Monday, March 28, 2005
English man in New York
Tuesday, March 22, 2005
Pahlawan tanpa tanda jasa
Thursday, March 17, 2005
Tuesday, March 15, 2005
Berkah Blogging
Seneng... Setelah mendapat kiriman bumbu-bumbu cina dari Susan, dapur keluarga Najid kembali mendapat pasokan tak terduga dari Mumbai. Kali ini Lily gak tanggung tanggung mengirimkan kardus seberat 9 kilo berisi bumbu-bumbu instant. Walaupun Saos Tiramnya pecah (hicks, sedih deh...), aku sangat berbahagia (duileee) dengan 4 pack kulit lumpianya. Kebangetan banget kan di Cochin gak ada kulit lumpia, mo bikin sendiri gak sempet *alesan*. Langsung malem itu juga tersedia nasi goreng indofood beserta krupuk di meja... Friday, March 11, 2005
Fitnah oh fitnah....
Baru dua hari yang lalu aku maen-maen ke forum blogfam dan baca kasusnya Dayu yang difitnah sama orang yang gak bertanggung jawab.... memakai account Dayu di blogspot yang kebetulan sudah kosong untuk kasih komentar di blog lain. Waktu itu aku gak bisa ngebayangin, gimana keselnya Dayu difitnah kayak gitu.
Taunya, kemarin aku malah mengalami hal yang sama. Difitnah. Memang medianya lain. Kebetulan aku member dari sebuah milist yang anggotanya adalah teman-teman mahasisiwa yg berasal dari kota asalku. Dua minggu terakhir ini kita berdiskusi tentang sebuah topik. Layaknya sebuah diskusi, perbedaan pendapat pasti ada. Dan Insha Allah, pendapat yang aku sampaikan sebisa mungkin menggunakan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung orang lain. Dan pada saat itu aku yakin banget, bahwa diantara kita amat sangat terbuka menerima segala masukan yang ada.
Ternyata oh ternyata, di balik kebersamaan yang (aku kira) kita miliki, ada yang tidak setuju dengan aku. Insidennya dimulai ketika pagi hari aku mengecek email di milis tersebut, dalam inbox-ku ada seseorang bernama Agus Suhendar yang mengirim email dengan subject "Lisa...pa kabar" sebayak kira-kira 15 emails. Ketika aku coba delete email-email itu, jumlahnya malah berlipat-lipat. Terakhir aku cek.... totalnya mencapai lebih dari 1150 emails...!!! Bener deh, gak ngerti apa maksudnya... Sebelnya lagi, alamat 'sender' dari emails itu alamat aku sendiri.
Sorenya aku chatting dengan moderator milist yang kebetulan adalah teman sekelas waktu SMA dulu. Aku ceritakan insiden pagi hari itu. Aku tanya kok bisa sih ngirim emails beratus-ratus gitu cuma dalam hitungan detik doang. Dia yang kebetulan orang IT bilang mungkin saja karena ada programnya. Yang jelas bagiku... ada yang berniat gak baik nih...
Saat itu juga beliau ini membeitahukan bahwa ada email yang aku kirimkan di milis bernada sangat tidak sopan dan menggunakan kata-kata kotor. Aku jelas kaget. Aku gak merasa pernah mengirim email semacam itu. Semuanya jadi terang deh... kemungkinan besar pelakunya sama juga dengan yang mengirim 1150 emails. Mungkin maksud dia adalah memenuhi inbox-ku jadinya aku gak bisa menerima email fitnah yang dikirimkannya atas namaku. Dengan begitu akan menghalangi aku untuk tau soal ini dan membuat klarifikasi. Alhamdulillah, Allah tidak suka dengan orang yang punya niat buruk yaaa... Hanya 7 jam dari saat email itu dikirim, toh akhirnya aku tau dan bisa memberikan klarifikasi. Dan akhirnya email tersebut dihapus oleh moderator, dan aku membuat account baru.
Wednesday, March 09, 2005
Like father like daughter
Kayaknya foto ini udah cukup menjawab pertanyaan di blog Nasha, lebih mirip siapa dia ;-p (beda warna dikit lah...hehehe). Kenapa ya, anak cewe' kebanyakan lebih mirip bapaknya...
Monday, March 07, 2005
Saree
- Pake dalemannya dulu, atasan (kalo muslim yg pake saree disini biasanya lengan panjang dan perut gak keliatan) sama petticoat/rok daleman yang diikat kuat bagian pinggangnya. Jangan pake yang karet, karena kalo ntar melorot kan gak lucu. Ambil ujung dalam saree (pastikan panjangnya saree sampe lantai) trus diselipkan di petticoatnya biasanya bagian depan tapi suka-suka aja sih.
- Putarkan kain saree mengelilingi badan satu putaran. Ambil ujung yang lain. (jadinya lingkaran longgar gitu)
- Biar mudah, mendingan ujung yang bakal disampirin dipundak langsung ditaro di pundak, sesuaikan panjangnya sesukanya.
- Ambil sisa kain dan tarik ke bagian depan, trus yang bagian pinggang, rapatkan.
- Mulai lipat kain seperti bikin wiru kalo di indonesia, cuma ukuranny lebih lebar. Sekitar 5 inci. Lakukan sampe kain habis.
- Pastikan arah lipatan yang paling luar munghadap ke kiri, trus rapikan.
- Selipkan seluruh lipatan kedalam petticoat bagian depan.
- Selesailah step by step memakai saree. Bagian yang dipundak dibiarkan menjuntai ke bagian lengan seperti memakai selendang. Atau supaya lebih rapi dan nggak ngeribetin, biasanya kainnya diwiru juga trus disampirkan. Biasanya cara ini yang dipake buat sehari-hari.
Yak begitulah teman, mudah-mudahan bisa langsung di praktekin. Keliatannya gampang. Tapi bener deh... susahnya minta ampun. Tapi hasilnya.... cantik.
Thursday, March 03, 2005
Getting around Cochin


Hill Palace (kiri) & Bolghatty Palace (kanan)
Forth Cochin jadi obyek utama turis di Cochin. Disana biasanya dipenuhi oleh wisatawan mancanegara. Biasanya dari US, Eropa dan Asia timur. Tempat pertama yang bisa dikunjungi adalah Jewish Synagogue yang dibangun tahun 1568. Merupakan Synagogue tertua di India. Kalo kita masuk ke alam biasanya ada petugas yang bakal menjelaskan sejarah Synagogue. Para turis duduk berkeliling didalam.
Sekitar 50 meter dari Synagogue ada museum Dutch Palace atau Mattanchery Palace. Dibangun oleh portugis tahun 1555 sebagai pemberian untuk Maharaja Cochin Veera Kerala Varma. kemudian diambil alih oleh Belanda yang kemudian memperbaiki dan memperluasnya, makanya disebut Dutch Palace.

Synagogue (kiri) & & Dutch Palace (kanan)
Nah, disepanjang jalan antara Synagogue dan Dutch palace itu banyak banget toko suvenir buat turis. Kebanyakan mereka menjual patung, ukiran-ukiran dari kayu, batu, atau logam. Ada segala penak-pernik kecil. Agak-agak mirip lah sama sovenir di Indonesia. Modelnya macem yang di Pasaraya itu. Tapi disini lebih tua dan alami kayaknya.
Yang paling aku seneng adalah toko tekstilnya. Wah, bagus-bagus sekali. Ada selendang-selendang panjang khas India. Ini yang aku naksir banget. Harganya emang rada mahal kalo kita belinya disini. Kan konsumennya biasanya turis luar negeri. Tapi kalo dibandingin sama beli di Indonesia (dulu kan di Jakarta pernah ada festival India ya) ya masih murah banget. Trus disana juga ada karpet-karpet yang indah banget. Lagi-lagi MAHAL. Bahan Saree sama Shalwar Khameez sudah tentu ada. Cuma kalo emang niatnya mau beli saree atau shalwar, mendingan di kotanya, Ernakulam.
Lebih murah, dan pilihannya macem-macem. Trus aku ngliat ada yang jual boneka-boneka tradisional. Modelnya mirip banget sama wayang golek di Jawa Barat. Cuma yang ini wajahnya ya India dan berbusana India. Bagus banget buat yang pengen mendekor rumah bernuansa India. Selebihnya, layaknya tempat wisata, banyak yang menjual kartupos dan buku-buku tentang india.
Dari situ, sekitar 10 menit bermobil ada pantai dan pelabuhan buat para nelayan. Terkenal dengan China Fishing Net-nya. Konon diperkenalkan oleh nelayan cina pada masa Kaisar Kublai Khan. Bentuknya berupa jala besar yang digantung dengan bambu, dan dibenamkan kedalam air.
Tujuan kita berikutnya adalah St.Francis Church yang merupakan gereja protestan. Dibangun oleh Pendeta Portugis yang datang bersama Albuquerque pada tahun 1503. Dipercaya sebaai gereja pertama yang dibangun oleh orang eropa di India.
Pada tahun 1524 Vasco Da Gama meninggal di India, dan jenazahnya dimakamkan di gereja ini. Lalu 14 tahun kemudian, dipindahkan ke negara asalnya di Portugis. Batu nisan bekas makannya masih bisa disaksikan di dalam gereja.
Masih banyak tempat-tempat lain yang bisa dikunjungi. Cuman aku udah pegel ngetiknya...hehehe. Insya Allah bersambung, soalnya belom ada fotonya. Yang diatas itu kebetulan minggu lalu kita baru kesana... jadi sempet ambil foto. Sekalian mo posting tempat wisata di Kerala
Btw, postingan kali ini juga sebagai postingan 'iklan' buat Lily(Nurman Family) di Mumbai. Supaya dia memilih liburan ke Kerala dari pada Taj Mahal (gak imbang yak pilihannya, hehehe). Pan kalo elo ke sini Ly, sekalian bawain Kecap Bango...
Tuesday, March 01, 2005
Ketemu teman sekampung...
Gak sempet online deh. Ditambah lagi kemaren hari senin sambungan internetnya rada bermasalah. San, kirimannya udah sampe..
Waduh... seneng banget nih aku... Kiriman Susan udah nyampe. Ceritanya sekitar 2 mingguan lalu kita ngomongin soal makanan china. Aku bilang di India sini susah banget nyari bumbu buat makanan cina, padahal cuma saos tiram sama kecap asin doang.. Eh, jeng Susan ini terharu.... trus dia bela-belain buat ngirimin aku bumbu chinese food dari US. Belum 2 minggu udah nyampe loh San... (Sampenya minggu kemaren hari Jum'at). Giliran aku yang terharu nih. Makasih ya, San....Sekali lagi thank's a lot San.....
Thursday, February 24, 2005
Rules for Blogging versi Uppa.
- - Isi tulisannya gak boleh yang bersifat pribadi, atau yang bisa menyingung perasaan orang lain, gak boleh SARA gitu deeeh...
- - Ada unsur informasinya, yang bisa ada manfaatnya buat diri sendiri dan kalo bisa orang lain.
- - Ada unsur da'wahnya... karena ini tugas seluruh muslim (aduuh, berat banget..)
- - Dilarang pasang foto yang telalu cakep takut ada yang naksir...(hehehehe..)
- - Dilarang pasang foto orang lain baik itu sendiri atau bersama kita, kecuali orangnya gak keberatan buat dipasang. (Makanya jangan bosen kalo foto yang muncul cuma kita bertiga mulu yaak)
- - Dilarang 'panas' sama isi blog orang lain...
- - Isi blog boleh sebagai catatan harian (ini hasil tambahan aku sendiri yang akhirnya disetujui Uppa, hehehe...)
Tuesday, February 22, 2005
Recovered..
Pelajaran yang diambil dari peristiwa ini: jangan lupa bikin backup template, biar kalo ilang gak usah repot-repot bikin lagi dari awal kaya gini.
Monday, February 21, 2005
Sebeeeel....
Template-ku ilang.. Pantesan dari tadi siang kok dibuka gak bisa-bisa. Blank page aja gitu. Pas di-cek ke templatenya, udah kosong..!!! Padahal kan baru ganti layout.. Huhuhu...sedih banget. Apanya sih yang salah. Repot lagi kan ngebalikin layoutnya. Harus bikin dari awal. Untungnya postingan masih ada. Cuma layoutnya aja yang raib.
Temen-temen yang tadinya blognya dilink ma aku... hubungi ya... biar cepet kembali seperti semula..
Sunday, February 20, 2005
Married to a dog... !?
Thursday, February 17, 2005
Resep Samosa
Wednesday, February 16, 2005
Siapakah...?
Tuesday, February 15, 2005
Rame-rame nge-cat rumah....
Friday, February 11, 2005
Monday, February 07, 2005
Cerita Week End
Hari Jum'at minggu lalu tumben-tumbennya Uppa pulang lebih awal. Biasanya dia baru nyampe rumah abis isya. Sebulan terakhir Uppa lagi giat-giatnya menjalankan program olahraga. Katanya sih biar badan sehat, kuat, gak cepet cape... tapi aku tau, gara-garanya perut dia semakin hari semakin buncit hehehe.... Jadinya setiap pulang kantor dia maen bulutangkis dulu sama temen-temennya. Minggu ini ternyata mereka pada pulang kampung semua, jadi Uppa gak ada partner buat maen... Ooh, pantesan, kirain pulang cepet karena kangen sama keluarga..hehehe.Mumpung masih sore, dia ngajak keluar, makan di restoran china yang udah lama banget aku idam-idamkan. Nyari resto yg non-indian food disini ini susye banget. Ada beberapa resto china yg dah aku cobain, tapi tetep aja menunya sama dengan resto india, cuma ditambah mie dan nasi goreng doang... Mana rasanya gak ada chinesse-nya acan-acan. Nah, waktu nemu brosur Fen Fang ini aku tergiur menemukan ada Siomay, pangsit dan Dim sum segala di daftar menunya. Wah, kapan lagi nih nemu yang kaya gini di Kerala. Jadilah kita kesana...
Langsung kalap deh, nyampe sana... maklum udah kangen makan makanan sendiri. Harapan muli bersinar pas ngeliat kokinya orang china juga. Aku pesen Singaporean Fried Noodles, Siomay sama pangsit. Tapi pas di cobain... kecewa.. kecewa... Gak berasa seperti yang asli. Huhuhu...mana mahal pula.. Mie-nya sih lumayan, tapi yang laen... aduh, gak lagi-lagi deh. Mending makan biriyani aja yang jelas ketawan rasanya...
Hari sabtunya kita pergi mengunjungi keluarganya Yacoob. Sebelum pindah ke rumah yang sekarang, kita sempet tinggal 1 tahun ngontrak rumahnya mereka. Boleh di bilang merekalah yang pertama-tama nerima kita jaman penuh perjuangan dulu... Kebetualan anak mereka, yang sahabatnya Uppa waktu kuliah dulu mau dateng dari US. Istri dan anaknya udah dateng duluan sebulan sebelumnya. Jadinya di sana rame banget.
Acara hari Minggu, lagi-lagi Uppa ngajak keluar... mengunjungi salah satu sepupunya yang kuliah gak jauh dari tempat kita tinggal. Sekitar 1 jam perjalanan lah. Kampusnya rada di desa gitu, pemandangannya bagus, dekat dengan backwaters-nya Kerala yang terkenal itu. Waktu dalam perjalanan naek bus, disisi kiri dan kanan kita danau semua... Jalannya seperti jembatan yang membelah danau itu, tapi sebetulnya itu bukan jembatan. Asli daratan yang lebarnya cuma buat jalan dua arah... bagus banget deh pokoknya.. Trus nyampe di sana kita 'pesiar' naek boat sekitar 1 jam-an...
Pulang ke rumah lagi udah sore... tinggal capenya doang.
Tuesday, February 01, 2005
Kasih mama susu....

Nah, kemaren itu pas week-end, dia bantuin momong Nasha yang kebetulan badannya lagi anget. Berulang kali dia di ompolin. Pas Nasha aku ambil dari gendongan dia, dengan semangatnya dia ngomong ke Nasha "Kasih mama susu, kasih mama susu". Aku tadinya gak ngeh, tapi berhubung di ulang-ulang terus, jadi nanya maksudnya apaan. Eh...taunya maksud dia "Pipisin mama.." hehehe
Taunya yang dia inget, bahasa bayi indonesia itu banyak yang pengulangan suku kata, macem susu, mimi, ee, bobo... Jadilah Pipisin mama berubah ke Kasih mama susu....hehehehe.




