Dahulu, seringkali pernikahan dilangusngkan ketika sang anak masih di usia sangat muda. Dengan alasan tersebut, mereka menganggap anak mereka belum mampu memilih sendiri pasangan yang tepat. Alasan lain adalah untuk mecegah sang anak memilih sendiri pasangannya yang dikhawatirkan tidak sederajat, atau dianggap bukan dari keluarga yang baik. Perkembangannya sekarang, walau sang anak telah berada di usia yang mapan dan dewasa, perjodohan tetap menjadi keharusan di India.
Masalah selanjutnya berkaitan dengan ‘Arranged Marriage” di India adalah dowry. Berbeda dengan yang biasanya terjadi di Indonesia (Muslim) dimana pihak lelaki akan menyerahkan mas kawin kepada wanita, di India pihak wanitalah yang memberikan mas kawin kepada calon suami. Walau ini dilakukan pemeluk hindu di India ini, saya pribadi tidak menganggap itu tradisi hindu, karena saya rasa, umat hindu di Indonesia tidak melakukan system dowry ini (-mohon diralat kalo salah-).
Sebetulnya awal mula dilakukan sistem dowry ini memiliki tujuan yang baik. Dowry dimaksudkan sebagai hadiah atau bekal dari orang tua kepada anak perempuannya yang akan memasuki kehidupan rumah tangga. Kekayaan hadiah ini kemudian bisa disimpan atau digumnakan untuk kebutuhan sang anak, jika saja dia tidak bekerja, atau sewaktu-waktu terjadi sesuatu pada sang suami. Selanjutnya fungsi dowry ini berkembang sebagai bantuan biaya pernikahan. Belakangan fungsinya makin disalahgunakan oleh pihak suami beserta keluarganya. Seringkali tuntutan mereka atas dowry menjadi tak terkira. Dan pihak istri jarang sekali mendapatkan bagian dari dowry tersebut.
Biasanya jika pihak pria meberikan mas kawin sejumlah harta, ia mengharapkan mas kawin balasan sebanyak sepuluh kali lipat dari apa yang sudah ia belanjakan (misal 10 gram emas berarti akan mendapatkan paling tidak 100 gram emas). Semakin berkualitas sang pria (misalnya: dokter, insinyur, lulusan luar negeri, tampan dan kaya) maka harganya pun akan semakin mahal.
Yang jadi masalah, walau mas kawin udah dilunasi, kadang pihak suami... dan biasanya melibatkan seluruh anggota keluarga... masih menuntut ini itu dari pihak Istri. Domestic Abused secara fisik dan mental sering terjadi. Istri yang tidak kuat biasanya melakukan bunuh diri (tingkat bunuh diri di India termasuk tinggi) atau yang paling seram untuk dibayangkan…. si suami membakar Istri hidup-hidup bahkan ada juga yang dibakar bersama anaknya (jika anaknya perempuan). Tahun lalu bahkan ada kasus, si suami yang notabene adalah dokter dan seluruh keluarganya yg dokter semua menyuntikan virus aids ke istri dan bayi perempuannya (mereka positif HIV setelah 6 bulan sebelumnya test hasilnya negatif). Walaupun masih dalam penyelidikan benar atau tidak virus HIV bisa disuntikan... karena sampai sekarang suami dan keluarganya raib entah kemana.. Alasannya karena sang suami tidak cinta kepada istri dan ingin menikah dengan wanita lain. Dia menikahi istrinya dulu semata-mata karena dowry yang ditawarkan ayah sang istri.
Sebetulnya praktek dowry ini sudah dilarang oleh undang-undang di India sejak tahun 1961, tapi pada prakteknya tetap saja berlangsung hampir di setiap perkawinan, termasuk yang well educated.
Percaya atau tidak selain penjara yang dikhususkan untuk menampung ibu-ibu mertua pelaku kejahatan dowry, disini ada lho Bank yang menyediakan fasilitas tabungan buat bekal anak perempuan menikah kelak. Jadi orang tua bisa mulai menabung sejak anaknya masih bayi.
Sebuah kisah menarik… Nisha Sharma, seorang mahasiswa komputer programing di New Delhi, Pada awal tahun 2003 pada saat umurnya menginjak 21 tahun akan menikah dengan seorang guru. Kedua belah pihak (dalam hal ini keluarga) bertemu melalui jasa matrimonial. Sebagai hadiah, sang ayah telah menyiapkan sebuah mesin cuci, dua buah kulkas, dua buah home theater system dan sebuah mobil sedan yang telah dikirim ke kediaman calon menantu, hasil dari menabung selama 10 tahun. Pada hari pernikahan, tepat sebelum ikrar pernikahan dimulai, ibu dari sang pria menuntut 25.000 USD. Mereka mengancam akan membatalkan pernikahan jika tuntutannya tidak dipenuhi. Ketika pihak orang tua Nisha menolak permintaan tersebut, mereka memukul ayah Nisha. Hal inilah yang membuat keberanian Nisha muncul… Pada saat itu juga dia menelpon polisi dan melaporkan tindakan calon keluarganya itu. Mempelai pria beserta orangnya akhirnya dipenjarakan. Nisha Sharma kemudian menjadi pahlawan karena keberaniannya menolak system dowry.
Tampaknya India memerlukan banyak Nisha Sharma yang berani menolak sistem yang telah mendarah daging ini. Jika tidak… mungkin Angka Dowry Death akan tetap tinggi.
Dikumpulkan dari berbagai sumber.
PS:
- Postingan ini special buat Ari di Jerman. Maap yak, lama….nulis serius ternyata susah bener… hehehe
- Yang ini tentang kawin paksa, baru baca cerita miris ini di Kompas : Kisah Kawin Balita Ala India





Udah basi banget ini sebetulnya cerita, tapi sayang kalo gak di posting, hehehe. Hari ke-3 dan ke-4 diisi mengunjungi tempat-tempat non-history. Demi memuaskan hasrat anak-anak (kita ke Hyderabad sama 2 keluarga lain) kita mengunjungi Nehru Zoological Park. Mirip banget suasananya seperti Ragunan. Luas dan banyak taman-taman. Saking luasnya sampe rasanya susah banget untuk nyari binatangnya... hehehe. Karena itu juga akhirnya kita naek kereta berkeliling Bonbin, daripada cape jalan sana-sini. Ikutan Safari Tour... kayak Taman Safari gitu, cuma binatangnya hanya Harimau, Singa dan Beruang. Yah... lumayanlah. Panasnya itu yang gak tahan...
Abis dari Snow World. kita menuju Lumbini Park di tengah kota, buat nonton Laser Show. Wah, taman penuh sesak oleh orang-orang yang mau bersantai. Tapi walau sesak, tepatnya tetap bersih lho. Sambil nunggu show di mulai, kita duduk-duduk di rumput sambil ngemil. Shownya dimulai sekitar jam 7 malem begitu matahari terbenam. Buat aku yang baru pertama kali nonton Laser Show, jelas terkagum-kagum. Bagus banget yak.. hehehe. Ada ceritanya juga.. tentang sejarah terbentuknya kota Hyderabad. Ya yang cerita Muhamed Qutb Shah yang jatuh cinta sama Bhagmati itu lho...
Besoknya kita ke Ramoji Film City. Berangkat dari penginapan lumayan pagi karena letak Film City agak di luar kota. Gerbang depannya letaknya berkilo-kilo meter dari Fil City-nya sendiri. Dari gerbang itu kita beli tiket yang harganya cuma 200 rupee. Trus dari situ kita naik bis yang udah disediakan khusus oleh Film City. Trus nonton pembukaanya, berupa tari-tarian. Di dalam Film City ada bis-bis terbuka buat tour disertai guide-nya. Udah deh kita keliling liat-liat setting film. Ada Mumbai Hospital yang bagian belakangnya International Airport ^_^ Ada Stasiun kereta yang depan belakang udah beda kota, replica kota london, replica taman jepang, replica Taj Mahal, kota mumbai, pasar tradisional india dll. Ada tempat syuting Shah Rukh Khan di Kuch Kuch Hota Hai, tempat syutingnya Amitabh Bachan di salah satu filmnya.. dst--dst. Tempatnya emang bagus banget. Kita disana sampe sore. Baru keluar dari Film City jam 6.30 sore... (foto banyak, tapi males ngeditnya..hehehe)
Abis dari Film City kita ke mall... Belanja itu perlu kan... Tapi sampe sana malah gak beli apa-apa.. selain baju buat Nasha. Abis gak kepingin apa-apa. Pas nunggu temen yang masih belanja iseng ke tempat jual assesoris... Eh nemu gelang-gelang India yang cantik-cantik banget. Murah pula. Waduh, langsung kalap.. hehehe. Beli deh lumayan banyak. Walau aku sendiri gak tau itu mau diapain gelang segitu banyak. Kali nanti kan bisa buat oleh-oleh kalo pulkam. Ayo.. ayo siapa yang mau... hehehehe.
Pemandangan tembok luarnya bener-bener sama dengan yang sering digambarkan buku-buku cerita anak tentang sebuah kastil. Lengkap dengan lubang-lubang kecil tempat para prajurit menembakan senjatanya ke arah musuh sementara mereka bersembunyi dibalik benteng. Aku jelas saja langsung mengkhayalkan kejadian-kejadian itu... hehehe. Tepat diatas gate terdalam diletakan sebuah wadah besar yang dahulu diisi minyak panas, yang kemudian disiramkan ke musuh yang mencoba masuk ke dalam. Waduh, serem banged yak.

Kita juga bisa melihat kompleks Makam Raja (Qutb Shahi Tombs) yang sudah diceritakan sebelumnya. Selain itu di kejauhan tampak reruntuhan benteng ke dua dan ketiga dari Golconda. Pemandangan yang aduhaiiii......
Acaranaya sendiri adalah pembacaan drama tentang kehidupan dinasti Qutb Shah, disertai dengan lampu yang secara bergantian menyala di berbagai bagian kastil. Memberikan efek sangat dramatis.... Indah.
Merupakan koleksi individual terbesar di dunia karena museum ini memamerkan benda-benda artistik koleksi dari Nawab Mir Yousuf Ali Khan atau Salar Jung III. Sebagian dari koleksi-koleksi tersebut adalah peninggalan dari ayahnya Nawab Mir Laiq Khan (Salar Jung II) dan kakeknya Nawab Mir Turab Ali Khan (Salar Jung I). Salar Jung adalah perdana menteri semasa pemerintahan Nizam. Salar Jung III menjadi perdana menteri pada saat umurnya baru 23 tahun.
Semasa hidupnya dia mengumpulkan beribu-ribu benda2 artistik dan kuno dari berbagai negara di dunia. Koleksinya kini berjumlah lebih dari 35.000 buah dan 50.000 buku dari berbagai negara. Namanya museum, bisa dibayangin deh isinya apa.. Lukisan-lukisan, baik lukisan India maupun Luar negeri, Patung, berbagai macam senjata, jam antik, permata, furniture, mobil dll. Sayang gak boleh difoto. Jadi ya silakan membayangkan sendiri.. :D Yang jelas, semuanya bikin kita berdecak kagum. Indah-indah. Ada pakaian perang besi prajurit eropa itu loh.. lengkap dengan pedang dan perisainya. Sampe beberapa menit aku berdiri menatap baju besi itu... ngebayangin gimana prajurit yang mengenakan baju perang itu bisa bergerak dsb... hehehe. 
Jamsheed kemudian memerintah Golconda dari tahun 1534-1550. Dalam makamnya terdapat juga makam putranya Subhan Qutb Quli Shah yang hanya memerintah selama 7 bulan.
Makam dari pendiri pendiri kota Hyderabad, Muhamed Quli Qutb Shah (1580-1612) merupakan makam yang paling menarik. Terdiri dari dua lantai. Untuk memasuki makamnya, kita harus menaiki tangga... karena ruang utamanya berada dilantai atas. Makamnya ditutupi oleh sebuah kain berwarna merah. Sebenarnya makam itu adalah makam palsu. Karena di ruangan itu terdapat tangga rahasia yang kecil, curam dan gelap menuju ruangan bawah yang lebih sederhana. Disanalah makam sang pendiri Hyderabad berada. Mereka sengaja meletakan makam yg seseungguhnya di bawah karena kuatir akan dihancurkan oleh musuh.
Muhamed Quli Qutb Shah digantikan oleh keponakannya yang juga menantunya bernama Sultan Mohamed Qutb Shah V dari tahun 1612-1626. Beliaulah yang membangun Mecca Masjid. 
Kalo di keralakan panasnya bikin kita keringetan, tapi di Hyderabad sebegitu panasnya keringet gak keluar banyak. Tapi badan berasa 'ngelekeb' gak nyaman.
Menurut sejarah, konon dahulu di Hyderabad terjadi wabah pes yang besar. Setelah wabah itu berhasil diatasi, dibagunlah monumen ini untuk mengenang kejadian itu.
Cuma pemandangan dari atas bagus. Gak sia-sia gitu bersempit-sempit di tangga. Bukan pemandangan kota modern tetapi pemandangan kota India yang sering aku liat di buku-buku tourist guide. Panas, ramai, semrawut.. pokoknya semarak banget. Di lantai paling atas, terdapat masjid yang dulu di pakai oleh Mohamed Quli Qutb Shah dan pengikutnya untuk sholat. Charminar ini letaknya pas banget di perempatan.... Di salah satu sisinya menghadap ke jalan Laad Bazaar yang dipenuhi pedagang yang umumnya menjual bridal wear, gelang-gelang khas Hyderabad, mutiara dll.
Suasananya katanya mirip bazaar tua di badgad. Suasana di Charminar bisa dilihat di 
Kita baru dari Gujarat..? Hehehe... gak kok. Jauh banget. Foto lelaki Gujarat berkumis panjaaang itu kita ambil waktu hari minggu kemaren ke Seemati, toko bahan gede di sini. Bukan mo belanja bahan sih, cuma mo nonton pertunjukan. Hehehe. Ceritanya buat ngerayain Vishu mereka mendatangkan seniman-seniman dari gujarat. Macem2 yang ditampilkan.
Ada sandiwara, tari-tarian, pertunjukan boneka. Kita sih gak ngerti ceritanya.. orang pake bahasa Gujarat. Seneng aja ngeliatin kostumnya yang full colour. Lumayanlah, gak perlu jauh-jauh ke Gujarat kan jadinya.
Kemaren sepulang liburan week end ke rumah mertua sekalian kondangan, aku langsung ngecek blog (can't live without blog hehehe...). Terharu banget pas nemuin udah ada beberapa ucapan selamat di sb. Padahal tadinya mo diumumin gitu... Gak tau malu banget emang nih mamanya Nasha... hehehe.
Waduh, judulnya bikin panas... hehehe. Nggak kok, ini bukan ngomongin konflik politik dan perbatasan India Pakistan yang gak selesai-selesai. Basi banget. Ini soal pertandingan Cricket yang jadi favorit di India juga di Pakistan. Sabtu minggu lalu, di Jawaharhal Nehru Stadium, stadion internationalnya Cochin, digelar pertandingan bergengsi taraf internasional antara India dan Pakistan. Pertandingan itu merupakan pertandingan pertama dari seri kunjungan Pakistan di India piala Pepsi (kalo gak salah :D). Pertandingan selanjutnya akan diadakan di kota-kota lain. 

Seneng... Setelah mendapat kiriman bumbu-bumbu cina dari 