jamsheed digantikan oleh adiknya yang termuda bernama Ibrahim Quli Qutb Shah yang memerintah tahun 1550-1580. Beliau ini yang memulai pendirian bangunan-bangunan besar di kota.

Makam dari pendiri pendiri kota Hyderabad, Muhamed Quli Qutb Shah (1580-1612) merupakan makam yang paling menarik. Terdiri dari dua lantai. Untuk memasuki makamnya, kita harus menaiki tangga... karena ruang utamanya berada dilantai atas. Makamnya ditutupi oleh sebuah kain berwarna merah. Sebenarnya makam itu adalah makam palsu. Karena di ruangan itu terdapat tangga rahasia yang kecil, curam dan gelap menuju ruangan bawah yang lebih sederhana. Disanalah makam sang pendiri Hyderabad berada. Mereka sengaja meletakan makam yg seseungguhnya di bawah karena kuatir akan dihancurkan oleh musuh.

Muhamed Quli Qutb Shah digantikan oleh keponakannya yang juga menantunya bernama Sultan Mohamed Qutb Shah V dari tahun 1612-1626. Beliaulah yang membangun Mecca Masjid.

Makam raja terkahir adalah makam Abdullah Qutb Shah (1626-1672) putra dari Sultan Mohamed. Beliau memerintah sejak berumur 12 tahun.

Abdullah memiliki dua orang putra, Mirza Nizamuddin dan Abul Hasan Tana Shah VII yang memperebutkan tahta Golconda. Abul Hasan kemudian memenangkan pertarungan tersebut dan memerintah dari tahun 1672-1687. Namun kemudian ia takluk kepada Aurangzeb, raja terakhir dari Mughal Emperor. Beliau meninggal dunia 12 tahun kemudian sebagai tahanan. Makamnya kemudian terbengkalai tidak terselesaikan.

Selain makam keenam raja diatas, terdapat sebuah makam berwarna putih indah dengan sebuah kolam air mancur didepannya. Makam tersebut adalah milik Hayath Bakhsi Begum, putri satu-satunya dari Muhamed Quli Qutb Shah IV, istri dari Sultan Muhamed Qutb Shah, dan ibu dari Abdullah Qutb Shah. Beliau terkenal sebagai wanita yang arif dan bijaksana. Segala peristiwa dan keputusan Raja, selalu dikonsultasikan dulu kepada beliau.

Di depan makam Muhamed Quli Qutb, terdapat tempat permandian bagi jenazah Raja-raja sebelum dikebumikan. Dinamakan Badhashi Hammam. Di dalamnya terdapat beberapa ruangan dan kolam. Sebuah lantai berbentuk bundar terdapat di ruangan utama. Disanalah jenazah Raja akan dimandikan. Permandian itu dibangun olehnya sendiri, pada saat beliau juga membangun makam beliau.
Panorama Kompleks Makam bisa dilihat di sini dan sini

Bersambung ke Golconda Fort (Istana tempat dinasti Quth Shahi memerintah)
cape euy ngetiknya..

Sunday, May 01, 2005

Hyderabad hari ke-1

Alhamdulillah... akhirnya update juga. Ditungguin dari hari Kamis moodnya gak dateng-dateng buat posting. Sekarang juga belum, sebenernya.. tapi takut keburu basi ceritanya...hehehe.

Perjalanan kita minggu lalu dimulai pada hari Selasa malem tanggal 19 April. Gak langsung ke Hyderabad, tapi besoknya kita mau menghadiri perkawinan seorang kerabat dulu. Nah hari Kamis jam 2 siang, berangkatlah kereta kita menuju Hyderabad. Selain kita bertiga, ada dua temennya Uppa bersama istri dan anak mereka yang ikut. Jadinya rame-rame nih. Alhamdulillah, perjalannan lancar-lancar aja. Nasha gak serewel yang aku bayangkan. Ada lah nangis-nangis dikit kalo dia ngantuk, cape atau kepanasan.

Ngomong2 soal panas, weeeh gak tanggung-tanggung deh. Begitu masuk Andhra Pradesh keesokan harinya, yang berasa emang panas doang. Katanya sih Andhra Pradesh ini daerah yang paling panas di India. Di beberapa bagian dari State ini setiap tahunnya puluhan orang meninggal akibat gelombang panas. Sebelum berangkat sebenernya aku juga udah rada kuatir, abis sekarang kan summer. Takut gak kuat panasnya. Sepanjang jalan di kereta juga jarang banget keliatan ada rumah. Yang paling menarik perhatian adalah kebun cabe merahnya... wuih... Asli rimbun banget itu cabe. Yang udah dipanen ditumpuk menggunung di beberapa bagian. Sebelnya kok susah banget yak cari cabe seger di India sini. Sebejibunnya itu cabe merah, semuanya bakal jadi bubuk...

Charminar
Setelah hampir 25 jam di dalam kereta, akhirnya hari Jumat jam 2.30 siang kita nyampe di Hyderabad. Bener... panasnya... minta ampun. Berasa gak enak di badan. Kalo di keralakan panasnya bikin kita keringetan, tapi di Hyderabad sebegitu panasnya keringet gak keluar banyak. Tapi badan berasa 'ngelekeb' gak nyaman.

Sesampainya disana kita menuju hotel kecil tempat kita menginap. Bersih-bersih, mandi menyegarkan badan dan istirahat sebentar. Gak buang-buang waktu, jam 4 kita mulai keluar. Karena udah sore, kita perginya yang deket-deket aja... Yaitu ke Charminar.

Charminar ini landmarknya Hyderabad. Terkenal juga dengan sebutan Arch of Triumph of the East. Dibangun oleh Mohammed Quli Qutub Shah (Raja pada saat itu - sejarahnya menyusul yah) pada tahun 1591, segera setelah dia memindahkan ibukota dari Golkonda ke daerah yang sekarang di kenal sebagai Hyderabad. Menurut sejarah, konon dahulu di Hyderabad terjadi wabah pes yang besar. Setelah wabah itu berhasil diatasi, dibagunlah monumen ini untuk mengenang kejadian itu.

Bangunan berarsitektur Islam ini berbentuk bujursangkar dengan 4 menara di setiap sudutnya. Panjang setiap sisinya 20 meter. Menaranya sendiri tingginya 48,7 meter. Kalo kita mau menuju keatas, kita harus melewati 149 buah anak tangga melingkar, sempit dan curam yang terdapat didalam 4 menaranya. Saking sempitnya cuma bisa dilewati oleh satu orang saja. Cuma pemandangan dari atas bagus. Gak sia-sia gitu bersempit-sempit di tangga. Bukan pemandangan kota modern tetapi pemandangan kota India yang sering aku liat di buku-buku tourist guide. Panas, ramai, semrawut.. pokoknya semarak banget. Di lantai paling atas, terdapat masjid yang dulu di pakai oleh Mohamed Quli Qutb Shah dan pengikutnya untuk sholat. Charminar ini letaknya pas banget di perempatan.... Di salah satu sisinya menghadap ke jalan Laad Bazaar yang dipenuhi pedagang yang umumnya menjual bridal wear, gelang-gelang khas Hyderabad, mutiara dll. Suasananya katanya mirip bazaar tua di badgad. Suasana di Charminar bisa dilihat di SINI

Mecca Masjid
Di sisi sebelah barat Charminar terdapat Mecca Masjid. Mesjid ini merupakan yang tertua dan terbesar di kota Hyderabad. Mohamed Quli Qutb Shah mulai membangun Masjid ini pada tahun 1617, yang kemudian diselesaikan oleh Mughal Emperor, Aurangzeb tahun 1694. Dinamakan Mecca Masjid karena batu pertama pembangunannya di bawa dari Mekkah. Ruangan utama Masjid yang dindingnya terbuat dari batu granit ini berukuran panjang 220 kaki, lebar 180 kaki dan tingginya 75 kaki. Mampu menampung 10.000 jemaat.

Mohamed Quli Qutb Shah sendiri yang meletakan batu pertama pembangunan Masjid ini karena pada saat itu dia tidak berhasil menemukan seseorang yang tidak pernah meninggalkan sholat walaupun hanya satu kali saja. Beliau menjadi satu-satunya orang yang tidak pernah meninggalkan sholat sejak beumur 12 tahun.

Di depan masjid, setelah kita memasuki gerbangnya, terdapat kolam air mancur. Di ujungnya terdapat dua batu dan sebuah lempengan besi yang menurut legenda, siapapun yang duduk di atasnya, suatu hari akan kembali duduk di sana. Dan yang paling menarik perhatian adalah ribuan burung dara yang memadati plaza dan kolam di depan Masjid. Burung burung itu cuek aja walau kita berdiri didekat mereka. Sebuah bangunan kecil konon tempat disimpannya potongan rambut Nabi Mohamad SAW. Di sebelah kiri Masjid terdapat bangunan lain yang digunakan sebagai makam dari Penguasa Asaf Jahi mulai dari Nizam Ali Khan hingga Mehboob Ali Khan dan keluarganya. Panorama dari Mecca Masjid bisa di lihat di SINI. Tepat berseberangan dengan Mecca Masjid adalah Jami Masjid yang lebih baru.


Tuesday, April 19, 2005

Puter-puter India...?

Kita baru dari Gujarat..? Hehehe... gak kok. Jauh banget. Foto lelaki Gujarat berkumis panjaaang itu kita ambil waktu hari minggu kemaren ke Seemati, toko bahan gede di sini. Bukan mo belanja bahan sih, cuma mo nonton pertunjukan. Hehehe. Ceritanya buat ngerayain Vishu mereka mendatangkan seniman-seniman dari gujarat. Macem2 yang ditampilkan. Ada sandiwara, tari-tarian, pertunjukan boneka. Kita sih gak ngerti ceritanya.. orang pake bahasa Gujarat. Seneng aja ngeliatin kostumnya yang full colour. Lumayanlah, gak perlu jauh-jauh ke Gujarat kan jadinya.

Malam ini kita berangkat ke Hyderabad. Jaraknya dari Cochin gak tau pasti. Yang jelas 24 jam naek kereta....!!! Balik lagi ke Cochin minggu depan hari Rabu. Jadi, see you next week yah... Doain perjalanan kami lancar dan selamat sampai tujuan.

Monday, April 18, 2005

Cara lain mngolah Singkong.

Karena aku juga lagi bingung mo apdet apa... hehehe, jadi ikut-ikutan deh mempersembahkan menu dari dapur kami. Menu ini baru aku pelajari sesampai di India. Patut dicoba lho..

Kappa Indiahe...

Bahan:
1 kg Singkong yang bagus
1/2 butir kelapa parut
3 siung bawang putih
2-3 buah cabe hijau (sesuai selera)
2 spring daun kari (gak tau deh, gantinya apa)
1 sdt/secukupnya garam
1/2 sdt kunyit bubuk
daun ketumbar secukupnya

Cara membuat:
  1. Kupas, cusi dan potong kecil-kecil singkong. Kemudian direbus dengan air secukupnya. Jangan sampe singkongnya berenang. Cukup sampe semua singkong terendam aja. Tutup panci selama merebus.
  2. Sementara itu haluskan kelapa parut, bawang putih, daun kari, cabe hijau, garam dan kunyit bubuk dengan blender. Tambahkan air sedikit saja.
  3. Setelah singkong empuk dan air rebusan berkurang, masukan kelapa mix. Rebus kembali hingga meresap dan agak kering (api kecil).
  4. Matikan api, selagi panas hancurkan singkong dengan menggunakan sendok. Taburi dengan daun ketumbar cincang.

Nah, biasanya Kappa ini di makannya sama Beef Curry atau Fish Curry. Tapi kemaren aku pasangin sama Prawn Curry, kata Uppa rasanya okeh banget. Walau menurut aku sih rada lain aja gitu... Tapi kalo mo nyoba makan ala Kerala.. boleh kok dicoba...


Thursday, April 14, 2005

Apologies Accepted..

Minggu lalu waktu aku blogwalking dan mampir di blognya Miss L, ada postingan menarik dan cukup mengetuk hati.. (duilaaa). Seorang mahasiswa Amerika bernama James Zetlen mempublikasikan foto dirinya dengan tulisan "Sorry World (we tried) - Half of America" setelah pengumuman kemenangan Goerge W Bush pada pemilu Amerika November tahun lalu. Aksi ini kemudian diikuti oleh beribu-ribu rakyat Amerika lainnya yang mengirimkan pesan permintaan maaf mereka kepada dunia. Pesan-pesan mereka bisa dilihat di site ini.

Seorang dari Belanda kemudian membuat sebuah site sebagai jawaban atas permintaan maaf tersebut. Karena ini site Jawaban, sudah pasti isinya juga foto-foto penerimaan maaf yang dikirimkan dari berbagai sudut dunia.

Aku males komentar soal kemenangan Goerge W. Bush. Duh gak demen deh sama orang ini... hehehe. Tapi melihat ketulusan rakyat Amerika dan penduduk dunia... rasanya seneng dan terharu banget. Betapa sesungguhnya kita amat mendambakan perdamaian... Sebagai salah satu penduduk dunia yang pengen dunia ini selalu damai tanpa perang, tiada kata yang bisa aku katakan selain... APOLOGIES ACCEPTED.

Monday, April 11, 2005

Ultah niiiy...

Kemaren sepulang liburan week end ke rumah mertua sekalian kondangan, aku langsung ngecek blog (can't live without blog hehehe...). Terharu banget pas nemuin udah ada beberapa ucapan selamat di sb. Padahal tadinya mo diumumin gitu... Gak tau malu banget emang nih mamanya Nasha... hehehe.

Thanks buat Andar yang pagi-pagi udah mampir di blog dan ninggalin ucapan selamat di sb. Kapan punya blog sendiri, Ndar..? Thanks juga buat V3 di Blogfam yang buka thread di forum Blogfam buat aku... hiks terharu banget. Rasanya semakin jadi family nih. Blogfam emang oke ^_^

Buat temen-temen semua... Thank's banget ucapannya ya....

Wednesday, April 06, 2005

India VS Pakistan

Waduh, judulnya bikin panas... hehehe. Nggak kok, ini bukan ngomongin konflik politik dan perbatasan India Pakistan yang gak selesai-selesai. Basi banget. Ini soal pertandingan Cricket yang jadi favorit di India juga di Pakistan. Sabtu minggu lalu, di Jawaharhal Nehru Stadium, stadion internationalnya Cochin, digelar pertandingan bergengsi taraf internasional antara India dan Pakistan. Pertandingan itu merupakan pertandingan pertama dari seri kunjungan Pakistan di India piala Pepsi (kalo gak salah :D). Pertandingan selanjutnya akan diadakan di kota-kota lain.

Cricket ini emang ngetop banget di India (kalo di kita, sepakbola kali ya). Kalo ada pertandingan di TV, udah bisa dipastikan jalanan jadi sepi. Semua pada nongkrong di depan TV. Kerja juga gak konsen, bolak-balik ngecek di internet, skor berapa... (aku tau pasti, karena Uppa juga gitu... hehehe). Kalo kita ke pusat pertokoan atau perkantoran.. biasanya orang pada bejibun ngeliatin TV gede di toko elektronik yang sengaja dipasang pemiliknya buat memuaskan hasrat pencinta cricket. Yang paling sering ya kalo lawannya Pakistan atau Australia.

Makanya pas Cochin mendapat 'kehormatan' untuk jadi venue pertama seri ini (terakhir kali tahun 1987) semua pada antusias. Tiket udah sold out jauh-jauh hari. Bahkan banyak yang dateng dari jauh naek kereta semaleman demi hadir di stadion. Kapan lagi bisa melihat jagoan nasional mereka bertarung secara live..!!! Histeria dimulai di Airport pada hari kedatangan kedua team. Penuh, semua pengen melihat langsung Sachin Tendulkar & Sourav Ganguly Cs, serta Inzamam Ul-Haq Cs. Hotel tempat mereka nginep juga rame. Para penggemar mulai dateng ke stadion pas team mengadakan latihan menjelang pertandingan. Pas hari H, seluruh kota sepi... Semua penduduk kota, kalo gak di stadion ya di depan TV.

Bagaimana dengan Keluarga Najid? hehehehe... ternyata kita tenang-tenang aja di rumah. Selain emang gak beli tiket karena udah sold out (padahal karena mahal ;-p) kita juga gak punya tipi... hehehee. Udah gitu Uppa juga harus ngantor. Tapi tetep aja dia bolak-balik ngecek skor. Dan sorenya pas kita keluar jalan-jalan sebisa mungkin menjauhi area stadion karena udah pasti macet abis pertandingan.

Aku sendiri gak ngerti peraturan permainan Cricket. Udah di jelasin berulang kali tetep gak mudeng. Satu-satunya yang aku tau pasti Cricket itu lamaaaaa banget. Dimulai jam 9.30 pagi dan selesai 6.30 sore. Mana tahaaaaan. .

Eniwei, Stadion Cochin emang konon stadion keberuntungan India. Pertandingan Sabtu kemaren akhirnya dimenangkan dengan gemilang oleh India. Ini kemenangan terbesar dengan perbedaan wicket yg cukup gede (jangan tanya wicket itu apaan yah, gak ngerti!) dalam sejarah India melawan Pakistan saat India jadi tuan rumah.

Ternyata cricket juga bisa menurunkan ketegangan antara India-Pakistan lho. Para anggota team kedua negara udah terkenal sebagai duta perdamaian kedua belah pihak. Pas tahun lalu India bertanding di Pakistan, kedua anak Rajiv dan Sonia Gandhi yaitu Priyanka dan Rahul datang ke Pakistan buat nonton. Tahun ini giliran Bilal putra dari Presiden Pakistan Pervez Musharraf yang berkunjung ke India buat nonton pertandingan. Lets Make Peace not War !!!

Thursday, March 31, 2005

Baksooooo.....

Semangkok bakso lengkap dengan kerupuk sampai di emailku kemaren. Bakso Jenggot ini bakso terpopuler di Bumiayu dan konon rasanya paling okeh. Inget deh terakhir kali ke sana (berapa tahun yang lalu yah?) yang ngantri sampe panjang. Yang belum kebagian tempat duduk pada nungguin disamping pengunjung yang kira-kira isi mangkoknya hampir abis. Begitu pantat lepas dari kursi (belum sempet berdiri sikap sempurna) pengunjung berikut dengan kecepatan melebihi kilat langsung menyambar kursi, takut kesambar duluan ama yang laen. Kalo lagi mo jahat, biasanya kita makannya di lama-lamain, sambil ngobrol bakso di belah empat, dimakan satu-satu... hehehe. Firman.... makasih ya udah bikin aku ngiler. Teganya... teganya... teganya...

Tuesday, March 29, 2005

Gempa lagi..

Semalam sekitar jam 11.45 kita dapet sms dari salah satu kerabat yang mengabarkan telah terjadi gempa bumi di perairan Sumatra dengan kekuatan 8,7 skala Ritcher. Hati langsung tersentak... cemas. Masih terasa sedihnya gempa dan tsunami 26 Desember lalu... Ya Allah, cobaan apalagi yang Engkau berikan kepada kami. Semoga bencana yang lalu tak lagi terulang....

Monday, March 28, 2005

English man in New York

Hehehe.. judulnya keren yah... Aku memang bukan English man, apalagi di New York. Tapi pernah gak sih ngerasa jadi alien (Ooo..itu to maksudnya...). Pengalaman yang bikin kesel hati.. kadang bikin ketawa... kadang bikin heran.

Hidup dalam lingkungan yang berbeda, apalagi beda negara emang butuh kesabaran yang gede ya. Dulu sebelum nikah sempet mikir... ah, India kan gak beda-beda banget sama Indonesia. Budaya Indonesia apalagi Jawa kan banyak terinspirasi dari budaya hindu yang dibawa dari India. Kayaknya gak bakalan susah-susah banget buat adaptasi sama kebiasaannya. Taunya... duh, sampe sekarang kadang masih bikin aku stress.... Padahal udah mau dua tahun nih Agustus nanti. Tapi tetep aja susahnya... Atau akunya aja ya yang gak bisa beradaptasi...

Yang bikin aku suka gak tahan banget-banget itu keinginan mereka untuk sesegera mungkin meng-india-kan aku. Sejauh pengalaman aku selama ini, sepertinya orang di sini rada susah nerima perbedaan. Semua harus sama dengan mereka dan kalo ada yang beda sedikit bisa dianggap sesuatu yang salah. Kalo di Cochin sendiri gak terlalu bermasalah sih. Mereka lebih open minded, dan gak segan berbahasa inggris buat ngobrol. Lain cerita kalo pas kita pulang ke rumah mertua. Dulu jaman aku baru dateng, ke mana pun aku pergi semua mata bakal memandang. Gak tanggung-tanggung, dari ujung rambut sampe ujung kali gak berkedip dan terang-terangan pula. Walau aku udah pasang senyum semanis dan seramah mungkin, gak pernah terbalas. Yang ada tatapan curiga seakan aku ini makhluk aneh dari planet lain. Rasanya jengaaaah sekali... Sampe-sampe mertua dulu pernah ngelarang aku keluar rumah karena bakal jadi tontonan. Padahal tampang cuma beda idung doang... hehehe. Baju aja sama pake shalwar khameez. Jauh-jauh hari Uppa dah ngelarang pake baju "Indonesia"-ku selama di tempat asal dia. Padahal aku ngerasa gak ada yang salah sama baju-baju itu. Semuanya nutup aurat.

Ada kejadian lucu, nyebelin dan bikin kesel juga waktu dulu aku sholat di Mesjid. Waktu itu aku pake mukena 2 pieces yang bentuknya tas kecil itu. Yang ada itu satu mesjid semua pada ngeliatin ke aku. Pertamanya sih bingung napa ini pada ngeliatin semua... Masa lagi di mesjid mau ibadah, sempet-sempetnya rese kaya gitu. Eh bener aja... mukena itu yang beda. Abis sholat semuanya pada ngerubung. Serasa topeng monyet banget....

Trus ada lagi... yang complain ke kita karena waktu nyebrang jalan kita gandengan. Sampe disindir... takut apaan sih, kok pake gandengan. Duduh, bukan maksud mo show off, kan reflek aja yah... orang mo nyebrang. Lagian ini suami sendiri yang aku gandeng. Gak ngerti deh... Nah yang paling baru.... Kemaren pas pulang sama Nasha, seperti biasa kan aku pake gendongan yang didepan itu. Eh, ada yang bilangin lagi. Kalo kesini jangan pake gendongan gitu. Katanya kesannya seperti mau diliat orang aja. Disini orang kalo gendong bayi ya pake tangan. Aduuuuuuh... mau marah rasanya. Sumpah bukan mau pamer (lagian apa juga yang mau dipamerin) . Kita kan pake gitu karena supaya gampang aja. Bayangin harus gendong Nasha sementara harus nenteng Tas bayi juga. Naek kereta, bis dll.... Pleaseeeee... Hanya demi memuaskan selera orang lain, terpaksa aku harus gendong pake tangan sementara Nasha gak berhentinya bergerak-gerak.

Aduh, mohon maaf kalo postingan ini kesannya curhat banget. Abis hati lagi kesel. Kenapa sih, gak bisa liat yang beda-beda. Bukannya Allah juga menciptakan manusia berbeda-beda?

Tuesday, March 22, 2005

Pahlawan tanpa tanda jasa

Ada cerita menarik buat aku pas week end kemarin kita ke Trichy, tempat kuliahnya Uppa dulu. Sebelum kita balik ke cochin, dalam perjalanan ke Stasiun kita mampir ke tempat Uppa dulu ambil kursus VC++ sambil kuliah. Gedungnya kecil dan sempit. Ruang kursusnya ada di lantai 3. Cerita Uppa, kursus itu seharunya cuma 4-6 bulan. Tapi karena dulu Uppa suka badung, bolak balik absen dan pulang kampung melulu... akhirnya dia selesai dalam jangka waktu... 2,5 tahun. Makanya gurunya jadi sebel banget. Setiap liat muka Uppa langsung ilfil.. maunya naek darah melulu. Kalo Uppa ngerjain tugas, kertasnya langsung diterbangin ke jendela. Trus dia suka bilang didepan kelas, kalo mo kursus harus yang serius, jangan kayak Najid... Pas Uppa mau ambil kelas lain dia daftar bareng temennya, dia langsung bilang "kalo buat kamu bisa ambil, tapi gak buat Najid". Duh, kebayang kan gimana sebelnya dia sama Uppa. Tapi Uppa tau, kalo sebetulnya dia ini baik dan suka sama Uppa secara personally. Makanya dia pengen banget ketemu lagi sama gurunya ini.

Dia keliatan kaget dan seneng banget didatangin mantan muridnya. Sikap dia jadi hormat banget sama Uppa, termasuk sama aku. Sampe2 dipanggil 'Maam'. Duh, jadi gak enak deh kita. Trus dia dengan sopan sedikit maksa ^_^ minta kesedian Uppa untuk mampir ke kelasnya dan berbagi pengalaman. Kasih masukan pentingnya apa yang diajarkan dia disini. Soalnya dia bilang, muridnya suka gak percaya sama apa yang dia sarankan. Pas akhirnya Uppa bersedia (sambil agak-agak cemas ketinggalan kereta) dia keliatan sangat gembira. Jadi deh kita di bawa ke kelasnya. Sampe aku juga diminta maju kedepan kelas sambil gendong Nasha. Malu-maluin banget deh.

Aku jadi mikir... betapa berjasanya sebetulnya seorang guru itu. Murid dia udah banyak yang berhasil, dapet kerjaan bagus, Gaji yang gede. Ada yang kerja di US, atau Eropa. Tapi dia, tahun demi tahun berganti... masih setia mengajarkan materi yang sama kepada murid-murid baru yang datang silih berganti... tetap di ruangan sama, yang sempit dan panas itu.

Jadi inget cerita Mbak Lia, kakakku waktu dia pulang ke Bumiayu (kota kecil di Jawa tengah) tahun lalu. Disana dia ketemu dengan guru Bahasa Inggris yang dulu ngenalin aku dan Mbak Lia pertama kali sama bahasa Inggris. Metode yang beliau pakai ini kena banget deh sama kita Walau sumpe sampe sekarang bhs. Inggrisku masih belepotan kemana-mana grammarnya... hehehe (aku sebetulnya gak gitu tertarik belajar bhs asing... gak seperti mbak Lia). Pas ketemu, yang gembira banget justu beliau. Dan juga meminta kesediaan Mbakku buat kasih 'presentasi' di depan kelas dia... betapa pentingnya belajar Bahasa Inggris. Mbakku sampe terharu banget lho..

Mungkin kalo dipikir-pikir, yang beliau ajarkan ke murid-muridnya, belum tentu dipake sendiri. Maksudku... seberapa besar sih kemungkinan memakai English dikota kecil, kalo nggak pas pelajaran. Malahan mungkin murid-murid beliau sekarang lebih jago berbicara dalam bhs. Inggris.... Hmmm...

Gak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang guru, selain melihat keberhasilan murid-muridnya. Dan mengetahui bahwa apa yang pernah diajarkannya berguna bagi masa depan mereka.. Bener gak.. :)

Thursday, March 17, 2005

Tuesday, March 15, 2005

Berkah Blogging

Seneng... Setelah mendapat kiriman bumbu-bumbu cina dari Susan, dapur keluarga Najid kembali mendapat pasokan tak terduga dari Mumbai. Kali ini Lily gak tanggung tanggung mengirimkan kardus seberat 9 kilo berisi bumbu-bumbu instant. Walaupun Saos Tiramnya pecah (hicks, sedih deh...), aku sangat berbahagia (duileee) dengan 4 pack kulit lumpianya. Kebangetan banget kan di Cochin gak ada kulit lumpia, mo bikin sendiri gak sempet *alesan*. Langsung malem itu juga tersedia nasi goreng indofood beserta krupuk di meja...

Lily ini sodara sekampung (Duuuh, abis dikirimin aja langsung diaku sodara...hehehe). Kenalnya lewat blogfam. Pas udah ngobrol-ngobrol, ternyata ketahuan kita hampir sekampung. Kota asal Lily dan aku cuma 1 jam perjalanan. Aku dulu sering banget maen ke purwokerto, yang bagi orang bumiayu pada waktu itu kota banget.... hehehehe. Kenalnya malah pas udah sama-sama di India...

Trus ada yang laen nih. Sekitar 2 mingguan yang lalu juga aku ketemu (tanpa sengaja) temen lama semasa jadi anggota YISC Al-Azhar dulu gara-gara blog juga. Dia sih gak inget aku, tapi aku inget betul sama dia... Dia liat blog aku di muslimblog. Baru deh, ketahuan kita pernah kenal... 8 tahun yang lalu...
Siapa lagi yang punya pengalaman menarik gara-gara nge-blog..?

Friday, March 11, 2005

Fitnah oh fitnah....

Duh... duh...
Baru dua hari yang lalu aku maen-maen ke forum blogfam dan baca kasusnya Dayu yang difitnah sama orang yang gak bertanggung jawab.... memakai account Dayu di blogspot yang kebetulan sudah kosong untuk kasih komentar di blog lain. Waktu itu aku gak bisa ngebayangin, gimana keselnya Dayu difitnah kayak gitu.

Taunya, kemarin aku malah mengalami hal yang sama. Difitnah. Memang medianya lain. Kebetulan aku member dari sebuah milist yang anggotanya adalah teman-teman mahasisiwa yg berasal dari kota asalku. Dua minggu terakhir ini kita berdiskusi tentang sebuah topik. Layaknya sebuah diskusi, perbedaan pendapat pasti ada. Dan Insha Allah, pendapat yang aku sampaikan sebisa mungkin menggunakan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung orang lain. Dan pada saat itu aku yakin banget, bahwa diantara kita amat sangat terbuka menerima segala masukan yang ada.

Ternyata oh ternyata, di balik kebersamaan yang (aku kira) kita miliki, ada yang tidak setuju dengan aku. Insidennya dimulai ketika pagi hari aku mengecek email di milis tersebut, dalam inbox-ku ada seseorang bernama Agus Suhendar yang mengirim email dengan subject "Lisa...pa kabar" sebayak kira-kira 15 emails. Ketika aku coba delete email-email itu, jumlahnya malah berlipat-lipat. Terakhir aku cek.... totalnya mencapai lebih dari 1150 emails...!!! Bener deh, gak ngerti apa maksudnya... Sebelnya lagi, alamat 'sender' dari emails itu alamat aku sendiri.

Sorenya aku chatting dengan moderator milist yang kebetulan adalah teman sekelas waktu SMA dulu. Aku ceritakan insiden pagi hari itu. Aku tanya kok bisa sih ngirim emails beratus-ratus gitu cuma dalam hitungan detik doang. Dia yang kebetulan orang IT bilang mungkin saja karena ada programnya. Yang jelas bagiku... ada yang berniat gak baik nih...

Saat itu juga beliau ini membeitahukan bahwa ada email yang aku kirimkan di milis bernada sangat tidak sopan dan menggunakan kata-kata kotor. Aku jelas kaget. Aku gak merasa pernah mengirim email semacam itu. Semuanya jadi terang deh... kemungkinan besar pelakunya sama juga dengan yang mengirim 1150 emails. Mungkin maksud dia adalah memenuhi inbox-ku jadinya aku gak bisa menerima email fitnah yang dikirimkannya atas namaku. Dengan begitu akan menghalangi aku untuk tau soal ini dan membuat klarifikasi. Alhamdulillah, Allah tidak suka dengan orang yang punya niat buruk yaaa... Hanya 7 jam dari saat email itu dikirim, toh akhirnya aku tau dan bisa memberikan klarifikasi. Dan akhirnya email tersebut dihapus oleh moderator, dan aku membuat account baru.

Aku sama sekali gak tau maksud dia ini apa... Apa karena sebagian besar anggota yang ikut berdiskusi sependapat dengan aku...? Gak ada yang bisa aku lakukan selain beristighfar. Ya Allah mohon ampun kalau diri ini pernah menyinggung orang lain. Manusia itu tempatnya salah, walau aku pikir aku sudah berbicara sebenar dan sesopan mungkin, tetap saja mungkin ada orang yang tidak suka atau tidak setuju... Tambah pelajaran hari ini :-)

Duh, jadi rada-rada ngeri nih beraktifitas di dunia maya. Abis kejahatan dunia maya ini juga beragam sih. Jadi takut nge-blog hehehe... Takut ada postingan yang aku bikin menyinggung pihak lain, walau Insya Allah, gak ada sama sekali niat aku berbuat begitu. Jadi sebelum telambat ah... dengan kerendahan hati, kalo selama ini aku punya salah... mohon dimaafkan yah :-)