Wednesday, August 10, 2005
Hari ini 2 tahun yang lalu....
Friday, August 05, 2005
Makan di Hotel
Sunday, July 31, 2005
Tag Book...
Hmm.. sebetulnya saya rada malu cerita soal buku. Apalagi kalo saya baca di blog-blog lain, koleksi buku temen2 semua canggih-canggih banged yak. Sedangkan selera saya masih aja sama seperti 20 tahun yang lalu... Lima Sekawan... Hehehe. Dulu jaman masih sd-smp, bacaan favorit ya Lima Sekawan. Koleksinya gak lengkap punya semua sih, tapi semua serinya baca semua hasil tuker pinjem sama temen. Trus dari Lima Sekawan nambah ke Trio Detektif (apalagi....? hehehe, tipikal banged yak). Nah kalo ini nih lumayan lengkap koleksinya... lebih dari 20-an buku.
Pertamanya sih tuker pinjem.. trus suatu hari saat umur saya sudah 22 tahun... saya melihat di tukang loak langganan ada buku Trio Detektif setumpuk... langsung diborong semua walau kebanyakan udah dibaca. Sayang kalo gak dibeli.. orang satu buku harganya cuma 500 perak..hehehe. Abis itu (lagi-lagi tipikal..) jaman smp-sma beralih ke Lupus, Olga dll. Lalu Agatha Christie dan Sidney Sheldon udah pasti deh...
Palingan beli kalo pas ada pameran doang. Yang terakhir di beli Practical Parenting Tips berisi tips pengasuhan anak yg dikumpulkan dari berbagai pengalaman para orang tua. Yang sayangnya banyakan gak bisa diterapkan di India sini... Yang lainnya.. buku Sesame Street buat Nasha sama Serial Noddy.Tuesday, July 19, 2005
Cuti ngeblog lagi...
Mo pamit lagi nih... libur ngeblog seminggu. Hari ini kita berangkat ke rumah neneknya Nasha. Baru balik lagi Senin depan. Maaf temen-temen *lagi-lagi sok seleb* jadi gak bisa mampir-mampir minggu ini. Blog jadi sering ditinggal-tinggal nih...
Friday, July 08, 2005
makan tempe yuuuk....
Hehehe... saya ngapdetnya sambil senyum-senyum nih. Soalnya lagi seneng banget. Setelah 2 tahun, akhirnya ketemu juga saya sama tempe. Whuuuiiih....
Hari ini, Jumat pagi, dengan deg-degan dan mengharu-biru *hiperbola banged* saya akhirnya mebuka lemari yang sejak Rabu malam diwanti-wanti ke Uppa jangan sampe dibuka... Hehehe.Dan... jreeeng... Jadi loh. Harumnya tempe udah tercium aja... anget banget. Langsung saya cicipi mentah-mentah... bener, ini tempe... hehehe. Joget-joget deh abis itu saking senengnya...
kedele sampe jari tangan pada kisut, pagi itu juga langsung bikin tempe tepung. Kan mumpung tempenya masih seger dan anget. Whoaaaah... enaknya, alhamdulillah. Dicocol pake sambel kecap, berhubung mo nyambel, gak ada cabe segar. Ntar malem mo bikin apaan yah... Keknya bikin petis tempe ala bumiayu dulu enak juga... Gak pake sereh gak papa deh. Kan darurat...Wednesday, June 22, 2005
Dowry Sytem di India
Dahulu, seringkali pernikahan dilangusngkan ketika sang anak masih di usia sangat muda. Dengan alasan tersebut, mereka menganggap anak mereka belum mampu memilih sendiri pasangan yang tepat. Alasan lain adalah untuk mecegah sang anak memilih sendiri pasangannya yang dikhawatirkan tidak sederajat, atau dianggap bukan dari keluarga yang baik. Perkembangannya sekarang, walau sang anak telah berada di usia yang mapan dan dewasa, perjodohan tetap menjadi keharusan di India.
Masalah selanjutnya berkaitan dengan ‘Arranged Marriage” di India adalah dowry. Berbeda dengan yang biasanya terjadi di Indonesia (Muslim) dimana pihak lelaki akan menyerahkan mas kawin kepada wanita, di India pihak wanitalah yang memberikan mas kawin kepada calon suami. Walau ini dilakukan pemeluk hindu di India ini, saya pribadi tidak menganggap itu tradisi hindu, karena saya rasa, umat hindu di Indonesia tidak melakukan system dowry ini (-mohon diralat kalo salah-).
Sebetulnya awal mula dilakukan sistem dowry ini memiliki tujuan yang baik. Dowry dimaksudkan sebagai hadiah atau bekal dari orang tua kepada anak perempuannya yang akan memasuki kehidupan rumah tangga. Kekayaan hadiah ini kemudian bisa disimpan atau digumnakan untuk kebutuhan sang anak, jika saja dia tidak bekerja, atau sewaktu-waktu terjadi sesuatu pada sang suami. Selanjutnya fungsi dowry ini berkembang sebagai bantuan biaya pernikahan. Belakangan fungsinya makin disalahgunakan oleh pihak suami beserta keluarganya. Seringkali tuntutan mereka atas dowry menjadi tak terkira. Dan pihak istri jarang sekali mendapatkan bagian dari dowry tersebut.
Biasanya jika pihak pria meberikan mas kawin sejumlah harta, ia mengharapkan mas kawin balasan sebanyak sepuluh kali lipat dari apa yang sudah ia belanjakan (misal 10 gram emas berarti akan mendapatkan paling tidak 100 gram emas). Semakin berkualitas sang pria (misalnya: dokter, insinyur, lulusan luar negeri, tampan dan kaya) maka harganya pun akan semakin mahal.
Yang jadi masalah, walau mas kawin udah dilunasi, kadang pihak suami... dan biasanya melibatkan seluruh anggota keluarga... masih menuntut ini itu dari pihak Istri. Domestic Abused secara fisik dan mental sering terjadi. Istri yang tidak kuat biasanya melakukan bunuh diri (tingkat bunuh diri di India termasuk tinggi) atau yang paling seram untuk dibayangkan…. si suami membakar Istri hidup-hidup bahkan ada juga yang dibakar bersama anaknya (jika anaknya perempuan). Tahun lalu bahkan ada kasus, si suami yang notabene adalah dokter dan seluruh keluarganya yg dokter semua menyuntikan virus aids ke istri dan bayi perempuannya (mereka positif HIV setelah 6 bulan sebelumnya test hasilnya negatif). Walaupun masih dalam penyelidikan benar atau tidak virus HIV bisa disuntikan... karena sampai sekarang suami dan keluarganya raib entah kemana.. Alasannya karena sang suami tidak cinta kepada istri dan ingin menikah dengan wanita lain. Dia menikahi istrinya dulu semata-mata karena dowry yang ditawarkan ayah sang istri.
Sebetulnya praktek dowry ini sudah dilarang oleh undang-undang di India sejak tahun 1961, tapi pada prakteknya tetap saja berlangsung hampir di setiap perkawinan, termasuk yang well educated.
Percaya atau tidak selain penjara yang dikhususkan untuk menampung ibu-ibu mertua pelaku kejahatan dowry, disini ada lho Bank yang menyediakan fasilitas tabungan buat bekal anak perempuan menikah kelak. Jadi orang tua bisa mulai menabung sejak anaknya masih bayi.
Sebuah kisah menarik… Nisha Sharma, seorang mahasiswa komputer programing di New Delhi, Pada awal tahun 2003 pada saat umurnya menginjak 21 tahun akan menikah dengan seorang guru. Kedua belah pihak (dalam hal ini keluarga) bertemu melalui jasa matrimonial. Sebagai hadiah, sang ayah telah menyiapkan sebuah mesin cuci, dua buah kulkas, dua buah home theater system dan sebuah mobil sedan yang telah dikirim ke kediaman calon menantu, hasil dari menabung selama 10 tahun. Pada hari pernikahan, tepat sebelum ikrar pernikahan dimulai, ibu dari sang pria menuntut 25.000 USD. Mereka mengancam akan membatalkan pernikahan jika tuntutannya tidak dipenuhi. Ketika pihak orang tua Nisha menolak permintaan tersebut, mereka memukul ayah Nisha. Hal inilah yang membuat keberanian Nisha muncul… Pada saat itu juga dia menelpon polisi dan melaporkan tindakan calon keluarganya itu. Mempelai pria beserta orangnya akhirnya dipenjarakan. Nisha Sharma kemudian menjadi pahlawan karena keberaniannya menolak system dowry.
Tampaknya India memerlukan banyak Nisha Sharma yang berani menolak sistem yang telah mendarah daging ini. Jika tidak… mungkin Angka Dowry Death akan tetap tinggi.
Dikumpulkan dari berbagai sumber.
PS:
- Postingan ini special buat Ari di Jerman. Maap yak, lama….nulis serius ternyata susah bener… hehehe
- Yang ini tentang kawin paksa, baru baca cerita miris ini di Kompas : Kisah Kawin Balita Ala India
Wednesday, June 15, 2005
Musical Baton...
- Pretty Woman - Soundtracknya Kal Ho Na Ho buat ndiemin Nasha, karena dia anteng banget kalo denger lagu ini *alesan, padahal saya suka juga*
- Mother - Yusuf Islam
- Big Yellow Taxi - Counting Crows ft Vanessa Carlton
- Le Ragazze - Neri Per Caso
- Se Non E Amore - Neri Per Caso
- Selanjutnya Musical Baton ini saya lempar ke : Chichi, Rahmi, Dwi, Lily, Wiwit
Friday, June 10, 2005
Campur-campur deh....

Waktu itu pas temennya Uppa dan keluarganya nginep dirumah, trus mereka ngajak jalan-jalan. Ya udah deh kita milih ke Munnar karena relatif deket dan bagus. Beda sama Puncak Pass, Munnar ini jauh lebih asli dan natural. Maksudnya, gak terlalu komersil gitu. Jangan harap di sana kita bakal nemuin vila-vila megah, hotel atau restoran mahal. Tempatnya asli perkebunan teh yang gedenya beberapa kali Puncak Pas saya rasa. Sluruh perbukitan yang teramat sangat luas itu tertutup pohon teh. Perkebunan ini seluruhnya dimiliki oleh TATA, kebayang gak sih kayanya ini orang... hehehehe.
Tapi emang dinginnya minta ampun. Mengigil sekali. Selain itu ada Echo Point berupa danau yang seberangnya hutan. Ditempat itu kalo kita buat suara yang nyaring bakal bergema. Pas disini juga kita jajan jagung bakar. Weleh, udah berapa tahun yak gak pernah makan jagung bakar. Tapi pas pesenan kita mateng... kerasnya minta ampun. Sampe sakit gigi karena ngunyahnya. Trus, trus... ada danau yang pemandangannya sumpah bagus banget. Di danau itu kita bisa boating juga.
Malemnya kita nginep di sana. Asli itu dinginnya minta ampun. Menusuk tulang... tulang berasa sakit gitu. Sampe gak bisa tidur semaleman. Nasha saya buntel serapet-rapetnya, itupun tetep dia tidurnya gak nyenyak. Air juga sedingin es. Mo mandi air anget keluarnya kecil banget karena semua kamar pada make. Gak sabaran akhirnya cuma cuci muka... hehehe. Hari berikutnya kita mengunjungi Wildlife Sanctuary. Di Munnar ini habitatnya Tahr, sejenis kambing gunung yang langka. Selain itu juga masih ada gajah liar di sini. Kadang2 itu gerombolan gajah kesasar ke kebun teh. Tuesday, May 31, 2005
Online lagi...
Karena belum nemu ide buat apdet, cerita tentang Nasha aja kali ya... Sejak bisa berdiri, rada menguras keringat juga buat jagain dia. Pas banget waktu umur dia 6 bulan, dia udah bisa angkat badan ke posisi berdiri.
Tadinya aku sempet was-was takut tulang dia belum kuat buat menopang seluruh berat tubuhnya. Jadinya setiap dia nyoba-nyoba berdiri selalu aku dudukin lagi atau kalo nggak, di bantu biar kakinya gak terlalu di bebani. Tapi setelah seminggu lebih, jadi susah juga. Soalnya dia bakal berdiri di setiap kesempatan. Dan kayaknya udah mantap banget gitu dirinya gak pake goyang-goyang. Makanya sekarang udah aku diemin aja. Mungkin memang perkembangan motorik kasarnya Nasha bagus. Nasha emang udah bisa tengkurep sendiri waktu umurnya baru 2 bulan 1 minggu. Alhamdulillah...
Yang susah sekarang malah makannya. Solidnya udah aku mulai pas umur 5 bulan, melenceng dari rencana semula mau sampe 6 bulan. Berhubung pas dia masuk bulan ke-6 kita traveling ke Hyderabad tempo hari, takut asi gak cukup. Sebulan pertama sih lancar-lancar aja kasih bubur susu. Sekarang malah susah banget, baru 5 suapan udah dilepehin lagi. Jadi sekarang Nasha rada kurusan. Abis dia banyak bergerak tapi makannya dikit...
Hmm.. cerita lain, minggu lalu baru dapet indomie goreng satu kardus, kecap manis satu botol dan sekilo emping. Alhamdulillah.... Ada temen Uppa yang dateng dari Kalimantan, sempet beliin buat aku. Trus ada juga temen Uppa yang lain beliin Kecap manis dari Singapore. Duh, pas gak ada, gak ad... Pas ada malah 2 botol sekalian.. Hm.. Enaknya bikin apaan ya pake kecap... Ada ide..?
Monday, May 16, 2005
Sisa-sisa Hyderabad
Udah basi banget ini sebetulnya cerita, tapi sayang kalo gak di posting, hehehe. Hari ke-3 dan ke-4 diisi mengunjungi tempat-tempat non-history. Demi memuaskan hasrat anak-anak (kita ke Hyderabad sama 2 keluarga lain) kita mengunjungi Nehru Zoological Park. Mirip banget suasananya seperti Ragunan. Luas dan banyak taman-taman. Saking luasnya sampe rasanya susah banget untuk nyari binatangnya... hehehe. Karena itu juga akhirnya kita naek kereta berkeliling Bonbin, daripada cape jalan sana-sini. Ikutan Safari Tour... kayak Taman Safari gitu, cuma binatangnya hanya Harimau, Singa dan Beruang. Yah... lumayanlah. Panasnya itu yang gak tahan...Trus abis dari Bonbin kita ke Museum Mobil. Disini menyimpan mobil, berbagai bentuk. Burger, Toilet, Kasur, Komputer dll. Katanya sih semua mobil itu bisa berfungsi selayaknya mobil. Duh, yang ini basi banget deh. Mana tiket masuknya mahal banget, gak sebanding sama yang kita liat di dalem. Akhirnya disana kita cuma 15 menitan trus cabut... hehehe
Abis dari Snow World. kita menuju Lumbini Park di tengah kota, buat nonton Laser Show. Wah, taman penuh sesak oleh orang-orang yang mau bersantai. Tapi walau sesak, tepatnya tetap bersih lho. Sambil nunggu show di mulai, kita duduk-duduk di rumput sambil ngemil. Shownya dimulai sekitar jam 7 malem begitu matahari terbenam. Buat aku yang baru pertama kali nonton Laser Show, jelas terkagum-kagum. Bagus banget yak.. hehehe. Ada ceritanya juga.. tentang sejarah terbentuknya kota Hyderabad. Ya yang cerita Muhamed Qutb Shah yang jatuh cinta sama Bhagmati itu lho...
Besoknya kita ke Ramoji Film City. Berangkat dari penginapan lumayan pagi karena letak Film City agak di luar kota. Gerbang depannya letaknya berkilo-kilo meter dari Fil City-nya sendiri. Dari gerbang itu kita beli tiket yang harganya cuma 200 rupee. Trus dari situ kita naik bis yang udah disediakan khusus oleh Film City. Trus nonton pembukaanya, berupa tari-tarian. Di dalam Film City ada bis-bis terbuka buat tour disertai guide-nya. Udah deh kita keliling liat-liat setting film. Ada Mumbai Hospital yang bagian belakangnya International Airport ^_^ Ada Stasiun kereta yang depan belakang udah beda kota, replica kota london, replica taman jepang, replica Taj Mahal, kota mumbai, pasar tradisional india dll. Ada tempat syuting Shah Rukh Khan di Kuch Kuch Hota Hai, tempat syutingnya Amitabh Bachan di salah satu filmnya.. dst--dst. Tempatnya emang bagus banget. Kita disana sampe sore. Baru keluar dari Film City jam 6.30 sore... (foto banyak, tapi males ngeditnya..hehehe)
Abis dari Film City kita ke mall... Belanja itu perlu kan... Tapi sampe sana malah gak beli apa-apa.. selain baju buat Nasha. Abis gak kepingin apa-apa. Pas nunggu temen yang masih belanja iseng ke tempat jual assesoris... Eh nemu gelang-gelang India yang cantik-cantik banget. Murah pula. Waduh, langsung kalap.. hehehe. Beli deh lumayan banyak. Walau aku sendiri gak tau itu mau diapain gelang segitu banyak. Kali nanti kan bisa buat oleh-oleh kalo pulkam. Ayo.. ayo siapa yang mau... hehehehe.Friday, May 06, 2005
Golconda dan Sejarah Hyderabad

Pemandangan tembok luarnya bener-bener sama dengan yang sering digambarkan buku-buku cerita anak tentang sebuah kastil. Lengkap dengan lubang-lubang kecil tempat para prajurit menembakan senjatanya ke arah musuh sementara mereka bersembunyi dibalik benteng. Aku jelas saja langsung mengkhayalkan kejadian-kejadian itu... hehehe. Tepat diatas gate terdalam diletakan sebuah wadah besar yang dahulu diisi minyak panas, yang kemudian disiramkan ke musuh yang mencoba masuk ke dalam. Waduh, serem banged yak.
Kita juga bisa melihat kompleks Makam Raja (Qutb Shahi Tombs) yang sudah diceritakan sebelumnya. Selain itu di kejauhan tampak reruntuhan benteng ke dua dan ketiga dari Golconda. Pemandangan yang aduhaiiii......
Acaranaya sendiri adalah pembacaan drama tentang kehidupan dinasti Qutb Shah, disertai dengan lampu yang secara bergantian menyala di berbagai bagian kastil. Memberikan efek sangat dramatis.... Indah. Wednesday, May 04, 2005
Hyderabad hari ke- 2
Merupakan koleksi individual terbesar di dunia karena museum ini memamerkan benda-benda artistik koleksi dari Nawab Mir Yousuf Ali Khan atau Salar Jung III. Sebagian dari koleksi-koleksi tersebut adalah peninggalan dari ayahnya Nawab Mir Laiq Khan (Salar Jung II) dan kakeknya Nawab Mir Turab Ali Khan (Salar Jung I). Salar Jung adalah perdana menteri semasa pemerintahan Nizam. Salar Jung III menjadi perdana menteri pada saat umurnya baru 23 tahun.
Semasa hidupnya dia mengumpulkan beribu-ribu benda2 artistik dan kuno dari berbagai negara di dunia. Koleksinya kini berjumlah lebih dari 35.000 buah dan 50.000 buku dari berbagai negara. Namanya museum, bisa dibayangin deh isinya apa.. Lukisan-lukisan, baik lukisan India maupun Luar negeri, Patung, berbagai macam senjata, jam antik, permata, furniture, mobil dll. Sayang gak boleh difoto. Jadi ya silakan membayangkan sendiri.. :D Yang jelas, semuanya bikin kita berdecak kagum. Indah-indah. Ada pakaian perang besi prajurit eropa itu loh.. lengkap dengan pedang dan perisainya. Sampe beberapa menit aku berdiri menatap baju besi itu... ngebayangin gimana prajurit yang mengenakan baju perang itu bisa bergerak dsb... hehehe. klik untuk memperbesar gambar
Makam dari Sultan Quli Qutb Shah I (pendiri dinasty Qutb Shah) dan Jamsheed Quli Qutb merupakan yang paling sederhana. Sultan Quli Qutb membangun sendiri makamnya tersebut. Beliau memerintah Golconda pada tahun 1518 setelah menyatakan independen dari Bahmani. Memerintah selama 25 tahun. Pada tahun 1534 saat dia berumur 99 tahun, putranya Jamsheed, merencanakan pembunuhan ayahnya sendiri karena tidak sabar untuk naik tahta.
Jamsheed kemudian memerintah Golconda dari tahun 1534-1550. Dalam makamnya terdapat juga makam putranya Subhan Qutb Quli Shah yang hanya memerintah selama 7 bulan.
Makam dari pendiri pendiri kota Hyderabad, Muhamed Quli Qutb Shah (1580-1612) merupakan makam yang paling menarik. Terdiri dari dua lantai. Untuk memasuki makamnya, kita harus menaiki tangga... karena ruang utamanya berada dilantai atas. Makamnya ditutupi oleh sebuah kain berwarna merah. Sebenarnya makam itu adalah makam palsu. Karena di ruangan itu terdapat tangga rahasia yang kecil, curam dan gelap menuju ruangan bawah yang lebih sederhana. Disanalah makam sang pendiri Hyderabad berada. Mereka sengaja meletakan makam yg seseungguhnya di bawah karena kuatir akan dihancurkan oleh musuh.
Muhamed Quli Qutb Shah digantikan oleh keponakannya yang juga menantunya bernama Sultan Mohamed Qutb Shah V dari tahun 1612-1626. Beliaulah yang membangun Mecca Masjid.
Selain makam keenam raja diatas, terdapat sebuah makam berwarna putih indah dengan sebuah kolam air mancur didepannya. Makam tersebut adalah milik Hayath Bakhsi Begum, putri satu-satunya dari Muhamed Quli Qutb Shah IV, istri dari Sultan Muhamed Qutb Shah, dan ibu dari Abdullah Qutb Shah. Beliau terkenal sebagai wanita yang arif dan bijaksana. Segala peristiwa dan keputusan Raja, selalu dikonsultasikan dulu kepada beliau.Sunday, May 01, 2005
Hyderabad hari ke-1
Perjalanan kita minggu lalu dimulai pada hari Selasa malem tanggal 19 April. Gak langsung ke Hyderabad, tapi besoknya kita mau menghadiri perkawinan seorang kerabat dulu. Nah hari Kamis jam 2 siang, berangkatlah kereta kita menuju Hyderabad. Selain kita bertiga, ada dua temennya Uppa bersama istri dan anak mereka yang ikut. Jadinya rame-rame nih. Alhamdulillah, perjalannan lancar-lancar aja. Nasha gak serewel yang aku bayangkan. Ada lah nangis-nangis dikit kalo dia ngantuk, cape atau kepanasan.
Kalo di keralakan panasnya bikin kita keringetan, tapi di Hyderabad sebegitu panasnya keringet gak keluar banyak. Tapi badan berasa 'ngelekeb' gak nyaman.
Menurut sejarah, konon dahulu di Hyderabad terjadi wabah pes yang besar. Setelah wabah itu berhasil diatasi, dibagunlah monumen ini untuk mengenang kejadian itu.
Cuma pemandangan dari atas bagus. Gak sia-sia gitu bersempit-sempit di tangga. Bukan pemandangan kota modern tetapi pemandangan kota India yang sering aku liat di buku-buku tourist guide. Panas, ramai, semrawut.. pokoknya semarak banget. Di lantai paling atas, terdapat masjid yang dulu di pakai oleh Mohamed Quli Qutb Shah dan pengikutnya untuk sholat. Charminar ini letaknya pas banget di perempatan.... Di salah satu sisinya menghadap ke jalan Laad Bazaar yang dipenuhi pedagang yang umumnya menjual bridal wear, gelang-gelang khas Hyderabad, mutiara dll.
Suasananya katanya mirip bazaar tua di badgad. Suasana di Charminar bisa dilihat di SINI
Tuesday, April 19, 2005
Puter-puter India...?
Kita baru dari Gujarat..? Hehehe... gak kok. Jauh banget. Foto lelaki Gujarat berkumis panjaaang itu kita ambil waktu hari minggu kemaren ke Seemati, toko bahan gede di sini. Bukan mo belanja bahan sih, cuma mo nonton pertunjukan. Hehehe. Ceritanya buat ngerayain Vishu mereka mendatangkan seniman-seniman dari gujarat. Macem2 yang ditampilkan.
Ada sandiwara, tari-tarian, pertunjukan boneka. Kita sih gak ngerti ceritanya.. orang pake bahasa Gujarat. Seneng aja ngeliatin kostumnya yang full colour. Lumayanlah, gak perlu jauh-jauh ke Gujarat kan jadinya. Monday, April 18, 2005
Cara lain mngolah Singkong.
Kappa Indiahe...Bahan:
1 kg Singkong yang bagus
- Kupas, cusi dan potong kecil-kecil singkong. Kemudian direbus dengan air secukupnya. Jangan sampe singkongnya berenang. Cukup sampe semua singkong terendam aja. Tutup panci selama merebus.
- Sementara itu haluskan kelapa parut, bawang putih, daun kari, cabe hijau, garam dan kunyit bubuk dengan blender. Tambahkan air sedikit saja.
- Setelah singkong empuk dan air rebusan berkurang, masukan kelapa mix. Rebus kembali hingga meresap dan agak kering (api kecil).
- Matikan api, selagi panas hancurkan singkong dengan menggunakan sendok. Taburi dengan daun ketumbar cincang.
Nah, biasanya Kappa ini di makannya sama Beef Curry atau Fish Curry. Tapi kemaren aku pasangin sama Prawn Curry, kata Uppa rasanya okeh banget. Walau menurut aku sih rada lain aja gitu... Tapi kalo mo nyoba makan ala Kerala.. boleh kok dicoba...
Thursday, April 14, 2005
Apologies Accepted..
Monday, April 11, 2005
Ultah niiiy...
Kemaren sepulang liburan week end ke rumah mertua sekalian kondangan, aku langsung ngecek blog (can't live without blog hehehe...). Terharu banget pas nemuin udah ada beberapa ucapan selamat di sb. Padahal tadinya mo diumumin gitu... Gak tau malu banget emang nih mamanya Nasha... hehehe.Thanks buat Andar yang pagi-pagi udah mampir di blog dan ninggalin ucapan selamat di sb. Kapan punya blog sendiri, Ndar..? Thanks juga buat V3 di Blogfam yang buka thread di forum Blogfam buat aku... hiks terharu banget. Rasanya semakin jadi family nih. Blogfam emang oke ^_^
Buat temen-temen semua... Thank's banget ucapannya ya....
Wednesday, April 06, 2005
India VS Pakistan
Waduh, judulnya bikin panas... hehehe. Nggak kok, ini bukan ngomongin konflik politik dan perbatasan India Pakistan yang gak selesai-selesai. Basi banget. Ini soal pertandingan Cricket yang jadi favorit di India juga di Pakistan. Sabtu minggu lalu, di Jawaharhal Nehru Stadium, stadion internationalnya Cochin, digelar pertandingan bergengsi taraf internasional antara India dan Pakistan. Pertandingan itu merupakan pertandingan pertama dari seri kunjungan Pakistan di India piala Pepsi (kalo gak salah :D). Pertandingan selanjutnya akan diadakan di kota-kota lain. Thursday, March 31, 2005
Baksooooo.....
Semangkok bakso lengkap dengan kerupuk sampai di emailku kemaren. Bakso Jenggot ini bakso terpopuler di Bumiayu dan konon rasanya paling okeh. Inget deh terakhir kali ke sana (berapa tahun yang lalu yah?) yang ngantri sampe panjang. Yang belum kebagian tempat duduk pada nungguin disamping pengunjung yang kira-kira isi mangkoknya hampir abis. Begitu pantat lepas dari kursi (belum sempet berdiri sikap sempurna) pengunjung berikut dengan kecepatan melebihi kilat langsung menyambar kursi, takut kesambar duluan ama yang laen. Kalo lagi mo jahat, biasanya kita makannya di lama-lamain, sambil ngobrol bakso di belah empat, dimakan satu-satu... hehehe. Firman.... makasih ya udah bikin aku ngiler. Teganya... teganya... teganya...





